Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Presiden Jokowi: Dewan Pengawas KPK Tidak Boleh Diisi Politisi, Birokrat, dan Aparat Hukum

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 13 Sep 2019
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, MBInews.id – Presiden Jokowi didampingi Mensesneg dan Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan keterangan pers terkait revisi UU KPK, di Istana Negara, Jakarta

Dalam konperensi pers terkait usulan inisatif DPR untuk merevisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK), Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menanggapi sejumlah isu dalam RUU KPK yang diajukan DPR, di antaranya soal Dewan Pengawas.

“Keberadaan Dewan Pengawas ini memang perlu karena semua lembaga negara: Presiden, MA, DPR bekerja dalam prinsip checks and balances, saling mengawasi. Hal ini dibutuhkan untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan kewenangan,” tegas Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/9/2019) pagi.

Presiden menunjuk contoh dirinya yang diawasi dan diperiksa oleh BPK, dan juga diawasi oleh DPR. Karena itu, menurut Presiden, adanya Dewan Pengawas adalah  sesuatu yang juga wajar dalam proses tata kelola yang baik.

Demikian juga halnya di internal KPK. Menurut Presiden, anggota Dewan Pengawas KPK akan diambil dari tokoh masyarakat, akademisi, ataupun pegiat antikorupsi, bukan dari politisi, bukan dari birokrat, maupun dari aparat penegak hukum aktif.

“Pengangkatan anggota Dewan Pengawas ini dilakukan oleh Presiden dan dijaring melalui panitia seleksi,” jelas Presiden seraya menyampaikan agar  tersedia waktu transisi yang memadai untuk menjamin KPK tetap dapat menjalankan kewenangannya sebelum terbentuknya Dewan Pengawas.

SP3 dan Wadah Pegawai KPK Mengenai keberadaan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), Presiden Jokowi menilai hal ini juga diperlukan sebab penegakan hukum juga harus tetap menjamin prinsip-prinsip perlindungan HAM (Hak Asasi Manusia) dan juga untuk memberikan kepastian hukum.

Jika RUU inisiatif DPR memberikan batas waktu maksimal 1 tahun dalam pemberian SP3, Presiden Jokowi meminta ditingkatkan menjadi 2 tahun supaya memberi waktu yang memadai bagi KPK.

“Yang penting ada kewenangan KPK untuk memberikan SP3, yang bisa digunakan ataupun tidak digunakan,” kata Presiden.

Sementara terkait pegawai KPK, Presiden Jokowi yang didampingi Menseneg Pratikno dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan, bahwa mereka Pegawai KPK adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu PNS (Pegawai Negeri Sipil) atau P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Menurut Presiden, hal ini juga terjadi di lembaga-lembaga lainnya yang mandiri, seperti Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan juga lembaga-lembaga independen lainnya seperti KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu).

“Tapi saya menekankan agar implementasinya perlu masa transisi yang memadai dan dijalankan dengan penuh kehati-hatian.

Penyelidik dan penyidik KPK yang ada saat ini masih tetap menjabat dan tentunya mengikuti proses transisi menjadi ASN,” terang Presiden.

Kepala Negara berharap semua pihak bisa membicarakan isu-isu terkait revisi UU KPK ini dengan jernih, objektif, dan tanpa prasangka-prasangka yang berlebihan.

“Saya tidak ada kompromi dalam pemberantasan korupsi karena korupsi memang musuh kita bersama. Dan saya ingin KPK mempunyai peran sentral dalam pemberantasan korupsi di negara kita, yang mempunyai kewenangan lebih kuat dibandingkan lembaga-lembaga lain dalam pemberantasan korupsi,” tegas Kepala Negara.(Iwan B/Koes)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemkot Bandung Bakal Gencarkan Vaksinasi Booster Dan PeduliLindungi

    Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemkot Bandung Bakal Gencarkan Vaksinasi Booster Dan PeduliLindungi

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menggenjot kembali vaksinasi booster Covid-19. Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga akan menggetatkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Hal itu agar kasus positif Covid-19 di Kota Bandung tak mengalami pelonjakan. “Tempat yang diberi relaksasi, tolong PeduliLindungi itu diperhatikan lagi, mengingatkan lagi memproses diri sendiri. Juga salah satu ikhtiar kita […]

  • Farhan Bidik Akar Kriminalitas, Peredaran Miras dan Obat Keras Jadi Sasaran

    Farhan Bidik Akar Kriminalitas, Peredaran Miras dan Obat Keras Jadi Sasaran

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews – Pemerintah Kota Bandung memperkuat langkah pemberantasan peredaran minuman keras ilegal dan obat-obatan terlarang yang dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban masyarakat. Dalam operasi terbaru, petugas berhasil menyita sekitar 3.000 botol minuman keras ilegal dari sejumlah lokasi yang menjadi target penertiban. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa konsumsi […]

  • Kisah Ariel NOAH Setelah Di Suntik Vaksin Covid-19

    Kisah Ariel NOAH Setelah Di Suntik Vaksin Covid-19

    • calendar_month Kamis, 28 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Dua minggu usai penyuntikan vaksin yang pertama, Vokalis band Noah, Ariel tak merasakan efek samping apapun. Kini Ariel kembali ikut penyuntikan vaksin kedua di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung, Kamis, 28 Januari 2021. Ariel sempat kaget ketika bangun tidur usai penyuntikan pertama merasakan sesuatu yang tidak biasa. Setelah […]

  • Polemik Rumah Deret Tamansari, Ketua KNPI : Kutuk Keras Pihak Yang Memanfaatkannya

    Polemik Rumah Deret Tamansari, Ketua KNPI : Kutuk Keras Pihak Yang Memanfaatkannya

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.ID – DPD KNPI Jawa Barat akhirnya angkat bicara soal polemik rumah deret Tamansari Bandung. Sepenuhnya KNPI mendukung pemerintah kota Bandung merealisasikan pembangunan rumah deret tersebut. Ketua KNPI DPD Jabar, Rio F Wilantala mengatakan, pihaknya mengutuk keras pihak – pihak yang memanfaatkan polemik ini. “Kita harus memberikan kesempatan pada pemerintah kota Bandung yang sedang […]

  • Ketua TP PKK dan Posyandu Kota Bandung 2025-2030: akan Ciptakan Keluarga Sejahtera dan Berdaya

    Ketua TP PKK dan Posyandu Kota Bandung 2025-2030: akan Ciptakan Keluarga Sejahtera dan Berdaya

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, menjadi pengurus dan kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan tugas mulia. Pasalnya, kerja-kerja para pengurus dan kader PKK berdampak pada pemberdayaan keluarga dan generasi mendatang. Beberapa program penting yang harus diperhatikan , diantaranya pemberantasan stunting, pengelolaan sampah berbasis keluarga, serta penguatan ketahanan pangan dan […]

  • Inisiatif Sang Legislatif Jabar “DS” Datangi Jokowi

    Inisiatif Sang Legislatif Jabar “DS” Datangi Jokowi

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Untuk melakukan upaya penanggulangan dampak bencana banjir yang menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung, Anggota DPRD Provinsi Jabar H. M. Dadang Supriatna dengan inisiatif sendiri melakukan terobosan dan langkah-langkah strategis. ia menyatakan, bertekad menemui pemerintahan pusat di Jakarta untuk sama-sama turun langsung menanggulangi banjir di Kabupaten Bandung. “Hari ini, Selasa, 28 Januari […]

expand_less