Breaking News
Trending Tags

Fenomena Selebrity Dalam Kancah Pilkada Bandung Raya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id -Demokrasi membuka ruang bagi setiap orang untuk berpartisipasi dalam politik.

Siapapun dia, petani, politisi, pegawai, artis, olahragawan, semua punya kesempatan yang terbuka untuk berpolitik

Dalam dunia seleb fenomena ini sudah umum terjadi. Kebanyakan seleb akan melakukan dua hal umum yaitu membangun bisnis atau ikut kontestasi pilkada atau pileg disaat karir selebnya mulai menurun.

Mereka mengunakan sisa kepopuleranya untuk bertarung di dania politik. Sebut saja Dede Yusuf pernah menjadi wakil gubernur dan gagal maju gubernur. Dedi Mizwar berhasil maju wakil gubernur dan gagal maju sebagai gubernur.Nurul Arifin gagal maju walikota Bandung. Henky Kurniawan berhasil maju wakil bupati diusung partai Demokrat dan sekarang pindah ke PDIP.
Mungkin banyak lagi contoh di daerah lain dimana seleb maju pilkada ataupun pileg

Di Bandung Raya yang paling hangat tentu majunya Atep di pilkada Kabupaten Bandung.Atep telah resmi deklarasi dengan Mulyana sebagai calon Independent, namun Mulyana meninggalkan Atep dan akan maju melalui partai Gerindra. Atep nga kalah cepat, masuk ke Partai demokrat.
Setelah gagal dengan Mulyana Atep mencoba pendekatan dengan Yena Iskandar yang akan diusung PDIP tapi sepertinya kandas juga .

Terakhir berita dari media di Jawa barat hari ini Atep berusaha mendekat ke PKS.
Seleb lain adalah Sahrul Gunawan yang sepertinya sudah kokoh diusung Nasdem namun pasangan belum ada juga. Sahrul juga seleb yang popularitasnya sudah turun dalam dunia artis yang persanganya sangat ketat.

Lazimnya selebriti yang top biasanya di pinang oleh calon politisi yang kurang populer, namun fenomena Atep lain lagi, sepertinya Atep sibuk meminang politisi untuk dijadikan pendamping dalam pilkada Kabupaten.

Saya katakan diatas bahwa setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk berpolitik dalam negara demokrasi.Namun mengelola pemerintahan mempunyai syarat kapasitas . Kamampuan memimpin , memahami tata kelola pemerintahan, memahami birokrasi, memahami masyarakat dan lain sebagainya. Populer saja tidak cukup.

Namun saat ini kondisi masyarakat yang belum maksimal pengetahuannya mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, kondisi ekonomi yang sulit dan pendidikan politik yang sangat kurang dari partai-partai politik menyebabkan pilihan pragmatis sering terjadi. Siapa yang populer akan dipilih diatas kertas. Dilapangan lain lagi siapa yang lebih cangih strateginya bisa menang, liat saja pilkada Kota Bandung tahun lalu.

Disisi lain partai politik juga sangat pragmatis. Dari pada mengusung kader yang sudah jelas komitmenya kepada partai, sebagian pimpinan partai daerah lebih memilih proses transaksional dan mengusung seleb.

“Akhirnya prasyarat pemimpin daerah tidak terpenuhi. Karir politik anggota partai terganggu,”

Padahal dalam contoh diatas di Bandung Raya sedikit sekali seleb yang berhasil maju sebagai kepala daerah.

Pertarungan pilkada hari-hari ini adalah pertarungan logistik atau uang. Siapa yang tidak punya uang memadai jangan coba coba bertarung. Rakyat tidak melihat siapa figure atau program. Rakyat kebanyakan hanya ingin melihat kandidat datang dan konkrit berbuat untuk kepentingan dirinya sesaat atau syukur- syukur berbuat untuk kepentingan komunitas. Tanpa hal tersebut seleb populer juga akan tidak dipilih.

Untuk para seleb yang berminat maju dalam kancah politik sebaiknya adaptasi dulu dalam dunia politik minimal dua tahun. Supaya kapasitas pengetahun dan loyalitas kelihatan memadai.
Tanpa hal tersebut maka kebanyakan seleb hanya di keruk uangnya dan setelah kalah juga akan di meninggalkan partai. Seperti di KBB seleb kurang loyal atau kurang etika bisa pindah partai hanya karena di iming-iming untuk mengantikan bupati yang sedang berkasus hukum.

Partai politik sebaiknya jangan hanya memanfaatkan kepopuleran seleb atau ketersedian logistiknya, lakukan pendidikan politik yang benar supaya kader yang sudah berkiprah juga tidak kabur. Bangun etika politik.

