Breaking News
Trending Tags

Turun Temurun Menganyam Di Kampung Blok Ketupat Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Ketupat merupakan salah satu makanan ikonik pada Hari Raya Idulfitri. Namun tahukah anda jika di Kota Bandung ada salah satu sentra pembuat ketupat dan perajin cangkang ketupat?

Nama kawasannya Kampung Blok Ketupat Bandung. Lokasinya terletak di RW 13 Jalan Caringin, Babakan Ciparay, Kota Bandung. Patokannya tidak jauh dari Pasar Induk Caringin.

Pantauan Humas Bandung, Rabu 27 Februari pukul 11.00 WIB, sejumlah perajin mulai menyiapkan daun kelapa yang hendak dijadikan cangkang ketupat di sepanjang jalan.

Firman, Ketua RT 01 RW 13 Blok Ketupat menyebut, hari ini merupakan persiapan awal diproduksinya cangkang ketupat, sehingga belum banyak cangkang ketupat yang diproduksi.

“Mulai produksinya kebanyakan besok (Kamis, 28 April 2022). Namun beberapa pesanan sudah mulai berdatangan,” ujarnya.

Meski begitu, beberapa perajin ada yang sudah lebih dulu menganyam dan meracik cangkang ketupat. Misalnya keluarga Rohayati. Kegiatan menganyam ketupat di rumah wanita berusia 65 tahun ini sudah berlangsung, bahkan sejak ia masih bayi.

Saat ditanya sejak kapan keluarganya mulai menjadi perajin cangkang ketupat, ia tak bisa memberikan jawaban pasti.

“Waduh, ini mah sudah turun temurun atuh. Dari zaman ibu kecil juga sudah ada (kegiatan produksi cangkang ketupat),” katanya.

Tradisi turun temurun itu kemudian dilanjutkan oleh Rohayati dan enam anaknya. Ia memiliki tiga orang anak perempuan dan tiga orang anak laki-laki.

Mereka saling bahu membahu memproduksi cangkang ketupat. Tiga anak perempuannya memproduksi di rumah, sedang tiga anak laki-lakinya membawa cangkang ketupat untuk dijual di pasar.

“Ada dua jenis (cangkang ketupat). Yang daunnya hijau dan agak putih (hijau muda). Kalau yang hijau, itu biasanya dijual untuk pedagang kupat di Pasar. Belinya ke sini. Kalau yang warnanya putih ini, buat pesanan jelang Idulfitri,” terang Rohayati.

Hari ini saja, ia sudah mendapat sekitar 6.000 ikat pesanan cangkang ketupat. Jumlah 6.000 yang dimaksud bukan berarti 6.000 buah cangkang ketupat, melainkan 6.000 ikat dengan jumlah variatif di tiap ikatnya.

Ada yang seikat berisi 10 cangkang ketupat, ada lagi yang 25 cangkang ketupat, dan juga disesuaikan pesanan pembeli.

Secara keseluruhan, jika dipukul rata, satu rumah produksi di sentra ini bisa menghasilkan hingga seratus ribu buah cangkang ketupat tiap jelang Idulfitri.

Harga yang dibanderol untuk satu ikat cangkang ketupat bervariasi. Untuk satu ikat berisi 10 cangkang misalnya, harganya berkisar antara Rp6-10 ribu. Untuk satu ikat berisi 25 buah cangkang ketupat, harga terendahnya dimulai dari Rp15 ribu.

Produksi Meningkat
Iis (35) yang merupakan putri dari Rohayati mengaku produksi meningkat tiga hingga lima kali lipat tiap menjelang Hari Raya Idulfitri.

Jika pada hari biasa mereka hanya menjual 1.000 hingga 1.500 ikat cangkang ketupat, jumlah itu bisa meningkat hingga 10.000 ikat cangkang ketupat jelang Idulfitri.

Menariknya, fase awal masuk pandemi Covid-19 justru menjadi ladang rezeki bagi mereka. Pasalnya, jumlah orderan yang masuk ke rumah mereka mencapai 30.000 ikat atau tiga puluh kali lipat dari biasanya!

“Itu karena banyak yang enggak jualan. Kalau sekarang sih sudah normal lagi. Ini di kisaran 6.000 pesanan,” terang Iis.

Hanya perlu hitungan jam bagi rumah produksi ini untuk menyelesaikan satu pesanan dari pelanggan. Kata Iis, jika memesan cangkang ketupat siang hari, maka sore hari atau esok pagi, pesanan sudah dapat diambil.

“Kalau pesan di bawah 50 ikat sih dua jam juga selesai,” katanya sembari tertawa.

