Breaking News
Trending Tags

Dadan Tri Yudianto: Ada yang Janggal Dalam Perkara Saya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
  • visibility 178
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Mbinews — Dadan Tri Yudianto, terdakwa dalam perkara dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA), menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa usai pembacaan tuntutan oleh penuntut umum KPK minggu lalu, yang mengakibatkan rusaknya pintu pembatas ruang pengadilan.

“Saya mohon maaf atas peristiwa tersebut. Rusaknya pintu pembatas Itu betul-betul murni tidak ada unsur kesengajaan,” ungkap Dadan Tri Yudianto saat menunggu sidang pembacaan pledoi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (20/02/2024).

“Usai majelis menutup sidang, tiba-tiba istri saya menjerit-jerit histeris sambil menunjuk-nunjuk penuntut umum “jaksa jahat… jaksa jahat…,” katanya saat itu.

“Melihat istri histeris, saya panik dan spontan bergegas mendatangi istri untuk menenangkannya, namun saat bergegas itulah dengan tak sengaja pembatas ruang itu tertendang,” jelas Dadan.

Selanjutnya atas kerusakan tersebut, Dadan mengaku pihaknya telah bertanggungjawab untuk memperbaikinya.

Disampaikan Dadan Tri Yudianto, sudah sedari awal merasa ada sesuatu yang janggal atas perlakuan KPK terhadap dirinya, hingga merasa telah terdzolimi dengan ditetapkannya sebagai tersangka dan terdakwa dalam dugaan suap pengurusan perkara di MA.

“Saya ini seorang pengusaha swasta yang di dzolimi. Disaat mendapatkan  investasi untuk pengembangan usaha/bisnis, saya dituduh dan didakwa sebagai pegawai negeri atau pejabat negara yang menerima hadiah atau janji. Ini janggal, ini aneh,” katanya dengan nada yang kesal.

Padahal lanjutnya, investasi senilai Rp.11,2 Milyar dari Heryanto Tanaka adalah murni bisnis, yang ada kesepakan atau perjanjiannya, dan investor juga telah mendapatkan deviden.

“Investasi senilai Rp.11,2 Milyar dari Heryanto Tanaka adalah murni bisnis. Ada kesepakannya, ada perjanjiannya, ada wujud bisnisnya dan untuk tahun pertama pun pak Tanaka juga telah mendapatkan keuntungan atau deviden,” jelasnya.

Kejanggalan berikutnya menurut Dadan Tri, adalah saat dirinya masih berstatus sebagai saksi, sempat ada oknum yang mengatasnamakan KPK  meminta uang dengan angka fantastis yaitu sebesar 6 juta dolar, dan jika tidak dipenuhi statusnya akan dijadikan tersangka.

“Ada oknum yang mengatasnamakan KPK minta 6 juta dolar agar tidak menjadi tersangka. Namun itu hal yang tidak mungkin untuk dipenuhi, karena memang saya merasa tak bersalah. Dan akhirnya memang saya dijadikan tersangka,” ungkapnya geram.

Kejanggalan selanjutnya adalah saat Dadan Tri Yudianto akan hadir menjadi saksi Heryanto Tanaka di PN Bandung, dimana ada lagi pihak yang mengaku dari KPK meminta untuk mengabaikan panggilan saksi persidangan tersebut.

“Saat itu saya akan berangkat menjadi saksi Heryanto Tanaka di Pengadilan Negeri Bandung, tiba-tiba ada oknum yang mengaku dari KPK melalui pesan WhatsApp kepada istri saya, meminta saya untuk mengabaikan panggilan sebagai saksi di persidangan,” ungkapnya.

Perkara pun terus berlanjut ke persidangan. Namun selama proses persidangan itupun, penuntut umum tidak dapat menunjukkan bukti-bukti seperti yang dituduhkan dan didakwakan, tambahnya.

Untuk itu, dirinya bersama tim Penasihat Hukum akan melakukan pembelaan, serta akan menempuh upaya-upaya hukum demi keadilan.

“Dengan didampingi tim Penasihat Hukum, saya akan senantisa akan menempuh upaya-upaya hukum demi hak keadilan saya,” tutup Dadan.

Untuk diketahui, Dadan Tri Yudianto didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. *red

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Bakal Revitalisasi Dua  Sumur Bersejarah  Dijadikan Destinasi Wisata Baru

    Pemkot Bandung Bakal Revitalisasi Dua Sumur Bersejarah Dijadikan Destinasi Wisata Baru

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana merevitalisasi lahan eks Palaguna Alun-alun Kota Bandung. Di sana terdapat dua sumur bersejarah yang dapat menjadi destinasi wisata baru. Wakil Wali kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan situs Sumur Bandung tersebut memiliki nilai sejarah tinggi. Sumur tersebut merupakan salah satu tonggak berdirinya Kota Bandung. “Mudah-mudahan sumur ini bisa […]

  • bank bjb Raih Top Bank in KBMI 2 di Ajang Indonesia Banking Summit 2022

    bank bjb Raih Top Bank in KBMI 2 di Ajang Indonesia Banking Summit 2022

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Investasi di sektor digital yang dilakukan bank bjb kembali berbuah manis. Berkat digitalisasi, kinerja bisnis bank bjb semakin baik. Selain itu, nasabah semakin mudah dalam bertransaksi. Hal ini juga menjadikan bisnis bank bjb semakin efisien. Tak heran, dengan berbagai terobosan dan inovasi yang dilakukan, kinerja keuangan bank bjb juga semakin positif selama […]

  • Dua Demonstran Mahasiswa Jadi Tontonan Masyarakat Berbaju Gading

    Dua Demonstran Mahasiswa Jadi Tontonan Masyarakat Berbaju Gading

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Aksi Unjuk Rasa PB HIMASI di Balaikota

  • Walikota Tegaskan Tiga Prioritas Satpol PP Jaga Keamanan dan Ketertiban Kota Bandung

    Walikota Tegaskan Tiga Prioritas Satpol PP Jaga Keamanan dan Ketertiban Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    BANDUNG Mbinews – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan tiga arahan utama kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam upaya menjaga ketertiban, keamanan, dan wibawa Kota Bandung. Hal itu dikatakan , saat serah terima jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung dari Rasdian Setiadi kepada Bambang Sukardi di Kantor Satpol PP Kota Bandung […]

  • Melalui Program TJSL, BRI Peduli Edukasi Masyarakat Melalui Bank Sampah

    Melalui Program TJSL, BRI Peduli Edukasi Masyarakat Melalui Bank Sampah

    • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Persoalan sampah terus meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan. Jumlah tempat pembuangan sampah (TPS) terutama di masyarakat kota yang tidak seimbang hingga akhirnya masyarakat memilih membuang sampah sembarangan. Berkenaan dengan hal tersebut, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Regional Office Bandung melakukan terobosan dalam memberikan kontribusi dan […]

  • Launching Kang DS Sapa ASN Kab Bandung Di Hotel Sutan Raja Soreang

    Launching Kang DS Sapa ASN Kab Bandung Di Hotel Sutan Raja Soreang

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, MBINews.id – Launching Program Kang DS dalam menyapa ASN berlangsung di Hotel Sutan Raja Soreang Kab Bandung , dalam acara tersebut dengan mengangkat tema : Peran dan Fungsi ASN dalam mewujudkan visi – misi ditinjau dari perspektif psikologi. Kepala BKPSDM Kab Bandung, Drs.H Akhmad Djohara MSI, biasa disapa Kang Ajo mengatakan, ” hari […]

expand_less