Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Turun Temurun Menganyam Di Kampung Blok Ketupat Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Ketupat merupakan salah satu makanan ikonik pada Hari Raya Idulfitri. Namun tahukah anda jika di Kota Bandung ada salah satu sentra pembuat ketupat dan perajin cangkang ketupat?

Nama kawasannya Kampung Blok Ketupat Bandung. Lokasinya terletak di RW 13 Jalan Caringin, Babakan Ciparay, Kota Bandung. Patokannya tidak jauh dari Pasar Induk Caringin.

Pantauan Humas Bandung, Rabu 27 Februari pukul 11.00 WIB, sejumlah perajin mulai menyiapkan daun kelapa yang hendak dijadikan cangkang ketupat di sepanjang jalan.

Firman, Ketua RT 01 RW 13 Blok Ketupat menyebut, hari ini merupakan persiapan awal diproduksinya cangkang ketupat, sehingga belum banyak cangkang ketupat yang diproduksi.

“Mulai produksinya kebanyakan besok (Kamis, 28 April 2022). Namun beberapa pesanan sudah mulai berdatangan,” ujarnya.

Meski begitu, beberapa perajin ada yang sudah lebih dulu menganyam dan meracik cangkang ketupat. Misalnya keluarga Rohayati. Kegiatan menganyam ketupat di rumah wanita berusia 65 tahun ini sudah berlangsung, bahkan sejak ia masih bayi.

Saat ditanya sejak kapan keluarganya mulai menjadi perajin cangkang ketupat, ia tak bisa memberikan jawaban pasti.

“Waduh, ini mah sudah turun temurun atuh. Dari zaman ibu kecil juga sudah ada (kegiatan produksi cangkang ketupat),” katanya.

Tradisi turun temurun itu kemudian dilanjutkan oleh Rohayati dan enam anaknya. Ia memiliki tiga orang anak perempuan dan tiga orang anak laki-laki.

Mereka saling bahu membahu memproduksi cangkang ketupat. Tiga anak perempuannya memproduksi di rumah, sedang tiga anak laki-lakinya membawa cangkang ketupat untuk dijual di pasar.

“Ada dua jenis (cangkang ketupat). Yang daunnya hijau dan agak putih (hijau muda). Kalau yang hijau, itu biasanya dijual untuk pedagang kupat di Pasar. Belinya ke sini. Kalau yang warnanya putih ini, buat pesanan jelang Idulfitri,” terang Rohayati.

Hari ini saja, ia sudah mendapat sekitar 6.000 ikat pesanan cangkang ketupat. Jumlah 6.000 yang dimaksud bukan berarti 6.000 buah cangkang ketupat, melainkan 6.000 ikat dengan jumlah variatif di tiap ikatnya.

Ada yang seikat berisi 10 cangkang ketupat, ada lagi yang 25 cangkang ketupat, dan juga disesuaikan pesanan pembeli.

Secara keseluruhan, jika dipukul rata, satu rumah produksi di sentra ini bisa menghasilkan hingga seratus ribu buah cangkang ketupat tiap jelang Idulfitri.

Harga yang dibanderol untuk satu ikat cangkang ketupat bervariasi. Untuk satu ikat berisi 10 cangkang misalnya, harganya berkisar antara Rp6-10 ribu. Untuk satu ikat berisi 25 buah cangkang ketupat, harga terendahnya dimulai dari Rp15 ribu.

Produksi Meningkat
Iis (35) yang merupakan putri dari Rohayati mengaku produksi meningkat tiga hingga lima kali lipat tiap menjelang Hari Raya Idulfitri.

Jika pada hari biasa mereka hanya menjual 1.000 hingga 1.500 ikat cangkang ketupat, jumlah itu bisa meningkat hingga 10.000 ikat cangkang ketupat jelang Idulfitri.

Menariknya, fase awal masuk pandemi Covid-19 justru menjadi ladang rezeki bagi mereka. Pasalnya, jumlah orderan yang masuk ke rumah mereka mencapai 30.000 ikat atau tiga puluh kali lipat dari biasanya!

“Itu karena banyak yang enggak jualan. Kalau sekarang sih sudah normal lagi. Ini di kisaran 6.000 pesanan,” terang Iis.

Hanya perlu hitungan jam bagi rumah produksi ini untuk menyelesaikan satu pesanan dari pelanggan. Kata Iis, jika memesan cangkang ketupat siang hari, maka sore hari atau esok pagi, pesanan sudah dapat diambil.

“Kalau pesan di bawah 50 ikat sih dua jam juga selesai,” katanya sembari tertawa.

Ia mengaku sejak kecil, masyarakat di Kampung Blok Ketupat sudah belajar menganyam dan memproduksi cangkang ketupat. Iis mengaku tak ingat sejak kapan ia belajar membuat cangkang ketupat.

