Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Pansus 1 DPRD Kota Bandung Gelar Rapat Kerja, Pansus LKPJ Minta OPD Perinci Akurasi Data

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Panitia Khusus (Pansus) 1 DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja dengan ketua dan tim penyusun Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bandung, dalam agenda ekspos awal LKPJ, di Ruang Rapat Badan Musyawarah Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (04/04/2022).

Rapat kerja dipimpin oleh Ketua Pansus 1, Ferry Cahyadi Rismafury, S.H., dan dihadiri oleh Wakil Ketua Pansus, Drs. Riana, serta para anggota Pansus, yakni Iman Lestariyono, S.Si., Sandi Muharam, S.E., Hj. Salmiah Rambe, S.Pd.I., Hasan Faozi, S.Pd., serta Nunung Nurasiah, S.Pd.

Kemudian, H. Riantono, S.T., M.Si., Folmer Siswanto Silalahi, S.T., H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si., Hj. Nenden Sukaesih, S.E., dan Drs. Heri Hermawan, M.P., melalui teleconference.
Ferry Cahyadi mengatakan, LKPJ bukan sekadar angka dan huruf yang diinformasikan secara rutin tahunan kepada DPRD Kota Bandung. Melainkan menyangkut realisasi kinerja yang dilakukan Pemkot Bandung.

“LPKJ ini pun menyangkut upaya mempertahankan prestise Pemkot Bandung. Maka dari itu, kami harapkan LKPJ itu dibuat secara komprehensif, dengan data-data yang akurat dan detail,” ujarnya.

Ferry pun menilai, bahwa LKPJ harus mampu menjadi bahan masukan kepada wali kota Bandung untuk mengevaluasi para kepala OPD. Sebab, evaluasi menjadi hal penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas kinerja dari OPD tersebut.

“Di dalam LKPJ akan terlihat terkait capaian-capaian kinerja OPD yang sudah maksimal dan belum maksimal dilakukan selama ini. Maka dari itu LKPJ ini menjadi penting sebagai masukan bagi wali kota Bandung untuk mengevaluasi para kepala OPD,” ucapnya.

Ia berharap dengan adanya evaluasi ini dapat mengimbangi tugas wali kota Bandung dalam mengimplementasikan program nyata untuk kepentingan masyarakat.

Ferry menambahkan, bahwa buku besar LKPJ yang menjadi dokumen pelaporan capaian kinerja para OPD Pemkot Bandung, dan telah melalui tahapan perumusan atau penyusunan, bahkan pengkajian dan finalisasi dari tim penyusun LKPJ, harus menjadi acuan baku dalam pelaporan kepada DPRD Kota Bandung.

Oleh karena itu, ia meminta bahwa buku besar LKPJ tersebut sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Pemkot Bandung, melalui Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung.

“Maka dari itu, jangan sampai buku besar yang menjadi acuan itu, kemudian justru di bantah oleh OPD-OPD, atau tidak sesuai dengan data-data ril yang ada di OPD. Karena pengalaman beberapa waktu lalu, bahwa buku besar LKPJ yang dibuat oleh Pemkot justru berbeda dengan data-data yang disampaikan oleh OPD terkait. Sehingga, jangan sampai buku besar itu (LKPJ) akhirnya kami kembalikan karena tidak sesuai dan percuma. Inilah yang tidak kami inginkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh anggota Pansus 1 DPRD Kota Bandung, Folmer Siswanto Silalahi, S.T. Ia mengingatkan dan mengharapkan bahwa dokumen buku besar LKPJ yang disampaikan kepada DPRD Kota Bandung, sudah selesai dan sesuai dengan harapan, serta mendukung realisasi RPJMD Kota Bandung demi kepentingan masyarakat.

“Mengapa buku besar LKPJ ini menjadi hal yang penting dalam ekspose awal dan pembahasan ini, karena dalam LKPJ sebelumnya tidak ada dokumen yang baku yang bisa kita jadikan pegangan dan acuan bagi kita menilai, mengkaji, dan memberikan rekomendasi, bagi kinerja Pemerintah Kota Bandung ke depannya,” ujarnya.

