Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Perkembangan Koperasi secata Kuantitas Banyak tapi 50 persen Gagal

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews – Upaya membangun koperasi yang mandiri dan berdaya saing, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jawa Barat menggelar Focus Group Discussion ( FGD ) dengan mengusung tema ‘Melalui Transformasi Inovasi Kita Wujudkan Kemandirian Koperasi’ di Gedung Senbik, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (22/8/2023).

FGD ini merupakan rangkaian kegiatan jelang puncak peringatan Hari Koperasi ke-76 Tahun 2023 tingkat Jawa Barat.

Moderator FGD, Ida Hindarsah, sekaligus selaku divisi Informasi dan Kejasama Dekopinwil Jabar menyampaikan, perkembangan koperasi di Indonesia secara kuantitas memang banyak, namun faktanya banyak yang gagal atau gugur, sebanyak hampir 50 persen , dibuktikan dengan data (jumlah) koperasi yang aktif,” ujarnya.

Atas dasar itulah, lanjut Ida, FGD ini digelar sesuai dengan tema yang diusung. Bagaimana caranya meningkatkan koperasi yang mandiri dan berdaya saing, salah satunya dengan melakukan inovasi.

“Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dan keberadaan koperasi menjadi Soko guru ekonomi nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Inovasi dalam koperasi, menurutnya, doing new things, melakukan dan mendapatkan sesuatu yang baru. “Bisa dari proses nya, bisa dari produknya dan bisa dari menejerial nya,” kata Ida.

“Artinya, melalui transformasi (inovasi) ini koperasi bis lebih mandiri. Untuk itu kami mengundang dua narasumber dari unsur akademisi dan praktisi koperasi,” sambungnya.

Hadir sebagai narasumber FGD, Rektor IKOPIN University, Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, mengatakan, dunia sudah berubah maka cara untuk menyesuaikan diri dengan perubahan itu adalah inovasi.

“Tadi saya sampaikan, inovasi yang pertama itu adalah perlunya iklim kebijakan politik dan ekonomi suportif terhadap koperasi,” ungkapnya.

Dirinya melihat, koperasi itu bisa diartikan sebagai hak konstitusional dari warga negara Indonesia. Oleh karena itu, kata Prof Agus, bila perspektif ini kita kembangkan kita bisa mencontoh seperti negara Jerman.

“Di Jerman itu, satu dari dua orang angkatan kerja nya itu anggota koperasi. Satu dari empat orang penduduknya anggota koperasi, maju dia (negara),” ujarnya.

Selain di Jerman, dirinya juga mencontohkan keberhasilan koperasi di negara lain, seperti Kanada dan negara maju lainnya.

“Artinya apa, koperasi berkembang di negara maju. Kita punya undang undang dasar. Kalau ini kita kerjakan, kita pun akan bergerak seperti bangsa Jerman, bangsa Kanada, Korea, Jepang. Karena koperasi itu kuat di sana,” ucap Prof Agus.

Lalu, kenapa di negara kita koperasi belum kuat?. Alasan pertama, kata Prof Agus, dukungan politik harus menuju ke arah sana. Yang kedua harus banyak latihan.

“Kemampuan tidak akan berkembang bila tidak memiliki banyak kesempatan. Kemampuan akan berkembang kalau banyak latihan. Pengawasnya bagus, manajer nya bagus. Ujung-ujungnya ke mana, ke pendidikan,” ujarnya.

Untuk itulah, sebagai Rektor IKOPIN mengharapkan banyak dukungan kurikulum baru di universitasnya untuk mendukung apa yang dituntut oleh koperasi dan kemajuan koperasi.

Sementara, Akhmad Afandi selaku praktisi koperasi, melalui FGD ini ingin mensosialisasikan cara-cara berkoperasi yang benar dan baik. Karena pada umumnya, kata Akhmad, saat ini koperasi bergerak tidak sesuai jati diri koperasi itu sendiri.

“Ada koperasi yang orientasinya sih kelihatan bagus tapi tidak sesuai jati diri koperasi. Yang kedua, banyak koperasi yang gagal bayar, (konotasi) abal-abal dan penipuan karena berkedok koperasi. Dan yang ketiga, maaf ada koperasi yang sampai sekarang eksis puluhan tahun tapi tetap kecil aja (SHU). Jadi terkesan seperti peliharaannya si pendiri,” tuturnya.

