Breaking News
Trending Tags

Gedong Cai Tjibadak, Umur Seabad Jadi Sumber Air Masyarakat Bandung, Simak Sejarahnya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 6 Jan 2022
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Air merupakan sumber kehidupan. Bicara soal air, Kota Bandung punya satu sumber air yang sudah ada sejak 1921.

Namanya Gedong Cai Tjibadak yang terletak di Kelurahan Ledeng, Bandung.

Perlu waktu setengah jam dari pusat kota untuk sampai ke sini. Aksesnya melalui samping Terminal Ledeng dan bisa dilewati oleh sepeda motor atau berjalan kaki.

Humas Bandung mengunjungi Kawasan Gedong Cai, Kamis 6 Januari 2022. Sepekan sebelumnya, Gedong Cai Tjibadak baru saja merayakan ulang tahun ke-100.

Ya, walau usianya satu dekade namun sampai saat ini Gedong Cai Tjibadak masih jadi salah satu sumber mata air bagi masyarakat Kota Bandung.

Yadi Supriyadi selaku Ketua Yayasan CAI (kelompok masyarakat yang merawat kawasan Gedong Cai Tjibadak) mengisahkan, Gedong Cai Tjibadak dibangun di era Wali Kota Bandung pertama, Bertus Coops.

Pembangunan sumber air ini berawal dari pencetusan Bandung yang diproyeksikan menjadi ibu kota Hindia Belanda saat itu.

Informasi lainnya menyebut sumber air ini dibangun saat Pemerintah Hindia Belanda kala itu sedang berhadapan dengan wabah kolera.

Hadirnya Gedong Cai Tjibadak juga merupakan upaya Pemerintah Bandung kala itu menyediakan air bersih buat masyarakat.

Filosofi nama Tjibadak itu sendiri berangkat dari nama cai badag dalam bahasa Sunda, alias air yang besar dalam bahasa Indonesia.

Namun, ada pula sumber yang menyebut penamaan Cibadak berasal dari kondisi di kawasan ini yang dulunya dihuni badak.

Kabarnya, nama wilayah Ledeng juga berawal dari istilah Waterleiding di era kolonial Belanda. Waterlaiding itu sendiri berarti air yang besar.

Kehebatan dan anugerah Gedong Cai Tjibadak tercermin dari limpahan air yang banyak. Saat itu, Gedong Cai Tjibadak menghasilkan debit air 50 liter per-detik.

Jumlah ini menurut Yadi mengalami surplus. Hanya perlu 20 persen saja jumlah air di sini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bandung.

Pada perjalanannya, Gedong Cai Tjibadak terus menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Bandung.

Waktu silih berganti, hingga memasuki dekade 2010-an, debit air di Gedong Cai Tjibadak menyusut cukup jauh, hingga 18 liter per detik.

Penurunan ini kemudian jadi konsen Pemerintah Kota Bandung beserta masyarakat untuk sama-sama melakukan konservasi.

Secara bertahap, kolaborasi Pemkot dan masyarakat pun dibangun. Akses menuju Gedong Cai diperbaiki, demikian pula sumber airnya.

“Konservasi tersebut berbuah hasil. Debit air yang menyusut sampai 18 liter, kini menjadi 22 liter,” terang Yadi.

Peningkatan ini tidak lantas membuat pemerintah dan masyarakat terlena. Kolaborasi menjaga alam di kawasan Gedong Cai Tjibadak terus dijalankan.

Demikian pula sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, bahwa Kota Bandung punya sumber air yang usianya satu dekade.

Dalam kesempatan yang sama, Lurah Ledeng, Budi Prasetio menuturkan, Gedong Cai jadi suatu kebanggaan bagi Kelurahan Ledeng. Apalagi bangunan tersebut bersejarah dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Bandung, “Di sini banyak potensi yang kita miliki,” terang Budi.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan saat ini upaya Pemkot Bandung lewat Kelurahan dalam menjaga kawasan ini antara lain dengan merevitalisasinya.

Bangunan yang kini menjadi kawasan heritage tersebut dipagar dan dijaga agar tidak mudah tersentuh.

Demikian pula cat dan bangunannya yang dikembalikan seperti tampilan awal di zaman kolonial Belanda.

Sebagai informasi, ulang tahun ke-100 Gedong Cai Tjibadak dihadiri pula oleh Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana pada 29 Desember 2021 silam.

Dalam kesempatan tersebut, Yana mengapresiasi seluruh pihak yang sama-sama menjaga hingga Gedong Cai Tjibadak berusia 100 tahun.

