Breaking News
Trending Tags

Presiden Jokowi: Dewan Pengawas KPK Tidak Boleh Diisi Politisi, Birokrat, dan Aparat Hukum

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 13 Sep 2019
  • visibility 137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, MBInews.id – Presiden Jokowi didampingi Mensesneg dan Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan keterangan pers terkait revisi UU KPK, di Istana Negara, Jakarta

Dalam konperensi pers terkait usulan inisatif DPR untuk merevisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK), Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menanggapi sejumlah isu dalam RUU KPK yang diajukan DPR, di antaranya soal Dewan Pengawas.

“Keberadaan Dewan Pengawas ini memang perlu karena semua lembaga negara: Presiden, MA, DPR bekerja dalam prinsip checks and balances, saling mengawasi. Hal ini dibutuhkan untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan kewenangan,” tegas Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/9/2019) pagi.

Presiden menunjuk contoh dirinya yang diawasi dan diperiksa oleh BPK, dan juga diawasi oleh DPR. Karena itu, menurut Presiden, adanya Dewan Pengawas adalah  sesuatu yang juga wajar dalam proses tata kelola yang baik.

Demikian juga halnya di internal KPK. Menurut Presiden, anggota Dewan Pengawas KPK akan diambil dari tokoh masyarakat, akademisi, ataupun pegiat antikorupsi, bukan dari politisi, bukan dari birokrat, maupun dari aparat penegak hukum aktif.

“Pengangkatan anggota Dewan Pengawas ini dilakukan oleh Presiden dan dijaring melalui panitia seleksi,” jelas Presiden seraya menyampaikan agar  tersedia waktu transisi yang memadai untuk menjamin KPK tetap dapat menjalankan kewenangannya sebelum terbentuknya Dewan Pengawas.

SP3 dan Wadah Pegawai KPK Mengenai keberadaan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), Presiden Jokowi menilai hal ini juga diperlukan sebab penegakan hukum juga harus tetap menjamin prinsip-prinsip perlindungan HAM (Hak Asasi Manusia) dan juga untuk memberikan kepastian hukum.

Jika RUU inisiatif DPR memberikan batas waktu maksimal 1 tahun dalam pemberian SP3, Presiden Jokowi meminta ditingkatkan menjadi 2 tahun supaya memberi waktu yang memadai bagi KPK.

“Yang penting ada kewenangan KPK untuk memberikan SP3, yang bisa digunakan ataupun tidak digunakan,” kata Presiden.

Sementara terkait pegawai KPK, Presiden Jokowi yang didampingi Menseneg Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan, bahwa mereka Pegawai KPK adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Menurut Presiden, hal ini juga terjadi di lembaga-lembaga lainnya yang mandiri, seperti Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan juga lembaga-lembaga independen lainnya seperti KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu).

“Tapi saya menekankan agar implementasinya perlu masa transisi yang memadai dan dijalankan dengan penuh kehati-hatian.

Penyelidik dan penyidik KPK yang ada saat ini masih tetap menjabat dan tentunya mengikuti proses transisi menjadi ASN,” terang Presiden.

Kepala Negara berharap semua pihak bisa membicarakan isu-isu terkait revisi UU KPK ini dengan jernih, objektif, dan tanpa prasangka-prasangka yang berlebihan.

“Saya tidak ada kompromi dalam pemberantasan korupsi karena korupsi memang musuh kita bersama. Dan saya ingin KPK mempunyai peran sentral dalam pemberantasan korupsi di negara kita, yang mempunyai kewenangan lebih kuat dibandingkan lembaga-lembaga lain dalam pemberantasan korupsi,” tegas Kepala Negara.(Iwan B/Koes)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Pilkada Sukabumi, Kusmana Hartadji Ingatkan ASN

    Sosialisasi Pilkada Sukabumi, Kusmana Hartadji Ingatkan ASN

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji, membuka kegiatan sosialisasi pemilihan kepala daerah yang meliputi pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Acara ini digelar oleh Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kota Sukabumi pada Selasa (29/10/2024) yang dihadiri oleh pemateri dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) […]

  • Diatur Dalam Perda Gedung Tinggi di Kota Bandung Harus Miliki Tata Kelola Penanganan Kebakaran

    Diatur Dalam Perda Gedung Tinggi di Kota Bandung Harus Miliki Tata Kelola Penanganan Kebakaran

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Gedung-gedung tinggi di Kota Bandung, harus memiliki tata kelola penanganan bencana dan kebakaran. Agar, kalau terjadi kebakaran, pada bangunan tinggi penghuni gedung sudah memiliki langkah-langkah yang diambil. Demikian Anggota DPRD Kota Bandung, Dr Uung Tanuwidjaya,SE.MM  mengatakan kepada wartawan Senin (4/11/2024),  aturan agar semua gedung tinggi di Kota Bandung harus memiliki tata kelola […]

  • Program Family Strengthening, YBM BRILiaN Targetkan Terciptanya Keluarga yang Kuat Spiritual dan Mandiri Secara Ekonomi

    Program Family Strengthening, YBM BRILiaN Targetkan Terciptanya Keluarga yang Kuat Spiritual dan Mandiri Secara Ekonomi

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Admin01
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Garut || MBInews.id — YBM BRILiaN (Yayasan Baitul Maal BRILiaN) merupakan lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah dari pekerja BRI yang berfokus pada program pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berkelanjutan. Kali ini, YBM BRILiaN Region 9 resmi meluncurkan Program Family Strengthening (FS) di Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Program ini menjadi salah satu kegiatan sosial […]

  • Achmad Nugraha: Stunting Harus Dicegah Bersama

    Achmad Nugraha: Stunting Harus Dicegah Bersama

    • calendar_month Senin, 29 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil II Ketua DPRD Kota Bandung, H. Achmad Nugraha, D.H., S.H., menghadiri acara Siswa Sadar Stunting yang diselenggarakan oleh Halo Puan bersama LKNU, di Pondok Pesantren Sirnamiskin, Kec. Bojongloa Kidul, Bandung, Sabtu (27/8/2022). Pentingnya kesadaran stunting menjadi hal yang patut kita gugah kepada masyarakat sekitar. Hal tersebut juga dirasakan oleh Achmad Nugraha […]

  • BRI Perkuat Kontribusi untuk Negara, Total Setoran Pajak dan Dividen Tembus Rp19,1 Triliun

    BRI Perkuat Kontribusi untuk Negara, Total Setoran Pajak dan Dividen Tembus Rp19,1 Triliun

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Admin01
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Jakarta || MBInews.id – Bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional yang diperingati setiap 14 Juli, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penerimaan negara melalui kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan dan kontribusi dividen. Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI terus memperkuat posisinya sebagai salah satu penyumbang penerimaan negara terbesar dari […]

  • Ulang Janji Pramuka Kota Bandung, Erwin Ajak Kobarkan Semangat Tri Satya

    Ulang Janji Pramuka Kota Bandung, Erwin Ajak Kobarkan Semangat Tri Satya

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    BANDUNG,binews – Di bawah langit malam Kota Bandung, Lapangan Upacara Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Bandung di Jalan L.L.R.E Martadinata, Rabu 13 Agustus 2025, menjadi saksi momen sakral bagi keluarga besar Gerakan Pramuka Kota Bandung. Ratusan anggota dewasa berkumpul dalam balutan seragam kebanggaan, mengikuti Upacara Ulang Janji yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin […]

expand_less