Ia mengaku sejak kecil, masyarakat di Kampung Blok Ketupat sudah belajar menganyam dan memproduksi cangkang ketupat. Iis mengaku tak ingat sejak kapan ia belajar membuat cangkang ketupat.

Laris Manis di Bandung Raya
Rohayati dan Iis hanya berharap usaha yang mereka jalankan bisa laris manis di pasaran. Sejauh ini, mereka telah menjual cangkang ketupat ke wilayah Bandung Raya dari mulai Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, serta Kabupaten Bandung.

“Tadi juga ada yang datang dari Cimahi. Pesan lumayan banyak. Mungkin besok dia baru bisa ambil pesanannya,” kata Iis.

Selain itu, mereka sekeluarga berharap dapat terus diberi kesehatan agar senantiasa melanjutkan usaha yang sudah turun temurun dijalankan keluarganya.

Keduanya menyebut usaha produksi cangkang ketupat ini sebagai usaha nenek moyang dan sebisa mungkin perlu dijaga.

Mereka juga berharap pandemi Covid-19 di Kota Bandung khususnya, cepat berakhir. Dengan begitu, mereka bisa dengan leluasa menjalankan usaha tanpa adanya lagi regulasi pembatasan sosial.

“Semoga cepat beres aja pandemi ini, tentunya,” ucap Rohayati, diamini oleh Iis. (ray-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Wali Kota Sukabumi Kunker ke BPK Jabar

    Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Wali Kota Sukabumi Kunker ke BPK Jabar

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Dalam meningkatkan koordinasi dan menyangkut pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat di Bandung. Sein, (28/07/2025). Kunjungan tersebut juga, merupakan langkah strategis Pemkot Sukabumi dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah, serta meningkatkan […]

  • Disdukcapil tempuh langkah Strategis Karena Stok KTP-el di Kota Bandung Terbatas

    Disdukcapil tempuh langkah Strategis Karena Stok KTP-el di Kota Bandung Terbatas

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Keterbatasan ketersediaan keping KTP elektronik (KTP-el) di Kota Bandung sejak Desember 2024 menjadi perhatian serius Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung. sampai awal Januari 2025, sebanyak 3.233 warga yang telah melakukan perekaman data masih menunggu pencetakan KTP-el. Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Tatang Muhtar mengatakan, keterbatasan terjadi karena proses lelang pengadaan […]

  • Yana: Penting! Kesehatan Mental Bagi Remaja

    Yana: Penting! Kesehatan Mental Bagi Remaja

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Selama masa pandemi Covid-19 kesehatan mental bagi para remaja sangat penting. Pasalnya, masa pandemi berpotensi menimbulkan stres terhadap para remaja. “Seperti pada masa pandemi Covid-19, anak-anak melakukan pembelajaran daring. Seringkali stres waktu menatap layar yang terlalu lama,” tutur Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana pada webinar Kader Kesehatan Remaja Bersama Puskesmas Garuda […]

  • PWI Kota Bandung Apresiasi Bank Bjb Peduli Vaksinasi Bagi Jurnalis

    PWI Kota Bandung Apresiasi Bank Bjb Peduli Vaksinasi Bagi Jurnalis

    • calendar_month Selasa, 17 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sebanyak 300 hingga 500 vaksin serta sekira 150 paket sembako bagi jurnalis dan para loper koran se-Bandung Raya yang digelar Bank Bjb di GOR Sport Center bank bjb Jalan Naripan No. 12-14 Bandung, Senin (16/8/2021) mendapat sambutan cukup baik dan animo yang sangat tinggi. Bagaimana tidak, program vaksin yang disediakan bank bjb […]

  • GERINDRA JABAR 25 KURSI, BISA APA?

    GERINDRA JABAR 25 KURSI, BISA APA?

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.com — Pertanyaan tersebut pasti menggelitik. Bahkan, bisa jadi ada yang langsung tersinggung. Betapa tidak, partai besutan Prabowo Subianto tersebut kini menjadi peraih kursi terbanyak di DPRD Provinsi Jawa Barat. Daddy Rohanady, salah satu DPRD dari Partai Gerindra, menyatakan, “Sebagai pemenang pada pemilu legislatif (pileg) 2019, pada periode ini kami memiliki 25 anggota dari […]

  • Pemkot Sukabumi Gelar Operasi Tipiring, 39 PKL Terjaring di Zona Merah

    Pemkot Sukabumi Gelar Operasi Tipiring, 39 PKL Terjaring di Zona Merah

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menindak tegas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di zona merah. Kamis (18/12/2025) Operasi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menertibkan 39 pelanggar, dengan 26 PKL mengikuti proses hukum di pengadilan. Operasi penertiban tersebut, dilakukan […]

expand_less