Breaking News
Trending Tags

Fenomena Selebrity Dalam Kancah Pilkada Bandung Raya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id -Demokrasi membuka ruang bagi setiap orang untuk berpartisipasi dalam politik.

Siapapun dia, petani, politisi, pegawai, artis, olahragawan, semua punya kesempatan yang terbuka untuk berpolitik

Dalam dunia seleb fenomena ini sudah umum terjadi. Kebanyakan seleb akan melakukan dua hal umum yaitu membangun bisnis atau ikut kontestasi pilkada atau pileg disaat karir selebnya mulai menurun.

Mereka mengunakan sisa kepopuleranya untuk bertarung di dania politik. Sebut saja Dede Yusuf pernah menjadi wakil gubernur dan gagal maju gubernur. Dedi Mizwar berhasil maju wakil gubernur dan gagal maju sebagai gubernur.Nurul Arifin gagal maju walikota Bandung. Henky Kurniawan berhasil maju wakil bupati diusung partai Demokrat dan sekarang pindah ke PDIP.
Mungkin banyak lagi contoh di daerah lain dimana seleb maju pilkada ataupun pileg

Di Bandung Raya yang paling hangat tentu majunya Atep di pilkada Kabupaten Bandung.Atep telah resmi deklarasi dengan Mulyana sebagai calon Independent, namun Mulyana meninggalkan Atep dan akan maju melalui partai Gerindra. Atep nga kalah cepat, masuk ke Partai demokrat.
Setelah gagal dengan Mulyana Atep mencoba pendekatan dengan Yena Iskandar yang akan diusung PDIP tapi sepertinya kandas juga .

Terakhir berita dari media di Jawa barat hari ini Atep berusaha mendekat ke PKS.
Seleb lain adalah Sahrul Gunawan yang sepertinya sudah kokoh diusung Nasdem namun pasangan belum ada juga. Sahrul juga seleb yang popularitasnya sudah turun dalam dunia artis yang persanganya sangat ketat.

Lazimnya selebriti yang top biasanya di pinang oleh calon politisi yang kurang populer, namun fenomena Atep lain lagi, sepertinya Atep sibuk meminang politisi untuk dijadikan pendamping dalam pilkada Kabupaten.

Saya katakan diatas bahwa setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk berpolitik dalam negara demokrasi.Namun mengelola pemerintahan mempunyai syarat kapasitas . Kamampuan memimpin , memahami tata kelola pemerintahan, memahami birokrasi, memahami masyarakat dan lain sebagainya. Populer saja tidak cukup.

Namun saat ini kondisi masyarakat yang belum maksimal pengetahuannya mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, kondisi ekonomi yang sulit dan pendidikan politik yang sangat kurang dari partai-partai politik menyebabkan pilihan pragmatis sering terjadi. Siapa yang populer akan dipilih diatas kertas. Dilapangan lain lagi siapa yang lebih cangih strateginya bisa menang, liat saja pilkada Kota Bandung tahun lalu.

Disisi lain partai politik juga sangat pragmatis. Dari pada mengusung kader yang sudah jelas komitmenya kepada partai, sebagian pimpinan partai daerah lebih memilih proses transaksional dan mengusung seleb.

“Akhirnya prasyarat pemimpin daerah tidak terpenuhi. Karir politik anggota partai terganggu,”

Padahal dalam contoh diatas di Bandung Raya sedikit sekali seleb yang berhasil maju sebagai kepala daerah.

Pertarungan pilkada hari-hari ini adalah pertarungan logistik atau uang. Siapa yang tidak punya uang memadai jangan coba coba bertarung. Rakyat tidak melihat siapa figure atau program. Rakyat kebanyakan hanya ingin melihat kandidat datang dan konkrit berbuat untuk kepentingan dirinya sesaat atau syukur- syukur berbuat untuk kepentingan komunitas. Tanpa hal tersebut seleb populer juga akan tidak dipilih.

Untuk para seleb yang berminat maju dalam kancah politik sebaiknya adaptasi dulu dalam dunia politik minimal dua tahun. Supaya kapasitas pengetahun dan loyalitas kelihatan memadai.
Tanpa hal tersebut maka kebanyakan seleb hanya di keruk uangnya dan setelah kalah juga akan di meninggalkan partai. Seperti di KBB seleb kurang loyal atau kurang etika bisa pindah partai hanya karena di iming-iming untuk mengantikan bupati yang sedang berkasus hukum.

