Breaking News
Trending Tags

Akibat Swavideo Kebencian, RRM Diganjar Pasal Berlapis

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2020
  • visibility 165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, MBInews.id – RRM (28) pembuat video ujaran kebencian, kesusilaan dan penghinaan terhadap institusi Polri diganjar pasar berlapis.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni mengatakan, bahwa pada hari Selasa (13/10/20) sekira jam 14.00 wib pelaku ikut melakukan aksi unjuk rasa di daerah patung kuda Jakarta, saat unjuk rasa pelaku membuat swavideo dengan mengatakan Polisi anjing secara berulang-ulang sambil mengacungkan jari tengah tangan kanannya.

“Sesampainya di Sukabumi pelaku ini, membagikan videonya kepada teman-temannya, sehingga video yang dibuat oleh pelaku viral di media sosial” kata Sumarni saat konferensi persnya, Jumat malam (16/10/20).

Guna penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian Resort Sukabumi Kota, menyita barang bukti 1 unit handphone merk Realme 5 pro, 1 potong kaos oblong lengan panjang warna hitam dan 1 potong celana panjang warna coklat.

” Handphone dan pakaian yang saat itu digunakan pelaku kita sita, guna untuk penyelidikan lebih lanjut” kata Sumarni.

Akibat prilakunya, RRM akhirnya dikenakan Pasal 45A ayat (2) jo. Pasal 28 ayat 2 uu RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas uu RI no. 11 tahun 2008 tentang ITE, Pasal 45 ayat (1) ju. Pasal 27 aya (1) uu RI no. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas uu RI no 11 tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 207 KUHP.

” Tersangka ini ancaman penjaranya maksimal 6 tahun. Saat ini pelaku sedang dilakukan pemeriksaan guna penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Sumarni.

Sebelumnya diberitakan, RRM mengaku kesal, karena dirinya mengaku tertembak gas air mata saat ikut aksi unjuk rasa, hingga akhirnya membuat video kebencian terhadap aparat kepolisian.

“Polisi anj***, polisi anj***etamah, naon pak teumawa nanaon aingah kalakah rek ngusir, demokrasi pak ieumah. Damai pak slow, teu mawa naon-naon didieumah. orang sunda aingmah orang Jampang,” ujar RRM dalam video viralnya. (Dian/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenalkan Jingle Es Cream “Campina” Gaet Musisi Widi ‘Maliq & D’Essentials

    Kenalkan Jingle Es Cream “Campina” Gaet Musisi Widi ‘Maliq & D’Essentials

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Gaet musisi, Produsen es krim terkemuka, PT Campina Ice Cream memperkenalkan pembaharuan Jingle Campina yang kali ini berkolaborasi dengan musisi Widi ‘Maliq & D’Essentials’ bertempat di Hotel Crowne Plaza, Bandung.(6/2/2020)Kamis malam Bergelut di industri ice cream Tanah Air sejak tahun 1972. Brand Campina sendiri pertama kali memperkenalkan Jingle iklannya di tahun 1981 […]

  • 14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

    14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

    • calendar_month Sabtu, 16 Mar 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Jakarta – Hari yang sama 14 tahun lalu, Munir Said Thalib meninggal di dalam pesawat yang mengantarnya ke Amsterdam, Belanda. Munir diracun di udara. Pollycarpus Budihari Priyanto, seorang pilot senior Garuda Indonesia saat itu, ditangkap dan diadili. Dia divonis 14 tahun penjara, tetapi majelis hakim yang mengadilinya yakin ada dalang di balik pembunuhan Munir. Siapa? […]

  • Reses DPRD Kabupaten Bandung: Aspirasi Warga Banyusari Disampaikan

    Reses DPRD Kabupaten Bandung: Aspirasi Warga Banyusari Disampaikan

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id – Pada masa reses sidang III tahun 2025, H.Iyep Jamaludin S.Sos, Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Partai Golkar, bersama Kepala Desa Banyusari, H. Didin Dino, menggelar pertemuan di Aula Kantor Desa Banyusari, Kecamatan Katapang, pada 20 Agustus 2025. Dalam kesempatan tersebut, H. Didin Dino menyampaikan, Setiap reses yang dihadiri oleh anggota dewan […]

  • Hari Pertama, MPLS SMP Negeri 42 Kota Bandung Berjalan Tertib Dan Lancar

    Hari Pertama, MPLS SMP Negeri 42 Kota Bandung Berjalan Tertib Dan Lancar

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Hari Pertama, Kegiatan orientasi atau pengenalan siswa baru di berbagai jenjang pendidikan di Kota Bandung diseragamkan tahun ajaran baru ini. Mulai konsep, materi, hingga jadwal kegiatan disusun rigid oleh Dinas Pendidikan. Tujuannya, menghindari praktik perpeloncoan yang menjadi kekhawatiran orangtua.Tahun ini, kegiatan pengenalan siswa baru tersebut dinamakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Waktunya […]

  • Baksos Ramadhan, Pokdar Kamtibmas Sektor Cikole Bagikan Ribuan Takjil

    Baksos Ramadhan, Pokdar Kamtibmas Sektor Cikole Bagikan Ribuan Takjil

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Ratusan anggota Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) Sektor Cikole, Resor Sukabumi Kota, melakukan kegiatan bakti sosial berupa bagi-bagi takjil di seputaran ruas Jalan Veteran, tepatnya di depan Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Ketua Pokdar Kamtibmas Sektor Cikole, Sony Kuntara mengatakan, kegiatan sosial ini telah rutin dilakukan setiap tahunnya. Dirinya […]

  • Tak Ingin Bergantung Dana Pusat, Wali Kota Minta OPD Benahi Mesin PAD

    Tak Ingin Bergantung Dana Pusat, Wali Kota Minta OPD Benahi Mesin PAD

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mulai menyusun strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya perangkat daerah penghasil pendapatan, menyusun sistem pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terarah hingga 2035. Langkah ini diambil di tengah besarnya tantangan memenuhi target PAD 2026 yang […]

expand_less