Breaking News
Trending Tags

Soal Lumpur Menutupi Jalan Lamping, Pemilik Tanah Akhirnya Angkat Bicara

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 28 Nov 2023
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Menyikapi tanah lumpur yang sempat menggenangi ruas Jalan Raya Lamping beberapa hari lalu, Anggota DPRD Kota Sukabumi, Henry Slamet, yang juga merupakan pemilik sebidang tanah yang berada di lokasi kejadian angkat bicara.

Dirinya menyebutkan, penyebab akses Jalan Lamping tertutup lumpur itu akibat dari saluran drainase yang tak berfungsi dan juga intensitas curah hujan tinggi, sehingga tanah di atas Jalan Lamping itu terbawa air.

“Hal utama itu sebenarnya karena saluran drainasenya yang mampet ya. Saya juga tidak memungkiri bahwa saya punya lahan di atas jalan ini, dan mungkin namanya air dari hujan itu pasti membawa juga tanah,” ujar Henry, kepada awak media, Selasa (28/11).

Lanjutnya, dirinya menjelaskan bahwa, pihaknya akan mencoba membersihkan saluran drainase yang tak berfungsi tersebut. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya hal yang serupa. Terlebih kondisi cuaca saat ini yang sering hujan.

“Mungkin penyebabnya juga banyak yang membuang puing-puing. Intinya sih kalau salurannya semua lancar, saya kira tidak akan terjadi genangan lumpur. Ya jadi kunci utamanya mungkin kita akan coba membuat saluran drainase,” ungkapnya.

Disinggung soal urugan tanah dari perumahan, Henry tidak membantah lahan miliknya sempat menampung tanah urugan dari proyek salah satu perumahan. Namun, sudah lama aktivitas pengurugan tanah itu dihentikan. Bahkan, saat ini lahannya sudah lama ditutup.

“Ya memang ada beberapa perumahan pernah buang tanah ke saya, saya juga tidak menafikan kemungkinan air ada yang terbawa tanah, tapi itu bukan karena penyebab utama, karena bisa dilihat dilokasi ini ada saluran air tapi tak berfungsi karena tertutup,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selama PSBB, Produksi Sampah Kota Bandung Turun Hingga 18 Persen Dari Angka Normal 1.350 Ton

    Selama PSBB, Produksi Sampah Kota Bandung Turun Hingga 18 Persen Dari Angka Normal 1.350 Ton

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Produksi sampah Kota Bandung turun hingga 18 persen dari angka normal sekitar 1.350 ton per hari dari angka normal sekitar 1.350 ton per hari selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu. “Pengurangan sampah berasal dari sampah komersil karena banyak hotel, tempat wisata dan restoran yang tutup,” ujarnya Direktur Umum […]

  • Bupati Kabupaten Bandung Kukuhkan Jabatan Direksi dan Komisaris PT. Bandung Daya Sentosa

    Bupati Kabupaten Bandung Kukuhkan Jabatan Direksi dan Komisaris PT. Bandung Daya Sentosa

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KAB BANDING, MBInews.id – Bupati Bandung Dr. H. M Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si mengukuhkan Jabatan Direksi dan Komisaris PT. Bandung Daya Sentosa (Perseroda) di Rumah Dinas Bupati Bandung, Senin, 3 April 2023. Adapun jabatan Komisaris dan Direksi PT. Bandung Daya Sentosa diantaranya, Komisaris Utama Muhamad Fandi Pratama Putra, S.Kom., MM., CWM., CPD., Komisaris independen :  […]

  • Ribuan Lansia Dan Mitra Gojek Ditargetkan Menerima Vaksinasi Covid-19 Massal Secara Drive Thru

    Ribuan Lansia Dan Mitra Gojek Ditargetkan Menerima Vaksinasi Covid-19 Massal Secara Drive Thru

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    BANDUNG, Vaksinasi ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Gojek, dan Halodoc, serta pihak lainnya. Pelaksanaan vaksinasi dosis pertama tersebut digelar di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Kota Bandung, pada 27 Mei sampai 10 Juni 2021, dengan peserta per harinya 800 hingga 850 orang. Pada vaksinasi ini, peserta wajib menggunakan kendaraan, baik […]

  • Kepala Bappeda Kota Sukabumi :  Rembuk Stunting Salah Satu Upaya Tekan Angka Prevalensi  Stunting

    Kepala Bappeda Kota Sukabumi : Rembuk Stunting Salah Satu Upaya Tekan Angka Prevalensi  Stunting

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Upaya menekan angka prevalensi  stunting terus digaungkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. Apalagi, saat ini jumlah angka stunting mencapai 26,9 persen. Salah satu upaya tersebut, salah satunya dengan menggelar Rembuk Stunting dengan aksi melakukan penandatangan kmomitmen Bersama dalam menekan angka stunting di Kota Sukabumi, yang di inisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) setempat. […]

  • Aklamasi; Dewek Kembali Pimpin DMI Sukabumi Raya

    Aklamasi; Dewek Kembali Pimpin DMI Sukabumi Raya

    • calendar_month Minggu, 4 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Dewek Sapta Anugerah kembali terpilih menjadi Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Diaga Muda Indonesia Sukabumi Raya hasil Musyawarah Cabang (Muscab) pertama di tahun 2021, Minggu (04/04/21). Muscab yang berlangsung di Salah satu Hotel di Jl. Cikukulu, Kabupaten Sukabumi tersebut, Dewek sebagai calon tunggal, sehingga terpilih secara aklamasi oleh 47 pengurus DPAC terdiri 32 […]

  • Harga Cabai Rawit Merah di Sukabumi Bertahan Rp 100 Ribu, Pedagang Kecil Merana

    Harga Cabai Rawit Merah di Sukabumi Bertahan Rp 100 Ribu, Pedagang Kecil Merana

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Harga cabai rawit merah di Kota Sukabumi terus bertahan di angka Rp 100 ribu per kilogram selama sepekan terakhir. Lonjakan harga ini membuat pelaku usaha kecil, khususnya penjual makanan, kebingungan dalam menyiasati modal usaha mereka. Sardi, seorang penjual mie goreng di Kota Sukabumi, mengaku mulai kesulitan menghadapi tingginya harga cabai. Menurutnya,kenaikan harga […]

expand_less