Breaking News
Trending Tags

Dadan Tri Yudianto: Ada yang Janggal Dalam Perkara Saya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
  • visibility 179
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Mbinews — Dadan Tri Yudianto, terdakwa dalam perkara dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa usai pembacaan tuntutan oleh penuntut umum KPK minggu lalu, yang mengakibatkan rusaknya pintu pembatas ruang pengadilan.

“Saya mohon maaf atas peristiwa tersebut. Rusaknya pintu pembatas Itu betul-betul murni tidak ada unsur kesengajaan,” ungkap Dadan Tri Yudianto saat menunggu sidang pembacaan pledoi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (20/02/2024).

“Usai majelis menutup sidang, tiba-tiba istri saya menjerit-jerit histeris sambil menunjuk-nunjuk penuntut umum “jaksa jahat… jaksa jahat…,” katanya saat itu.

“Melihat istri histeris, saya panik dan spontan bergegas mendatangi istri untuk menenangkannya, namun saat bergegas itulah dengan tak sengaja pembatas ruang itu tertendang,” jelas Dadan.

Selanjutnya atas kerusakan tersebut, Dadan mengaku pihaknya telah bertanggungjawab untuk memperbaikinya.

Disampaikan Dadan Tri Yudianto, sudah sedari awal merasa ada sesuatu yang janggal atas perlakuan KPK terhadap dirinya, hingga merasa telah terdzolimi dengan ditetapkannya sebagai tersangka dan terdakwa dalam dugaan suap pengurusan perkara di MA.

“Saya ini seorang pengusaha swasta yang di dzolimi. Disaat mendapatkan  investasi untuk pengembangan usaha/bisnis, saya dituduh dan didakwa sebagai pegawai negeri atau pejabat negara yang menerima hadiah atau janji. Ini janggal, ini aneh,” katanya dengan nada yang kesal.

Padahal lanjutnya, investasi senilai Rp.11,2 Milyar dari Heryanto Tanaka adalah murni bisnis, yang ada kesepakan atau perjanjiannya, dan investor juga telah mendapatkan deviden.

“Investasi senilai Rp.11,2 Milyar dari Heryanto Tanaka adalah murni bisnis. Ada kesepakannya, ada perjanjiannya, ada wujud bisnisnya dan untuk tahun pertama pun pak Tanaka juga telah mendapatkan keuntungan atau deviden,” jelasnya.

Kejanggalan berikutnya menurut Dadan Tri, adalah saat dirinya masih berstatus sebagai saksi, sempat ada oknum yang mengatasnamakan KPK  meminta uang dengan angka fantastis yaitu sebesar 6 juta dolar, dan jika tidak dipenuhi statusnya akan dijadikan tersangka.

“Ada oknum yang mengatasnamakan KPK minta 6 juta dolar agar tidak menjadi tersangka. Namun itu hal yang tidak mungkin untuk dipenuhi, karena memang saya merasa tak bersalah. Dan akhirnya memang saya dijadikan tersangka,” ungkapnya geram.

Kejanggalan selanjutnya adalah saat Dadan Tri Yudianto akan hadir menjadi saksi Heryanto Tanaka di PN Bandung, dimana ada lagi pihak yang mengaku dari KPK meminta untuk mengabaikan panggilan saksi persidangan tersebut.

“Saat itu saya akan berangkat menjadi saksi Heryanto Tanaka di Pengadilan Negeri Bandung, tiba-tiba ada oknum yang mengaku dari KPK melalui pesan WhatsApp kepada istri saya, meminta saya untuk mengabaikan panggilan sebagai saksi di persidangan,” ungkapnya.

Perkara pun terus berlanjut ke persidangan. Namun selama proses persidangan itupun, penuntut umum tidak dapat menunjukkan bukti-bukti seperti yang dituduhkan dan didakwakan, tambahnya.

