Breaking News
Trending Tags

Warga Bersyukur Bisa Diskusi Dengan dalam Rembug Bedas di Desa Kopo

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB. BANDUNG, MBINews.id – Ratusan warga dari berbagai unsur hadir pada kegiatan Rembug Bedas ke-112 di GOR Desa Kopo Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Selasa (14/5/2024).

Lima warga dari sekian banyak yang hadir pada kesempatan itu, mengungkapkan harapan dan aspirasinya secara langsung kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna yang hadir di tengah-tengah masyarakat.

Apa yang menjadi aspirasi warga itu langsung diskusikan dengan melibatkan unsur pemerintahan. Pertemuan silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat Desa Kopo itu sesuai dengan tema Rembug Bedas (Riungan Sareng Masyarakat Kabupaten Bandung Bedas), yaitu “Dina raraga ngarakeutkeun silaturahmi, ngawangun partisipasi, ngaguar aspirasi, bari mere solusi pikeun ngaronjatkeun pangwangunan ekonomi Kabupaten Bandung”.

Sutarya, Ketua RW 05 Desa Kopo mengucapkan syukur alhamdulillah atas program prioritas Bupati Bandung yang sudah digulirkan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satunya adalah program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan.

“Alhamdulillah warga simkuring, khususnya pelaku UMKM sudah menerima program pinjaman bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan itu. Walaupun tak semuanya menerima,” katanya

“Hatur nuhun Pak Bupati yang sudah memberikan program begitu bagus. Salah satunya program pinjaman ini untuk mencegah bank emok,” tuturnya.

Ia berharap dengan adanya bantuan pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan sebesar Rp 2 juta sampai Rp 4 juta itu, bisa ditingkatkan menjadi Rp 10 juta per pelaku usaha/UMKM.

Dani, perwakilan guru ngaji di Desa Kopo menghaturkan terima kasih kepada Bupati Bandung.

“Sepanjang ada bupati, baru pertama kali mendapat perhatian (insentif guru ngaji) untuk mengajar dan mengaji Alquran. Apakah program ini dipertahankan? Atau sepanjang Bapak menjabat bupati?” katanya.

“Kalau bisa masjid di Desa Kopo disuplai bayaran listrik masjidnya,” harapnya.

Yunus, kelompok tani khususnya di Desa Kopo mengatakan, banyak para petani yang datang ke Desa Kopo mengeluhkan karena kesulitan pupuk subsidi.

“Hampir semua petani mengeluh di 13 RW Desa Kopo. Petani beli pupuk non subsidi jauh dari untung karena kebanyakan penggarap bukan pemilik lahan pertanian,” katanya.

Ia berharap Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dan PPL (penyuluh pertanian lapangan) bisa membantu.

Lebih lanjut Yunus mengatakan bahwa terkait Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, bahwa Desa Kopo sudah mendapatkan bantuan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle).

“Alhamdulillah masyarakat Desa Kopo sudah mandiri mengelola sampah. Namun masih ada keluhan masyarakat, karena sampah dibakar. Diharapkan Dinas Lingkungan Hidup bisa memberikan solusi melalui Rembug Bedas ini untuk menuntaskan keluhan masyarakat yang disampaikan kepada Pak Bupati,” tuturnya.

Ai, Kader PKK Desa Kopo menghaturkan terima kasih kepada Bupati Bandung yang sudah memberikan kanyaah insentif untuk para kader PKK.

“Baru pertama kali diperhatikan oleh Pak Bupati. Mudah mudahan bapak langkung nyaah. Minta ditambah insentifnya, untuk kader PKK yang lainnya. Hatur nuhun, Pak Bupati sudah memberikan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Kepala Desa Kopo Entang Suryana mengatakan, Desa Kopo sudah berstatus desa mandiri. Program prioritas Bupati Bandung sudah dirasakan manfaatnya.

Ia berharap ada solusi untuk menyelesaikan pembangunan Kantor Desa Kopo. “Berharap ada solusinya,” katanya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung merespon apa yang menjadi aspirasi dan curhatan warga yang hadir pada Rembug Bedas ke-112 di Desa Kopo itu.

“Program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan ini untuk mencegah maraknya bank emok di Kabupaten Bandung. Gara-gara bank emok, banyak di antara warga yang rumah tangganya tidak harmonis,” kata Bupati.

Ia mengatakan jika pinjaman awal Rp 2 juta lancar dan bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, bisa ditingkatkan menjadi Rp 5 juta.

“Program ini buat masyarakat yang memiliki niat usaha. Manfaatkan program ini, biar kami yang memberikan subsidi untuk bunganya,” ujarnya.

Selama dua tahun ini, Dadang menyebutkan nasabah pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan sudah mencapai lebih dari 30.000 orang. Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung sudah menyiapkan anggaran Rp 70 miliar untuk program tersebut.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan bahwa program guru ngaji akan dilanjutkan selama dirinya menjadi Bupati Bandung.

Ia pun menyebutkan selama menjadi Bupati Bandung, sudah memberikan pelayanan kepada 250.000 warga untuk mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan, di antaranya 88.000 petani se-Kabupaten Bandung.

Menurutnya, para penerima BPJS Ketenagakerjaan itu, tercatat sudah ratusan warga yang meninggal dunia, dan masing-masing ahli warisnya menerima Rp 42 juta.

