Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Fenomena Selebrity Dalam Kancah Pilkada Bandung Raya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id -Demokrasi membuka ruang bagi setiap orang untuk berpartisipasi dalam politik.

Siapapun dia, petani, politisi, pegawai, artis, olahragawan, semua punya kesempatan yang terbuka untuk berpolitik

Dalam dunia seleb fenomena ini sudah umum terjadi. Kebanyakan seleb akan melakukan dua hal umum yaitu membangun bisnis atau ikut kontestasi pilkada atau pileg disaat karir selebnya mulai menurun.

Mereka mengunakan sisa kepopuleranya untuk bertarung di dania politik. Sebut saja Dede Yusuf pernah menjadi wakil gubernur dan gagal maju gubernur. Dedi Mizwar berhasil maju wakil gubernur dan gagal maju sebagai gubernur.Nurul Arifin gagal maju walikota Bandung. Henky Kurniawan berhasil maju wakil bupati diusung partai Demokrat dan sekarang pindah ke PDIP.
Mungkin banyak lagi contoh di daerah lain dimana seleb maju pilkada ataupun pileg

Di Bandung Raya yang paling hangat tentu majunya Atep di pilkada Kabupaten Bandung.Atep telah resmi deklarasi dengan Mulyana sebagai calon Independent, namun Mulyana meninggalkan Atep dan akan maju melalui partai Gerindra. Atep nga kalah cepat, masuk ke Partai demokrat.
Setelah gagal dengan Mulyana Atep mencoba pendekatan dengan Yena Iskandar yang akan diusung PDIP tapi sepertinya kandas juga .

Terakhir berita dari media di Jawa barat hari ini Atep berusaha mendekat ke PKS.
Seleb lain adalah Sahrul Gunawan yang sepertinya sudah kokoh diusung Nasdem namun pasangan belum ada juga. Sahrul juga seleb yang popularitasnya sudah turun dalam dunia artis yang persanganya sangat ketat.

Lazimnya selebriti yang top biasanya di pinang oleh calon politisi yang kurang populer, namun fenomena Atep lain lagi, sepertinya Atep sibuk meminang politisi untuk dijadikan pendamping dalam pilkada Kabupaten.

Saya katakan diatas bahwa setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk berpolitik dalam negara demokrasi.Namun mengelola pemerintahan mempunyai syarat kapasitas . Kamampuan memimpin , memahami tata kelola pemerintahan, memahami birokrasi, memahami masyarakat dan lain sebagainya. Populer saja tidak cukup.

Namun saat ini kondisi masyarakat yang belum maksimal pengetahuannya mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, kondisi ekonomi yang sulit dan pendidikan politik yang sangat kurang dari partai-partai politik menyebabkan pilihan pragmatis sering terjadi. Siapa yang populer akan dipilih diatas kertas. Dilapangan lain lagi siapa yang lebih cangih strateginya bisa menang, liat saja pilkada Kota Bandung tahun lalu.

Disisi lain partai politik juga sangat pragmatis. Dari pada mengusung kader yang sudah jelas komitmenya kepada partai, sebagian pimpinan partai daerah lebih memilih proses transaksional dan mengusung seleb.

“Akhirnya prasyarat pemimpin daerah tidak terpenuhi. Karir politik anggota partai terganggu,”

Padahal dalam contoh diatas di Bandung Raya sedikit sekali seleb yang berhasil maju sebagai kepala daerah.

Pertarungan pilkada hari-hari ini adalah pertarungan logistik atau uang. Siapa yang tidak punya uang memadai jangan coba coba bertarung. Rakyat tidak melihat siapa figure atau program. Rakyat kebanyakan hanya ingin melihat kandidat datang dan konkrit berbuat untuk kepentingan dirinya sesaat atau syukur- syukur berbuat untuk kepentingan komunitas. Tanpa hal tersebut seleb populer juga akan tidak dipilih.

Untuk para seleb yang berminat maju dalam kancah politik sebaiknya adaptasi dulu dalam dunia politik minimal dua tahun. Supaya kapasitas pengetahun dan loyalitas kelihatan memadai.
Tanpa hal tersebut maka kebanyakan seleb hanya di keruk uangnya dan setelah kalah juga akan di meninggalkan partai. Seperti di KBB seleb kurang loyal atau kurang etika bisa pindah partai hanya karena di iming-iming untuk mengantikan bupati yang sedang berkasus hukum.