Laris Manis di Bandung Raya
Rohayati dan Iis hanya berharap usaha yang mereka jalankan bisa laris manis di pasaran. Sejauh ini, mereka telah menjual cangkang ketupat ke wilayah Bandung Raya dari mulai Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, serta Kabupaten Bandung.

“Tadi juga ada yang datang dari Cimahi. Pesan lumayan banyak. Mungkin besok dia baru bisa ambil pesanannya,” kata Iis.

Selain itu, mereka sekeluarga berharap dapat terus diberi kesehatan agar senantiasa melanjutkan usaha yang sudah turun temurun dijalankan keluarganya.

Keduanya menyebut usaha produksi cangkang ketupat ini sebagai usaha nenek moyang dan sebisa mungkin perlu dijaga.

Mereka juga berharap pandemi Covid-19 di Kota Bandung khususnya, cepat berakhir. Dengan begitu, mereka bisa dengan leluasa menjalankan usaha tanpa adanya lagi regulasi pembatasan sosial.

“Semoga cepat beres aja pandemi ini, tentunya,” ucap Rohayati, diamini oleh Iis. (ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walikota Sukabumi Akui, Keterlambatan Penyerahan APBD 2021, Sudah Disampaikan  Ke Pimpinan DPRD

    Walikota Sukabumi Akui, Keterlambatan Penyerahan APBD 2021, Sudah Disampaikan Ke Pimpinan DPRD

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Adanya keterlambatan penyerahan draft APBD tahun 2021 ke pihak DPRD di akui oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi. Menurutnya, keterlambatan itu dikarenakan ada dua hal. Yakni, masih menunggu kepastian anggaran yang akan diberikan oleh pemerintah pusat dan provinsi. Sehingga lanjut Fahmi, membuat kesulitan bagi pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan anggaran di tahun 2021. Kemudian permasalahn […]

  • Tega, Ayah Setubuhi Anaknya Hingga Berbulan-bulan

    Tega, Ayah Setubuhi Anaknya Hingga Berbulan-bulan

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Aksi biadab yang dilakukan ayah terhadap anaknya kembali terjadi di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Pelaku N (47) tega menyetubuhi anaknya sendiri yang masih berusia 12 Tahun, hingga berkali-kali dirumahnya, diketahui aksi bejad yang dilakukan ayahnya sudah 3 bulan lamanya. “Setiap kali melakukan aksinya, pelaku seringkali mengancam akan mengurung dan mencekik. Bahkan akan […]

  • PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT

    PWI Pusat Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    JAKARTA ,Mbinews – Pengurus PWI Pusat resmi merampungkan rangkaian Rapat Pleno pembahasan draf penyempurnaan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) yang digelar di Sekretariat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (15/1/2026) sore. Rapat pleno ini merupakan kelanjutan pembahasan intensif penyempurnaan PD/PRT yang telah berlangsung sejak Senin, 12 Januari 2026. Pertemuan strategis tersebut dihadiri […]

  • Muscab PKB Kabupaten Bandung Digelar di Soreang, PAN Siap Perkuat Sinergi Koalisi

    Muscab PKB Kabupaten Bandung Digelar di Soreang, PAN Siap Perkuat Sinergi Koalisi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Kabupaten Bandung, Mbinews.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tingkat Kabupaten Bandung resmi digelar di Hotel Sunshine, Soreang, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus PKB se-Kabupaten Bandung serta para pimpinan partai politik yang tergabung dalam koalisi. Pelaksanaan Muscab ini menjadi momentum penting bagi PKB Kabupaten Bandung dalam menentukan arah kepemimpinan dan […]

  • Maksimalkan Layanan Publik, Pemkot Bandung Adopsi MPP Kabupaten Badung

    Maksimalkan Layanan Publik, Pemkot Bandung Adopsi MPP Kabupaten Badung

    • calendar_month Minggu, 3 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Saat ini transformasi layanan publik mengarah ke sentralisasi pelayanan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Pelayanan publik dari instansi pemerintah baik vertikal maupun horisontal pun diintegrasikan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP). Atas hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melaksanakan studi tiru ke Pemerintah Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat 1 Juli 2022. “Alhamdulillah, […]

  • Penyabar Nakhe Minta Disdik Prov Sumut Agar Tidak Memindahkan Guru-guru yang ada di Pelosok Kepulauan Nias

    Penyabar Nakhe Minta Disdik Prov Sumut Agar Tidak Memindahkan Guru-guru yang ada di Pelosok Kepulauan Nias

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    MEDAN ,MBINews.id – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara diminta untuk tidak memindahkan guru-guru SMA Negeri dan SMK Negeri yang berada di pelosok-pelosok di Kepulauan Nias. Sebab, rata-rata SMA Negeri dan SMK Negeri di Kepulauan Nias masih kekurangan guru. Hal itu disampaikan Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara Penyabar Nakhe di Gedung DPRD Sumut, Rabu (19/5/2021). […]

expand_less