Breaking News
Trending Tags

Ternyata Ini Alasan Bahan Tertentu Digunakan Untuk Kursi Trotoar Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Selain menggunakan sepeda motor, keliling Kota Bandung juga lebih enak kalau sambil jalan kaki. Apalagi Kota Bandung memiliki banyak ruang publik terbuka dengan fasilitas estetik, seperti tanaman hijau, kursi dan meja, serta alat-alat olahraga.

Namun, sayangnya fasilitas publik ini kerap kali ditemukan dalam keadaan kurang layak. Beberapa ada yang dicoret oleh oknum tidak bertanggung jawab, bahkan ada yang sampai hilang.

Untuk mengantisipasi hal ini kembali terjadi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah mengambil beberapa langkah. Salah satunya dengan memviralkan tindakan non-etis dengan #JanganDitiru di media sosial.

Perlu diketahui, jumlah kursi yang terpasang di beberapa ruas jalan di Kota Bandung berjumlah 292 buah. Di antaranya berada di Jalan Asia Afrika, Turangga, Braga, Dago, Banceuy, Naripan, dan Sudirman.

Dengan jenis konstruksi, Batu, Semen, Material Komposite ataupun Besi
Subkoordinator Perencanaan Drainase dan Trotoar Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Melky Koswara menyebutkan, pemilihan bahan untuk kursi sebenarnya dilakukan guna mengurangi kerusakan pada fasilitas publik.

“Fasilitas kursi yang kita sediakan itu ada jenis klasik, bahannya beberapa sudah kami ganti dari kayu ke komposit, seperti di Braga dan Asia Afrika. Kalau secara bentuk mirip, tapi dari bahan jauh lebih kuat terhadap cuaca,” jelas Melky kepada Humas Kota Bandung, Selasa, 31 Mei 2022.

Selain itu, bahan lain yang digunakan berupa besi seperti set kursi yang berada di Jalan Dago. Atau bahan batu seperti di Jalan Riau.

Meski pemilihan bahan telah dilakukan untuk mengurangi kerusakan akibat cuaca, tapi Melky mengatakan, jika beberapa kerusakan juga terjadi karena tangan jahil dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja di Jalan Dago, ada beberapa kursi besi yang hilang.

“Penyebab kerusakan itu pertama dari cuaca. Kedua, tidak memungkiri juga dari aksi vandalisme. Bukan hanya rusakan lagi, tapi malah ada yang hilang seperti di Dago,” ungkapnya.

“Ada baut yang longgar dan kursi reyot itu sudah kita ganti. Kebanyakan hanya rusak tampilan seperti lapisan catnya sudah terkelupas. Mungkin sektar 10 persennya yang rusak dan sudah harus ada penggantian,” lanjut Melky.

Pun dengan material batu. Melky menuturkan, pada mulanya mereka menilai jika material batu akan lebih awet dan tidak mudah untuk diambil.

Namun, ternyata kursi publik dari batu ini pun menjadi incaran para pemain skateboard untuk dijadikan jalur rintangan saat bermain. Padahal, material ini dipilih agar bisa awet tahan lama digunakan oleh masyarakat yang ingin menikmati suasana di ruang terbuka.

“Kursi-kursi batu juga banyak digeser. Mungkin jadi daya tarik tersendiri untuk para pemain skateboard,” ucapnya.

Selain itu, menurut Melky, cara lain untuk menyiasati agar fasilitas publik tetap terjaga adalah dengan membuat mural bertema. Sehingga, tidak ada ruang kosong yang tersedia untuk para pelaku vandalisme mencoret-coret fasilitas publik.

“Kita juga sempat di Jalan Sudirman ada program bikin mural di kursi bersama Pak John Martono. Jadi, daripada dicoret-coret tidak jelas sama orang, mending kita duluan yang coret-coret dengan mural yang bagus,” ujarnya

Untuk pemeliharaannya sendiri, DSDABM bekerja sama dengan Unit Pengelola Teknis (UPT) yang tersebar di enam wilayah se-Kota Bandung. Masing-masing UPT melakukan perbaikan fasilitas publik yang ada di wilayahnya.

“Paling banyak sekarang di Cibeunying karena cenderung lebih kota dan banyak fasilitas kursinya. Tiap hari mereka mengecek, tapi memang di lapangan ada kucing-kucingan. Kita mengawasi sampai pukul 16.00 WIB. Setelah itu kadang kala terjadi hal yang tidak diinginkan,” kata Melky.

Sebab, tidak semua fasilitas kursi yang ada di trotoar Kota Bandung berada di bawah kelola DSDABM. Beberapa titik utama fasilitas publik yang dikelola DSDABM ada di pusat kota, seperti Jalan Braga, Sudirman, Dago, dan Asia Afrika.