Menurutnya, koperasi yang benar dan baik adalah lembaga yang berorientasi kepada benefit. “Jadi lembaga pemberdayaan yang berorientasi pad benefit. Yang harus diberdayakan adalah anggota sesuai dengan tujuan. Tujuannya memajukan kesejahteraan anggota,” tegasnya.**

 

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanam 2061 Pohon Mangrove, bank bjb Dukung Indonesia Tanpa Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris

    Tanam 2061 Pohon Mangrove, bank bjb Dukung Indonesia Tanpa Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    PANGANDARAN, MBInews.id – bank bjb mendukung gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) demi mewujudkan sistem keuangan yang kuat, berintegritas dan berkelanjutan. Dalam rangka 2 Dekade Gerakan APU PPT Indonesia, bank bjb kolaboraksi penanaman 2061 pohon Mangrove dari 10.000 pohon Mangrove pada tahun 2022 ini. Acara tersebut dihadiri Direktur Kepatuhan bank bjb […]

  • Tim Jabar Bergerak Kota Sukabumi Bagikan 500 Paket Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

    Tim Jabar Bergerak Kota Sukabumi Bagikan 500 Paket Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Tim Jabar Bergerak Kota Sukabumi telah membagikan 500 paket sembako kepada warga yang terdampak wabah covid-19. Selain sembako, tim tersebut juga menyumbangkan lima set alat pencuci tangan yang ditempatkan di sejumlah titk keramaian, seperti pasar dan terminal. “Ada sekitar 500 paket sembako sudah kami bagikan kepada keluarga yang terdampak wabah covid-19,”ujar Ketua […]

  • Kolaborasi Sub Sektor Ekonomi Kreatif Di Festival Rempug Jukung Disbudpar Kota Bandung

    Kolaborasi Sub Sektor Ekonomi Kreatif Di Festival Rempug Jukung Disbudpar Kota Bandung

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    MBInews,id, Bandung – Rempug Jukung Disbudpar Kota Bandung memadukan Sub Sektor Ekonomi Kreatif Desainer Batik, Kuliner dan Musik yang menjadi icon atau ciri khas kota Bandung dibidang Kebudayaan dan Pariwisata, pelataran halaman Bandung Creative ,Sabtu,(24/8/19). Sektor Desainer Batik bertema Patra Komala dan Cangkurileung, Kuliner bertema Makanan Khas Urang Sunda dan Musik bertema kolaborasi musik khas […]

  • Komisi I DPRD Kab Sukabumi Sidak, Izin  PT.Salak Utama? Petani Garapan Dintimidasi  Pihak Perusahaan

    Komisi I DPRD Kab Sukabumi Sidak, Izin PT.Salak Utama? Petani Garapan Dintimidasi Pihak Perusahaan

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Anggota komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke PT Salak Utama yang berada di Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, sayangnya pihak perusahaan tidak ada. Sehingga, para anggota dewan yang datang hanya bertemu dengan petani penggarap di tanah Hak Pakai (HP) PT Salak Utama, PJS Kepala Desa dan unsur Muspika Kalapanunggal […]

  • Job Fair Disnaker 2024 Kota Bandung Selaras dengan Misi Asta Cit

    Job Fair Disnaker 2024 Kota Bandung Selaras dengan Misi Asta Cit

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews  — Wakil Ketua 1 DPRD Kota Bandung, Toni Wijaya, S.E., S.H., bersama Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung, drg. Maya Himawati, Sp.Orto., menghadiri acara pembukaan pameran bursa kerja (Job Fair) kedua tahun 2024 Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Rabu, 6 November 2024. Informasi dari Disnaker Kota […]

  • Wakil Ketua DPRD Bandung Pimpin PELTI, Dorong Regenerasi Atlet Tenis

    Wakil Ketua DPRD Bandung Pimpin PELTI, Dorong Regenerasi Atlet Tenis

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    BANDUNG — Pengurus Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Kota Bandung masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di Balai Kota Bandung, Rabu (8/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, H. Toni Wijaya, S.E., S.H., dikukuhkan sebagai Ketua PELTI Kota Bandung. Dalam kepengurusan baru ini, Anggota DPRD Kota Bandung Asep Robin, S.H., M.H., juga dilantik sebagai […]

expand_less