Pesta pilkada adalah pesta menentukan arah pemerintahan dimasa depan. Oleh karena itu masyarakat juga memikirkan masa depan dengan memilih pemimpin yang mumpuni dan berpihak kepada masyarakat.

Dengan demikian tujuan pesta demokrasi untuk jangka panjang juga tercapai. Terpilih pemimpin yang berpihak kepada rakyat. Punya kemanpuam yang madai untuk memimpin sebuah daerah. Dan dapat mensejahterakan masyarakatnya.

Harlans M Fachra MSi
Pemerhati Kebijakan Publik

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komoditas Di Kota Sukabumi Alami Deflasi 0, 40 Persen

    Komoditas Di Kota Sukabumi Alami Deflasi 0, 40 Persen

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Banyaknya beberapa komoditas alami penurunan harga di lapangan, Kota Sukabumi alami deflasi 0,04 persen di bulan oktober 2019. Komoditas yang memicu terjadinya deflasi berada pada dua kelompok pengeluaran yakni kelompok bahan makanan dan kelompok sandang.”Hasil pendataaan yang dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sukabumi, di bulan oktober kita alami deflasi […]

  • Percepat Vaksinasi Covid-19, Pemkot Bandung  Masifkan  Vaksin Massal

    Percepat Vaksinasi Covid-19, Pemkot Bandung Masifkan Vaksin Massal

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Guna mempercepat proses vaksinasi Covid-19, sebanyak 1500 orang petugas pelayan publik di Kota Bandung hari ini menjalani penyuntikan dosis pertama vaksin Covid-19 di Hotel Karang Setra, Sukajadi, Rabu 17 Januari 2021. Mereka terdiri dari guru, perwakilan tokoh agama, Kemenag penyuluh, anggota TP-PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), anggota Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga), […]

  • HUT Kota Sukabumi Ke-106, SKPD & Sekertariat DPRD  Ucapkan Melalui Vicon Dengan Walikota Dan Wakil Walikota Sukabumi

    HUT Kota Sukabumi Ke-106, SKPD & Sekertariat DPRD Ucapkan Melalui Vicon Dengan Walikota Dan Wakil Walikota Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Dampak wabah Covid-19. Seluruh SKPD laksanakan Video Conference (Vicon) dalam peringatan HUT Kota Sukabumi ke 106 tahun ini. Sepertihalnya yang dilakukan oleh Sekretariat DPRD Kota Sukabumi, semua pejabat dari pukul 09.00 sudah memenuhi ruangan meeting untuk pelaksanaan vicon dengan pimpinan daerah. Sekretaris DPRD Kota Sukabumi Asep L Sukmana mengatakan, momen peringatan HUT […]

  • Diskumindag Kota Sukabumi Catat, Harga Ayam dan Cabai Naik Jelang Idul Adha 1447H

    Diskumindag Kota Sukabumi Catat, Harga Ayam dan Cabai Naik Jelang Idul Adha 1447H

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 364
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Sejumlah komoditas pangan di Kota Sukabumi mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kenaikan paling signifikan terjadi pada cabai merah lokal yang melonjak hingga 50 persen akibat meningkatnya permintaan masyarakat dan menurunnya pasokan di pasaran. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi pada Senin (25/5/2026), harga […]

  • Inovasi Budidaya Maggot Buruan Sae Kota Bandung Raih Penghargaan Special Mention di MPA 2025

    Inovasi Budidaya Maggot Buruan Sae Kota Bandung Raih Penghargaan Special Mention di MPA 2025

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Kota Bandung kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Praktik Baik bertajuk “Ekonomi Sirkular Buruan Sae: Budidaya Maggot sebagai Penggerak Inovatif Sirkularitas dan Reduksi Limbah Pangan dalam Model Buruan Sae di Kota Bandung” berhasil meraih pengakuan istimewa berupa Special Mention dalam kategori Food Waste pada ajang bergengsi Milan Pact Award (MPA) 2025. […]

  • H Fathi Anggota DPRD RI Buka Layanan pengaduan Masyarakat yang Terjerat Pinjaman Online

    H Fathi Anggota DPRD RI Buka Layanan pengaduan Masyarakat yang Terjerat Pinjaman Online

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Anggota Komisi XI DPR RI, H. Fathi membuka layanan pengaduan dan advokasi bagi masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol), khususnya bagi warga Kota Bandung dan Kota Cimahi. Menurut Fathi, pengaduan maupun laporan bisa lewat akun medsos Instagram pribadinya @fathipd, bisa juga langsung datang ke rumah aspirasi yang beralamat di Jalan Karawitan Nomor […]

expand_less