Sisanya ada yang berasal dari hibah pihak ketiga, lalu diberikan pada kewilayahan atau dinas lainnya.

Maka dari itu, perlu adanya pengawasan bersama baik dari masyarakat, pejabat kewilayahan, sampai pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Rencananya, Pemkot Bandung menambah lagi fasilitas ruang terbuka di Jalan Wastukencana dan penataan di taman-taman Jalan Riau.

“Untuk anggaran pengadaan fasilitas publik itu Rp300 juta. Tapi, ini juga tidak setiap tahun, biasanya di tahun ketiga itu baru ada pengadaan,” tuturnya.

Melky berharap, dengan adanya fasilitas publik yang baru dan penataan taman, bisa digunakan dengan baik dan bijak oleh masyarakat Kota Bandung.

“Kita inginnya Bandung itu nyaman buat semua. Apalagi kalau masa covid seperti ini inginnya kan kita bisa tetap main ke luar ya. Kalau di ruang tertutup terus rasanya ada ketakutan tersendiri. Nah, fasilitas ruang terbuka ini jadi sarana interaksi untuk keluarga juga, maka harus terus kita jaga bersama,” imbaunya. (din-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SAE Makin Menyebar Di Kota Bandung, Oded: Apresiasi wilayah Dan Kelompok Pemuda Mandiri

    SAE Makin Menyebar Di Kota Bandung, Oded: Apresiasi wilayah Dan Kelompok Pemuda Mandiri

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Buruan Sae (Sehat, Alami dan Ekonomis) terus menyebar ke berbagai sudut Kota Bandung. Termasuk di RW 07 Kelurahan Sukawarna Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Untuk mengetahui secara langsung, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pun mengunjungi kawasan tersebut. Oded meninjau lokasi yang tersebar di kawasan itu 12 titik. Seperti budi daya ikan dalam […]

  • Wali Kota Pastikan Taat dan Patuh Hukum

    Wali Kota Pastikan Taat dan Patuh Hukum

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan akan taat dan patuh terhadap penegakan hukum. Termasuk dalam kasus yang tengah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandung. Farhan siap memberikan keterangan jika memang dibutuhkan oleh penyidik Kejari Kota Bandung. Kendati demikian, hingga saat ini, Farhan belum menerima surat pemanggilan dari Kejari Kota Bandung. “Penegak hukum memiliki […]

  • Gagasan Diskominfo Kota Sukabumi  Untuk Pembuatan Web  Covid-19 Di Hentikan

    Gagasan Diskominfo Kota Sukabumi Untuk Pembuatan Web Covid-19 Di Hentikan

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Pembuatan aplikasi Sukabumi kita yang digagas oleh Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo) Kota Sukabumi di tunda setelah adanya covid-19. Padahal, inovasi yang digagas sejak akhir tahun 2019 dan direncanakan launching di tahun 2020 ini, harus tergantikan dengan web tentang covid-19.”Iya semenjak adanya covid-19, kita harus membuat web covid tersebut,”ujar Kabid Infrastruktur TIK, Persandian […]

  • Wali Kota Bandung Izinkan Ojol Narik Penumpang, Gugus Tugas Covid-19 : Tunggu Komitmen Aplikator  Ojol

    Wali Kota Bandung Izinkan Ojol Narik Penumpang, Gugus Tugas Covid-19 : Tunggu Komitmen Aplikator Ojol

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung menyatakan sejak pemberlakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) angkutan penumpang berbasis sepeda motor sudah diperbolehkan untuk membawa penumpang. Namun khusus untuk ojek online (ojol), Gugus Tugas Covid-19 masih menunggu pemenuhan syarat dan komitmen perusahaan penyedia aplikasi atau aplikator. Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Yana Mulyana menuturkan […]

  • PMII Desak DPRD Kota Sukabumi Bentuk Pansus Dana Covid-19

    PMII Desak DPRD Kota Sukabumi Bentuk Pansus Dana Covid-19

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    PMII Cabang Kota Sukabumi. (Poto:Dian)

  • Sambut HPN 2021, PWI Pusat Terima 140 Jaket APD

    Sambut HPN 2021, PWI Pusat Terima 140 Jaket APD

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    JAKARTA,MBINews.id – Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menerima 140 jacket alat pelindung diri (APD) yang disumbangkan oleh PT Sinar Harapan Media. Sumbangan tersebut diserahkan Selasa siang (5/01) di kantor PWI Pusat yang diterima oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari Sumbangan jacket APD kepada PWI ini secara khusus diberikan untuk menyambut Hari Pers […]

expand_less