Partai politik sebaiknya jangan hanya memanfaatkan kepopuleran seleb atau ketersedian logistiknya, lakukan pendidikan politik yang benar supaya kader yang sudah berkiprah juga tidak kabur. Bangun etika politik.

Pesta pilkada adalah pesta menentukan arah pemerintahan dimasa depan. Oleh karena itu masyarakat juga memikirkan masa depan dengan memilih pemimpin yang mumpuni dan berpihak kepada masyarakat.

Dengan demikian tujuan pesta demokrasi untuk jangka panjang juga tercapai. Terpilih pemimpin yang berpihak kepada rakyat. Punya kemanpuam yang madai untuk memimpin sebuah daerah. Dan dapat mensejahterakan masyarakatnya.

Harlans M Fachra MSi
Pemerhati Kebijakan Publik

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudar: GP Ansor tidak Mudah Begitu Saja Dibubarkan…!

    Sudar: GP Ansor tidak Mudah Begitu Saja Dibubarkan…!

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id — Ramainya gerakan tagar dan tagline bubarkan Banser dimedia sosial, direspon Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Sukabumi, Sudar Fauzi mengatakan GP Ansor tidak mudah begitu saja dibubarkan, Kamis (05/09/2019). “GP Ansor itukan gerakan organisasi kepemudaan yang ada dibawah naungan Badan Organisasi Otonom Nahdatul Ulama (BANOM NU) kalau mau bubarkan Banser ya harus NU […]

  • Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Ajak Mahasiswa Jaga Kebersamaan di Tengah Pemilu

    Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Ajak Mahasiswa Jaga Kebersamaan di Tengah Pemilu

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews –Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, H. Achmad Nugraha, D.H., S.H., berharap kaum muda di Kota Bandung melek politik, terlebih dalam menyambut tahun politik 2024 mendatang. Hal tersebut disampaikannya pada Stadium General Dam-Nasional PC IMM Kota Bandung bertajuk “Pemuda Care Politik: Menggagas Political Models Pemuda Bangsa Yang Berkemajuan,” di Universitas Muhammadiyah Bandung, Rabu (6/12/2023). […]

  • Program TJSL BRI Ciamis: Bantuan Sembako Tepat Sasaran untuk Masyarakat Membutuhkan

    Program TJSL BRI Ciamis: Bantuan Sembako Tepat Sasaran untuk Masyarakat Membutuhkan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Admin01
    • visibility 466
    • 0Komentar

    CIAMIS, eljabar.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terbaru, melalui Branch Office (BO) Ciamis, BRI menyalurkan bantuan paket sembako yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu di wilayah Kabupaten Ciamis. Program ini merupakan salah […]

  • Keseriusan Pengelolaan Sampah Harus Ada Sanksi Tegas

    Keseriusan Pengelolaan Sampah Harus Ada Sanksi Tegas

    • calendar_month Rabu, 21 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, H. Achmad Nugraha, D.H., S.H., menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Bareng bertema Pengelolaan Sampah di Mulai Dari Rumah, di Aula Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu, (21/06/2023). Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung mengatakan, sampah jadi persoalan besar yang harus bisa diselesaikan secara tuntas , sehingga mewujudkan […]

  • PTM Segera Dimulai Bulan Juli Mendatang, Abdul Hadi Wijaya: Sekolah Tatap Muka Harus Perhatikan Kondisi Psikologis Anak

    PTM Segera Dimulai Bulan Juli Mendatang, Abdul Hadi Wijaya: Sekolah Tatap Muka Harus Perhatikan Kondisi Psikologis Anak

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya mendukung penuh, rencana dilakukannya kembali sekolah tatap muka  yang akan dimulai bulan juli mendatang. Meskipun masih memerlukan diskusi yang panjang, menurutnya ada beberapa aspek yang perlu disiapkan seperti adanya persetujuan orang tua siswa dalam pemberlakukan sekolah tatap muka tersebut. “Terkait sekolah […]

  • Komisi II DPRD Kawal Rencana Perseroda BPR Kota Bandung

    Komisi II DPRD Kawal Rencana Perseroda BPR Kota Bandung

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    BANDUNG,MBINEWS – Komisi II DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja membahas rencana perubahan status Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kota Bandung menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) BPR Kota Bandung. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kota Bandung, Kamis (4/6/2026). Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung, H. Aries Supriyatna, […]

expand_less