Folmer pun menegaskan bahwa dirinya bersama pimpinan dan anggota Pansus 1 DPRD Kota Bandung telah sepakat untuk tidak menerima lagi data-data susulan atau data baru saat proses pembahasan LKPJ tengah dilakukan.

“Oleh karena itu, kami menganggap apa yang kami terima ini (buku besar LKPJ) sudah selesai dan tidak akan revisi, karena adanya ketidaksesuaian data dalam buku besar ini dengan data yang dimiliki oleh OPD. Inilah yang terjadi selama ini, dan kami berharap kali ini, hal tersebut tidak lagi terjadi,” katanya. *(Permana)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selama PSBB Proporsional, Ketua Harian Gugus Tugas : ODP & PDP Di Kota Bandung Terjadi Penurunan

    Selama PSBB Proporsional, Ketua Harian Gugus Tugas : ODP & PDP Di Kota Bandung Terjadi Penurunan

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menyatakan Kota Bandung mengalami penurunan kasus Covid-19 selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional. Penurunan terjadi untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif Covid-19. Saat PSBB proporsional dimulai pada 13 Juni 2020 lalu tercatat 138 kasus positif yang masih […]

  • Peringati Harganas, Pencegahan Stunting Jadi Perhatian

    Peringati Harganas, Pencegahan Stunting Jadi Perhatian

    • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan. Pasalnya, jika sistem keluarga tidak cukup kokoh maka memungkinkan terjadinya pergeseran nilai dari kolektif menjadi individualistik. Hal itu dilontarkan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna pada acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Kota Bandung, di Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu 23 Juli 2022. “Misalnya […]

  • Wali Kota Sukabumi Tinjau jalan Rusak, 120 Milyar Rupiah Anggaran Disiapkan Untuk Ifrastruktur

    Wali Kota Sukabumi Tinjau jalan Rusak, 120 Milyar Rupiah Anggaran Disiapkan Untuk Ifrastruktur

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik yang optimal, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana turun langsung meninjau kondisi sejumlah ruas jalan rusak di Kota Sukabumi, Selasa (22/4). Peninjauan ini dilakukan di beberapa titik strategis seperti Jalan Pramuka dan Jalan Cicadas yang selama ini kerap dikeluhkan warga akibat […]

  • Keracunan Makanan MBG di SMP 35 Bandung dapat perhatian anggota Dewan

    Keracunan Makanan MBG di SMP 35 Bandung dapat perhatian anggota Dewan

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Assoc. Prof. Dr. H. Radea Respati Paramudhita, S.H., M.H., meninjau SMPN 35 Bandung berkaitan dengan laporan dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, 1 Mei 2025. Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung mengatakan, dugaan keracunan makanan menu program MBG terhadap siswa SMPN 35 Bandung ini berjumlah […]

  • Walikota Sukabumi Akui, Keterlambatan Penyerahan APBD 2021, Sudah Disampaikan  Ke Pimpinan DPRD

    Walikota Sukabumi Akui, Keterlambatan Penyerahan APBD 2021, Sudah Disampaikan Ke Pimpinan DPRD

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Adanya keterlambatan penyerahan draft APBD tahun 2021 ke pihak DPRD di akui oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi. Menurutnya, keterlambatan itu dikarenakan ada dua hal. Yakni, masih menunggu kepastian anggaran yang akan diberikan oleh pemerintah pusat dan provinsi. Sehingga lanjut Fahmi, membuat kesulitan bagi pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan anggaran di tahun 2021. Kemudian permasalahn […]

  • Orang Tua Wajib Pantau Kondisi Kesehatan Anak

    Orang Tua Wajib Pantau Kondisi Kesehatan Anak

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Sebanyak 91 anak berusia 5-12 tahun di Kota Bandung tercatat mengalami gangguan kesehatan jiwa. Hal tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor seperti genetik, biologis, trauma psikologis, dan stress pengaruh lingkungan. Hal itu terungkap saat, Pengelola Program Kesehatan jiwa Dinas Kesehatan Kota Bandung, Endang Pregiwati Ningsih memaparkan temuannya pada Bandung Menjawab di Ruang […]

expand_less