Ia berpesan agar konservasi tersebut terus dijaga dengan baik. Mulai dari pemanfaatan lahan, ruang untuk habitat flora dan fauna.

“Terutama pengamanan aset, juga fungsi seke sebagai mata air di tempat ini. Mudah-mudahan kembali memberikan sumber air baku bisa dimanfaatkan kepada warga Kota Bandung,” ujar Yana saat menghadiri acara ulang tahun ke-100 Gedong Cai Tjibadak.

Budi berharap selebrasi 100 tahun Gedong Cai Tjibadak bukan sekadar selebrasi belaka. Ia berharap sumber air ini dapat menjadi sumber kehidupan masyarakat Bandung tanpa henti.

“Semoga terus mengalir dan anak-cucu kita bisa ketemu di 100 tahun dan 100 tahun ke depan,” tutur Budi.(ray)**

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang Kecil di Kota Bandung Jangan Diabaikan Dengan Banyaknya Pusat Perbelanjaan dan Swalayan

    Pedagang Kecil di Kota Bandung Jangan Diabaikan Dengan Banyaknya Pusat Perbelanjaan dan Swalayan

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Pusat perbelanjaan, toko swalayan dan mini market makin banyak di Kota Bandung. jarak nya pun berdekatan dengan pasar tradisional dan warung UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) milik warga. Sehingga tak sedikit warung UMKM atau rumahan gulung tikar. Demikian Anggota DPRD Kota Bandung Rieke Suryaningsih, S.H. mengatakan kepada wartawan, Jum’at (08/11/2024). Rieke […]

  • OTT di  Basarnas, Koalisi Sipil dan ICW Desak Pimpinan KPK Diberhentikan

    OTT di Basarnas, Koalisi Sipil dan ICW Desak Pimpinan KPK Diberhentikan

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id Kasus dugaan korupsi di Badan SAR Nasional (Basarnas) yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami kisruh, dan hal ini menjadi sorotan dari Koalisi Masyarakat Sipil dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Kedua kelompok ini mendesak untuk memberhentikan pimpinan KPK saat ini. Koalisi Masyarakat Sipil dan ICW menilai pimpinan KPK saat ini harus bertanggung […]

  • HUT IKWI,  Yuuk Ikut Fun Walk PWI Pusat

    HUT IKWI, Yuuk Ikut Fun Walk PWI Pusat

    • calendar_month Rabu, 21 Jun 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews – Panitia pelaksana Fun Walk dalam rangka HUT ke-62 Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) masih membuka pendaftaran bagi wartawan dan keluarga yang ingin mengikuti acara yang akan digelar pada 15 Juli 2023 itu. Tb Adhi, ketua Panpel, mengatakan masih menanti pendaftaran bagi peserta yang ingin mengikuti Fun Walk dengan rute dari halaman Gedung […]

  • Antisipasi Tawuran Pelajar, Wali Kota Kumpulkan Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Sukabumi

    Antisipasi Tawuran Pelajar, Wali Kota Kumpulkan Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Ratusan kepala sekolah pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan juga Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau yang sederajat baik negeri maupun swasta, dikumpulkan langsung untuk mengikuti kegiatan rapat konsolidasi antisipasi kenakalan pelajar di Kota Sukabumi, Senin (27/03). Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi memimpin langsung kegiatan rapat yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan […]

  • Kang Edwin Senjaya : DPRD Kota Bandung Terus Mengajak Umat Untuk Suarakan Dukungan Bagi Palestina

    Kang Edwin Senjaya : DPRD Kota Bandung Terus Mengajak Umat Untuk Suarakan Dukungan Bagi Palestina

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Kang Edwin Senjaya Ajak Umat Terus Suarakan Dukungan untuk Palestin Senin, 1 Desember 2025 Ket: Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menghadiri Art For Palestine bertajuk “Air Mata, Mata Air Gaza”, di Padepokan Mayang Sunda, Sabtu, 29 November 2025. Bimbi/Humpro DPRD Kota Bandung BANDUNG,Mbinews  — Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. […]

  • Pakar Kebijakan Publik: Bantuan Pemkot itu Beneran Nyata, Bukan Gimik

    Pakar Kebijakan Publik: Bantuan Pemkot itu Beneran Nyata, Bukan Gimik

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pakar Kebijakan Publik, Yogi Suprayogi Sugandi mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang tak henti-henti memberikan pelayanan maksimal, khususnya selama masa pandemi. Hal itu Yogi ungkapkan saat menjadi pembicara pada Bandung Menjawab di Taman Radio Jalan Ir. H. Juanda, Selasa 4 Januari 2022. Ia mengenang ketika dirinya dan keluarga terpapar Covid-19 dan […]

expand_less