Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Konsep Penataan Perlu Terapkan Zona Sesuai Peruntukkan PKL

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Wakil Ketua Pansus 6 DPRD Kota Bandung Folmer S. Silalahi, ST mengatakan DPRD  sedang membahas Raperda Kota Bandung tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Perda ( Peraturan Daerah ) dibahas karena konsep penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung dengan Perda terdahulu masih menimbulkan permasalahan di lapangan.

Permasalahan selalu muncul dengan diberlakukannya zonasi bagi PKL Kota Bandung yang terdiri dari zona merah, kuning dan hijau.

Lebih jauh  Folmer S.Silalahi ST mengatakan ,Sebaiknya zona itu dihapus saja karena hasil dari penelitian dan kajian justru banyak jalan-jalan atau wilayah diluar zona merah atau hijau masih banyak PKL. Dan itu tidak bisa diatur, sebab sudah masuk dalam zona PKL  di Kota Bandung .

Menurur Folmer, dalam usulan naskah akademik raperda tersebut, lebih baik pembagian zona merah, kuning dan hijau dihilangkan.

Nantinya diganti dengan zona sesuai peruntukan dan tidak sesuai peruntukan bagi PKL Kota Bandung .

Pansus 6 DPRD Kota Bandung telah mengundang perwakilan PKL, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Bandung, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung serta Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan  Tata Ruang Kota Bandung .

Pansus meminta pandangan dari masing-masing pihak.

Selain itu, dilakukan diskusi untuk mengetahui permasalahan PKL di Kota Bandung, termasuk solusi pembinaan.

“Jadi kaitan dengan pemanfaatan ruang, ini harus melibatkan Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan  Tata Ruang  Kota Bandung ,untuk mengetahui zonasi ruang di Kota Bandung yang masuk dalam zona lindung dan zona budidaya yang ada kaitannya dengan perkantoran, hunian, perdagangan dan jasa, ruang terbuka hijau .

Menurut Wakil Ketua Pansus 6 DPRD Kota Bandung ,  untuk zona PKL dalam penempatan tata ruang di Kota Bandung  belum diakomodir secara baku di dalam  Perda tata ruang.

Nah ini yang akan kita coba menetapkan kawasan-kawasan mana yang sesuai peruntukan dan kawasan-kawasan mana yang tidak sesuai peruntukan, ” ujar Politisi PDIP.

Diharapkan  PKL yang termasuk pelaku usaha informal yang bermodal mikro ini harus dijadikan usaha binaan yang dilindungi dan diberikan legalitas oleh Pemerinta Kota  Bandung.

Sehingga nantinya mereka bisa mendapatkan pembinaan dan penataan oleh dinas terkait di Kota Bandung .

Kalau statusnya masih PKL, legalitasnya tidak diatur dalam peraturan daerah. Bagaimana mereka dapat pembinaan, bagaimana mendapatkan perhatian oleh stakeholder dalam pengembangan dan promosi, ” ujarnya.

Folmer minta kedepan, PKL di Kota Bandung harus didaftarkan sehingga tidak begitu saja jualan di mana-mana.

Nanti  didata secara jelas. Sehingga diketahui nama PKL tersebut siapa, lokasi jualannya di mana, alamat rumahnya dimana,  jika para PKL sudah didaftarkan dan didorong mendapatkan tanda daftar usaha, mereka nantinya bisa punya nomor induk berusaha (NIB).

Dengan adanya legalitas ini, maka Pemkot Bandung bisa mengintervensi PKL untuk penataan, pembinaan dan pemberdayaan. *red

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Logistik Indonesia: Dari Fragmentasi ke Orkestrasi

    Logistik Indonesia: Dari Fragmentasi ke Orkestrasi

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Oleh : Prof. Dr. Ir. Agus Purnomo, M.T., FCILT. (Professor of  Supply Chain Management – Master of Logistics Management Department – Universitas Logistik Dan Bisnis Internasional – ULBI) Bayang-Bayang Inefisiensi Logistik BAYANGKAN sebuah negara dengan ribuan pulau yang seharusnya menjadi kekuatan logistik dan konektivitas terbesar di dunia, tapi barang dari Surabaya ke Kupang masih bisa […]

  • Vaksin Massal Di Sekolah, Ema Yakin Herd Immunity Akan Terbentuk Lebih Awal

    Vaksin Massal Di Sekolah, Ema Yakin Herd Immunity Akan Terbentuk Lebih Awal

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    BANDUNG, Dalam rangka mengakselerasi vaksinasi Covid-19 untuk usia 12-17 tahun di Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal memasifkan vaksinasi massal di sekolah. Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga telah meminta vaksin khusus untuk usia 12-17 tahun sebanyak 400.000 dosis kepada Pemerintah Pusat. “Alhamdulillah kita minta 400.000, malahan hadir 600.000,” kata Ketua Harian Satuan Tugas […]

  • Bertemu Plt Wali Kota, Sejumlah Lurah Curhat

    Bertemu Plt Wali Kota, Sejumlah Lurah Curhat

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Salah satu kunci kesuksesan program kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama para lurah. Lurah merupakan ujung tombak pemerintah kewilayahan. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat menerima Forum Lurah Kota Bandung di Balai Kota, Rabu 6 April 2022. “Pemerintah kota sadar […]

  • MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Anggota DPR-RI Komisi II, Muraz : Ingatkan Pemerintah Agar Tidak Mengurus Pasien kelas I dan II

    MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS, Anggota DPR-RI Komisi II, Muraz : Ingatkan Pemerintah Agar Tidak Mengurus Pasien kelas I dan II

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id –  Anggota DPR-RI Komisi II fraksi partai Demokrat HM. Muraz mengapresiasi keputusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan kenaikan iuran BPJS yang sempat menjadi penolakan masyarakat. Muraz mengakui dirinya, bahwa telah membuat dan mengirim surat terbuka ke Presiden Joko Widodo hasil analisis kajian yang ada di Kota Sukabumi. Soal pelayanan Kesehatan gratis di Rumah […]

  • Walikota Sukabumi Akui, Keterlambatan Penyerahan APBD 2021, Sudah Disampaikan  Ke Pimpinan DPRD

    Walikota Sukabumi Akui, Keterlambatan Penyerahan APBD 2021, Sudah Disampaikan Ke Pimpinan DPRD

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Adanya keterlambatan penyerahan draft APBD tahun 2021 ke pihak DPRD di akui oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi. Menurutnya, keterlambatan itu dikarenakan ada dua hal. Yakni, masih menunggu kepastian anggaran yang akan diberikan oleh pemerintah pusat dan provinsi. Sehingga lanjut Fahmi, membuat kesulitan bagi pemerintah daerah untuk melakukan perencanaan anggaran di tahun 2021. Kemudian permasalahn […]

  • Kolaborasi Bersama Kadin Diupayakan Percepat Pemulihan Ekonomi

    Kolaborasi Bersama Kadin Diupayakan Percepat Pemulihan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., dan Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga menghadiri halalbihalal yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung, di Gedung de Majestic, Bandung Tedy mengatakan, (8/6) , dalam menciptakan percepatan pemulihan ekonomi ada dua hal yang perlu diperhatikan secara khusus. Yang pertama, […]

expand_less