Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Petani di Kota Sukabumi Keluhkan Harga Pupuk Naik

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2020
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI-MBInews.id – Sejumlah petani padi di Kota Sukabumi terpaksa harus menghentikan kegiatan produksinya. Hal itu dipicu oleh naiknya beberapa jenis pupuk saat ini. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu Kelompok Tani asal Kampung Cibungur, Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi Aisyah (57), dirinya mengaku dengan tingginya harga pupuk terpaksa harus menghentikan tanam padinya.Padahal Aisyah sebelumnya sudah melakukan penggemburan lahanya.”Pas saya mau beli pupuk untuk memupuk benih padi yang akan ditanam, eh harga pupuk naik, terpaksa saya hentikan dulu menanam padinya,”keluh Aisyah. Rabu, (23/9/2020).
Aisyah menuturkan, pupuk yang naik itu jenis urea yang biasanya satu kilo itu dibandrol sekitar Rp2.500, kini menjadi Rp7 ribu/kg, begitu juga dengan jenis phonska yang tentu saja akan lebih tinggi dari harga pupuk urea.”Dulu harga Pupuk urea itu per karung mencapai Rp90 ribu, dan phonska per karungnya Rp115 ribu, tapi kata teman saya phonska itu menjadi Rp140 ribu per karungnya. Selain naik, pupuk juga sulit didapat saat ini,”bebernya.
Aisyah mengutarkan, jika tetap dipaksakan tentu saja akan merugi, sebab tak sebanding dengan pendapatan. Apalagi saat ini tenaga penggarap juga ikut naik, tentu saja akan sangat merugi.”Rugi dong Pak, biaya produksi saya akan lebih tinggi dibanding dengan hasilnya nanti,”ungkapnya.
Aisyah merasa bingung kenapa harga pupuk bisa naik, sementara harga jual gabah tetap. Jika situasi ini berlanjut, tentu saja akan berdampak juga terhadap perkonomian petani di wilayahnya.”Harga gabah basah yang saya jual itu masih diangka Rp400 ribu per satu kwintal, dengan lahan yang saya miliki 2.500 are. Disisi lain harga pupuk naik, tapi harga gabah tetap. Saya pusing pak,”tuturnya.
Aisyah berharap pemerintah bisa memberikan solusinya, atas kenaikan pupuk tersebut. Ditambah pupuk subsidi juga susah didapat.”Saya minta pemerintah mencarikan solusinya, jangan sampai petani akam berhenti memproduksi padi,”pungkasnya. ardan

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Survei Paslon Urut-1 Bocor, Nu Pasti Dipastikan Menang Di Pilkada Bandung

    Hasil Survei Paslon Urut-1 Bocor, Nu Pasti Dipastikan Menang Di Pilkada Bandung

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    SOREANG , MBInews.id – Jelang hari H pencoblosan Pilbup Bandung 2020 tepatnya pada 9 Desember 2020, diramaikan dengan bocornya dokumen rahasia milik salah satu kantor konsultan politik nasional di sejumlah grup sosial media WhatsApp. Dokumen rahasia itu memuat sejumlah informasi tentang pelaksanaan Pilbup Bandung 2020, termasuk hasil survei popularitas dan elektabilitas tiga pasangan calon bupati […]

  • Presiden  Jokowi  Siap Hadiri Puncak HPN 2020 Di Banjarmasin

    Presiden Jokowi Siap Hadiri Puncak HPN 2020 Di Banjarmasin

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Presiden Joko Widodo siap menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional 2020 yang akan diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada tanggal 9 Februari mendatang. Hal itu disampaikan Mensesneg Pratikno didampingi Deputi Bidang Kerjasama Prof. Dadan Wildan ketika menerima kedatangan Panitia HPN 2020 di Sekretariat Negara, Senin, (27/1/2020). Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Pusat […]

  • Hadir di Pemberdayaan RT dan RW Kecamatan Citamiang, Ini Yang Ditegaskan Oleh Wali Kota Sukabumi

    Hadir di Pemberdayaan RT dan RW Kecamatan Citamiang, Ini Yang Ditegaskan Oleh Wali Kota Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengungkapkan, jika Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Wwarga (RW) merupakan garda terdepan dalam sistem pemerintahan, dan memiliki dasar hukum yang kuat melalui undang-undang dan peraturan pemerintah. “Pelaksanaan tugas yang dilakukan secara jujur dan bertanggung jawab oleh RT dan RW, akan melahirkan keadilan sosial sebagaimana tercermin dalam sila kelima Pancasila,”ujar […]

  • Buruan Sae merupakan Wujud Apresiasi Gagasan Ketahanan Pangan Ala Mendiang Walikota

    Buruan Sae merupakan Wujud Apresiasi Gagasan Ketahanan Pangan Ala Mendiang Walikota

    • calendar_month Sabtu, 2 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Buruan SAE (Sehat, Alami, dan Ekonomis) sebagai pengembangan dari konsep urban farming dan ketahanan pangan di Kota Bandung kini bertambah dengan diresmikannya Buruan SAE Mang Oded di Kelurahan Lingkar Selatan Kecamatan Lengkong Kota Bandung. Buruan SAE hadir sebagai apresiasi dan penghargaan kepada almarhum Wali Kota Bandung, Oded M. Danial yang merupakan penggagas […]

  • Luncurkan PKG, Wali Kota Sukabumi Tekankan Pentingnya Menjaga Kesehatan Secara Menyeluruh

    Luncurkan PKG, Wali Kota Sukabumi Tekankan Pentingnya Menjaga Kesehatan Secara Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, resmi meluncurkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi anak sekolah, Senin (4/8/2025). Kick Off PKG tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukanbumi, Ayep Zaki, dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana. Kegiatan diawali dengan kunjungan ke tiga satuan pendidikan, yakni SMA Negeri 4 Kota Sukabumi, SMP Negeri 2 Kota Sukabumi, […]

  • Kota Sukabumi “Krisis”  Tenaga Guru Agama

    Kota Sukabumi “Krisis” Tenaga Guru Agama

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Kota Sukabumi saat ini sangat kekurangan tenaga guru pendidikan agama, padahal pihak Kementrian Agama (Kemenag) setiap tahunya selalu mengusulkan masalah kekurangan tenaga pendidik tersebut. Tapi sampai saat ini belum teralisasi. “Ya benar di Kota Sukabumi sangat kekeurangan guru. Terutama guru pendidikan agama,”ujar Kepala Kemenag kota Sukabumi HA. Chalik Mawardi usai memperingati hari santri nasional […]

expand_less