Untuk itu, dirinya bersama tim Penasihat Hukum akan melakukan pembelaan, serta akan menempuh upaya-upaya hukum demi keadilan.

“Dengan didampingi tim Penasihat Hukum, saya akan senantisa akan menempuh upaya-upaya hukum demi hak keadilan saya,” tutup Dadan.

Untuk diketahui, Dadan Tri Yudianto didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. *red

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalankan Kebijakan Pusat, Pemkot Sukabumi Resmi Luncurkan Cek Kesehatan Gratis

    Jalankan Kebijakan Pusat, Pemkot Sukabumi Resmi Luncurkan Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi resmi meluncurkan program cek kesehatan gratis bagi warga yang berulang tahun. Program ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dan mulai diterapkan di seluruh puskesmas di Kota Sukabumi. Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pelayanan kesehatan […]

  • KPU Kota Sukabumi Gelar Sapari Ramadhan Berbagi

    KPU Kota Sukabumi Gelar Sapari Ramadhan Berbagi

    • calendar_month Rabu, 12 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id– KPU Kota Sukabumi menggelar Sapa Warga dan Berbagi (Sapari) di Bulan Suci Ramadhan kepada warga masyarakat di RT 01 RW 13 Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi. Ketua KPU Kota Sukabumi, Sri Utami mengatakan, Sapari tersebut diisi berbagai kegiatan bagi-bagi nasi box dan pengecekan daftar pemilih warga yang ada di sekitar yang dikunjungi […]

  • Retribusi Non Tunai, Pasar Tradisional Kota Bandung Mulai Digitalisasi

    Retribusi Non Tunai, Pasar Tradisional Kota Bandung Mulai Digitalisasi

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memulai program digitalisasi pasar tradisional. Sebagai langkah awalnya, transaksi pembayaran retribusi para pedagang kini dibuat dengan sistem non tunai. Pada digitalisasi ini, Perumda Pasar Juara menggandeng Bank BJB sebagai mitra. Sebagai proyek perdana, retribusi non tunai ini diberlakukan di Pasar Sadangserang dan Pasar Simpang Dago. Pelaksana Tugas Wali […]

  • Ribuan Pegawai Ritel Dan Toko Swalayan Kota Bandung Menerima  Vaksin Secara massal

    Ribuan Pegawai Ritel Dan Toko Swalayan Kota Bandung Menerima Vaksin Secara massal

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    BANDUNG, Sekitar  2000 orang pegawai retail dan toko swalayan Kota Bandung menerima vaksin secara massal di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang Kota Bandung, Rabu (16/6/2021). Vaksinasi terselenggaran atas kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dengan DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyempatkan diri untuk meninjau langsung […]

  • bank bjb Dinobatkan jadi TOP 50 Big Cap Public Listed Companies

    bank bjb Dinobatkan jadi TOP 50 Big Cap Public Listed Companies

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id –  bank bjb kembali menorehkan catatan emas menjelang penutupan tahun 2019. Kerja keras seluruh insan perseroan dalam menjaga kualitas dan ritme pertumbuhan usaha perbankan, membuahkan hasil positif untuk kesekian kalinya. Kali ini, bank bjb dinobatkan menjadi salah satu dari puluhan perusahaan terbaik dalam daftar TOP 50 Big Cap Public Listed Companies dalam ajang […]

  • Perlu Dilakukan analisis Permasalahan di Setiap Pasar Tradisional

    Perlu Dilakukan analisis Permasalahan di Setiap Pasar Tradisional

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah, S.Pd.,mengatakan perlu dilakukannya analisis terkait permasalahan yang ada di setiap pasar tradisional , diharapkan akan ditemukannya solusi terbaik terkait pengelolaan pasar tradisional di Kota Bandung. Hal tersebut ia ungkapkan saat Komisi B DPRD Kota Bandung bersama Perumda Pasar Juara menerima Audiensi Asosiasi Pedagang Pasar […]

expand_less