Partai politik sebaiknya jangan hanya memanfaatkan kepopuleran seleb atau ketersedian logistiknya, lakukan pendidikan politik yang benar supaya kader yang sudah berkiprah juga tidak kabur. Bangun etika politik.

Pesta pilkada adalah pesta menentukan arah pemerintahan dimasa depan. Oleh karena itu masyarakat juga memikirkan masa depan dengan memilih pemimpin yang mumpuni dan berpihak kepada masyarakat.

Dengan demikian tujuan pesta demokrasi untuk jangka panjang juga tercapai. Terpilih pemimpin yang berpihak kepada rakyat. Punya kemanpuam yang madai untuk memimpin sebuah daerah. Dan dapat mensejahterakan masyarakatnya.

Harlans M Fachra MSi
Pemerhati Kebijakan Publik

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Kota Sukabumi Mengecam Keras Aksi Pembakaran Al-Quran

    Pemerintah Kota Sukabumi Mengecam Keras Aksi Pembakaran Al-Quran

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi mengecam keras tindakan tak terpuji Rasmus Paludan, yang membakar kitab suci Al-Quran beberapa waktu lalu. Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Dida Sembada mengatakan langsung hal tersebut dihadapan pengunjuk rasa dari organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Reformis Islam (Garis) Sukabumi Raya, Selasa (31/01). “Kami berterimakasih sekali kepada ormas Garis Sukabumi Raya yang […]

  • Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Intruksikan Seluruh Kader di Jabar Jalankan 7 Intruksi  AHY

    Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Intruksikan Seluruh Kader di Jabar Jalankan 7 Intruksi AHY

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JABAR, MBInews.id Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Jabar Anton Suratto menyatakan seluruh kader PD DI Jawa barat siap menjalankan tujuh instruksi Ketua Umum AHY yang disampaikan pada saat Rapimnas di Jakarta untuk kemenangan partai di Jabar. Menurut Anton, tujuh instruksi tersebut Ketum PD tersebut apabila dilaksanakan akan memberikan kemenangan untuk partai […]

  • Bank bjb Partisipasi Kembali Gelaran BBQ Ride Manjakan Pecinta Otomotif

    Bank bjb Partisipasi Kembali Gelaran BBQ Ride Manjakan Pecinta Otomotif

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Bank bjb kembali berpartisipasi dalam gelaran event, untuk lebih mendekatkan diri dengan nasabah maupun calon nasabah terutama pecinta otomotif. Bersama event bertajuk “BBQ Ride Unstoppable 2024″, bank bjb menghadirkan serangkaian promo menarik dalam acara yang telah berlangsung pada 8 hingga 9 Juni 2024 di Laswi Heritage, Bandung. Acara ini menjadi ajang bagi […]

  • Dakwaan Penuntut Umum KPK terhadap Dadan Tri Yudianto, Tidak Cermat dan Membingungkan

    Dakwaan Penuntut Umum KPK terhadap Dadan Tri Yudianto, Tidak Cermat dan Membingungkan

    • calendar_month Rabu, 8 Nov 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Mbinews.id – Pengusaha swasta Dadan Tri Yudianto, kembali menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (7/11/2023) sebagai terdakwa dengan agenda eksepsi terdakwa. Sebelumnya, Dadan Tri Yudianto oleh Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor […]

  • Kenali Hak Atas Tanah Anda: Informasi Dasar yang Perlu Diketahui Warga

    Kenali Hak Atas Tanah Anda: Informasi Dasar yang Perlu Diketahui Warga

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

      SUKABUMI,Mbinews.id- Banyak masyarakat yang masih belum memahami bahwa setiap bidang tanah yang dimiliki atau digunakan memiliki jenis hak yang berbeda-beda. Padahal, mengenali jenis hak atas tanah sangat penting untuk memberikan kepastian hukum, mencegah sengketa, dan memudahkan dalam proses jual beli, warisan, maupun pengalihan hak. Kantor Pertanahan Kota Sukabumi mengimbau, seluruh masyarakat untuk mengenali lima […]

  • Nama Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kembali di Catut Dalam Tindak Penipuan

    Nama Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kembali di Catut Dalam Tindak Penipuan

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    SUKABUMI,mbinews.id– Upaya penipuan mengatasnamakan Penjabat Wali Kota, Kusmana Hartadji, kembali terjadi, dan kali ini memakan korban. Berdasarkan beberapa bukti yang dikirimkan oleh korban penipuan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi pada 22 Januari 2024, diantaranya berupa tangkapan layar percakapan orang yang mengakukan Penjabat Wali Kota dengan korban, upaya penipuan ini bermoduskan permintaan transfer […]

expand_less