Saat berdiskusi dengan ratusan warga yang hadir, Kang DS mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan 13 program prioritas yang sudah digulirkan di tengah-tengah masyarakat itu.

Kang DS pun memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Bandung. Disaat pupuk anorganik sulit didapat, kata dia, para petani bisa memanfaatkan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan.

“Melalui lubang cerdas organik juga bisa membuat pupuk organik yang berasal dari sisa makanan maupun dedaunan yang dimasukkan ke dalam lubang cerdas organik itu,” katanya.

Bupati Bedas ini memberikan motivasi dan semangat kepada para petani, bahwa dengan berbagai inovasi pertanian bisa panen empat kali dalam setahun.

“Dengan cara ini bisa meningkatkan produksi pertanian dua kali lipat,” katanya.

Kang DS mendorong masyarakat petani untuk menyiapkan lahan demplot untuk ujicoba pertanian dengan menggunakan pupuk organik.

“Saya buatkan inovasi untuk membuat pupuk organik. Para petani penggarap maupun pemilik lahan jangan terpaku pupuk urea, cari inovasi,” katanya.

Untuk mendukung kelangsungan pertanian, ia mengatakan Pemkab Bandung sudah memberikan dana hibah puluhan miliar untuk pata petani.(Apih)

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWI Pusat Keluarkan Catatan Di Akhir Tahun 2020, Tetap Jaga Kemerdekaan Pers

    PWI Pusat Keluarkan Catatan Di Akhir Tahun 2020, Tetap Jaga Kemerdekaan Pers

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBINews.id -Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengeluarkan catatan akhir tahun sebagai bentuk refleksi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Dalam rilis yang diterima redaksi, PWI menyoroti beberapa hal yang terjadi selama Tahun 2020 seperti merebaknya Covid-19 yang turut berimbas pada perusahaan pers dan para wartawan di Indonesia. Pelaksanaan Pilkada serentak 2020, kekerasan fisik […]

  • Ketua IKBSP Maluku Sukabumi Raya: Kami Siap Mendukung Program Pemerintah Kota Sukabumi

    Ketua IKBSP Maluku Sukabumi Raya: Kami Siap Mendukung Program Pemerintah Kota Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Ikatan Keluarga Besar Seribu Pulau (IKBSP) Maluku Sukabumi Raya, lakukan aksi sosisl dengan membagikan masker ke masyarakat. Jumat, (14/1/2022). Pembagian ribuan masker beserta makanan yang dilakukan di Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi tersebut, di tinjau juga oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, dan Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada. “Hari […]

  • Yahdi Khoir Harahap : Sosok Sekda Pengganti Sabrina Harus ‘Kaya’ Pengalaman

    Yahdi Khoir Harahap : Sosok Sekda Pengganti Sabrina Harus ‘Kaya’ Pengalaman

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    MEDAN , MBInews.id – Pasca purna bakti sebagai ASN Hj Sabrina pada 1 Juni 2021 kemarin, kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) masih kosong. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dikabarkan menunjuk Afifi Lubis sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Menyikapi hal tersebut, anggota DPRD Sumut dari fraksi PAN Yahdi Khoir Harahap mengusulkan agar Edy […]

  • Wali Kota Sukabumi: Ini Merupakan Penyaluran ke-16 Dari Program Udunan Online

    Wali Kota Sukabumi: Ini Merupakan Penyaluran ke-16 Dari Program Udunan Online

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Melalui program Udunan Online, salah seorang warga di Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, mendapatkan bantuan biaya perawatan sebesar 10 juta Rupiah. Yeni (49), warga kelurahan Sindangpalay merupakan penderita penyakit Kista Ovarium. Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, menyerahkan langsung hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh Forum Silih Asah Silih Asih Silih Asuh tersebut. “Alhamdulilah, […]

  • Adaptasi Kebiasaan Baru, Pelaku Pasar Modern Ataupun Tradisional Siap Hadapi New Normal

    Adaptasi Kebiasaan Baru, Pelaku Pasar Modern Ataupun Tradisional Siap Hadapi New Normal

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Pelaku Pasar Modern ataupun tradisional dinyatakan siap dalam menghadapi Persiapan new normal atau adaptasi kebiadaan Baru (AKB) di wilayah Kota Sukabumi yang akan diterapkan pada hari Sabtu 6 Juni 2020 besok. Sehingga menurut Plt. Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi Didin Syarifudin, mereka sudah tidka perlu lagi mengajukan, karena […]

  • PPKM Level 3 Akan Diterapkan Saat Nataru,  Kota Bandung Siap Mengikuti kebijakan Pusat

    PPKM Level 3 Akan Diterapkan Saat Nataru, Kota Bandung Siap Mengikuti kebijakan Pusat

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    BANDUNG, Pemerintah pusat memang berencana akan menerapkan PPKM Level 3 saat Nataru untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid 19. Pemkot Bandung sendiri siap mengikuti kebijakan pusat terkait PPKM Level 3 saat Nataru. “Kita akan menyesuaikan regulasi yang ada, dan menunggu kebijakan dari pusat,” kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna di Balai Kota, Jalan Wastukancana, […]

expand_less