Breaking News
Trending Tags

Bupati Dadang Supriatna: Gerakan GeP4K Sayang Berpihak Pada Lingkungan

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAB.BANDUNG, MBINews.id – Sosok Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna saat hadir di Gedong Budaya Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (17/7/2024) disambut sekelompok seniman atau  budayawan yang memainkan alat musik tradisional celempung dan karinding.

Tidak lama berselang, Bupati Bandung pun menerima penyerahan alat musik tradisional bangkong reang yang saat itu pula turut dimainkan bersama Bunda Bedas Hj. Emma Dety Dadang Supriatna beserta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Asep Kusumah. Jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung, para Organisasi Perangkat Daerah, para camat, kepala desa maupun para penggiat lingkungan lainnya, juga turut memainkan alat musik tradisional tersebut.

Di Gedong Budaya Soreang itu, tengah dilangsungkannya semarak gebyar  Jambore Lingkungan Tahun 2024 yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung.

Jambore Lingkungan itu merupakan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Bandung tahun 2024 dengan tema “GeP4K Sayang, Langkah Bedas bagi Semua Menjadi Pahlawan Krisis Iklim”.

Bupati Dadang Supriatna menyebutkan melalui puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu,  juga turut melakukan evaluasi selama tiga tahun kepemimpinannya di Kabupaten Bandung.

“Ada sekitar 20 kegiatan yang berpihak pada lingkungan, di antaranya dengan adanya gerakan GeP4K Sayang,” sebut Bupati Bandung dalam keterangannya.

“Kita juga sudah mengeluarkan instruksi Bupati Bandung No 2 tahun 2023, yang mana setiap anak sekolah diwajibkan, terutama setiap anak sekolah baru untuk menanam pohon kesayangannya dua pohon,” harapnya.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, menyebutkan bagi yang menikah di Kantor Urusan Agama (KUA), juga diminta memberikan bantuan partispasi yaitu untuk menanam dua pohon kesayangannya.

“Dari mulai awal nikah sampai dengan  dia berkeluarga dan mengurus sampai punya anak dan cucu,” ujar Bupati Bedas ini.

Ia menyebutkan bagi yang punya kendaraan roda dua, di antaranya harus menanam tujuh pohon. Sedangkan pemilik kendaraan roda empat menanam 25 pohon.

“Nah kalau ini dilakukan, seluruh masyarakat Kabupaten Bandung saya kira ini akan terjadi pelestarian lingkungan dan dijadikan budaya untuk selalu ada peradaban. Mengingat kita sebagai masalah bagi lingkungan, dan juga sebagai solusi bagi lingkungan. Ini akan terjawab,” jelasnya.

Kang DS juga memiliki cita-cita dalam dua tahun mendatang, Kabupaten Bandung zero waste akan tercapai dan terwujud melalui kebersamaan tersebut.

“Mudah-mudahan dengan tadi sudah diberikannya hampir sekitar 80 orang yang mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung. Ini akan menambah semangat motivasi untuk selalu menjaga dan komitmen terhadap lingkungan kita,” harap orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini.

Kang DS juga menyatakan kesepakatannya untuk dijadikan sebuah budaya. “Jadi kita sudah mufakat dalam Jambore Lingkungan ini  akan dibuatkan regulasi dan sepakat serta menyepakati tadi terhadap memelihara lingkungan dijadikan suatu  budaya. Artinya suatu kebiasaan,” ujarnya.

“Ini salah satu hal penting dalam rangka bisa memberikan motivasi dan semangat, sehingga bagi masyarakat Kabupaten Bandung jangan abaikan lingkungan,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan bagi para siswa TK, SD dan SMP akan diberikan atau dibuatkan suatu modul.

“Bagaimana untuk memelihara lingkungan dikuatkan dalam suatu Peraturan Bupati atau keputusan regulasi yang menyangkut nanti kerjasamanya dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan, pada pelaksanaan Jambore Lingkungan itu,  melibatkan berbagai elemen masyarakat, terdiri dari para penggiat dan komunitas serta para pahlawan lingkungan Kampung Bedas. Selain itu  menampilkan berbagai ragam inovasi dan produk unggulan maupun karya kreatif lainnya berbasis lingkungan.

Asep Kusumah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan puncak acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2024 yang dilaksanakan di Gedong Budaya Soreang dan Gedung Bale Rame Soreang.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung telah melaksanakan rangkaian kegiatan dan berbagai aksi nyata yang melibatkan atau berkolaborasi dengan berbagai komponen.

Asep pun turut menjelaskan tema Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Bandung, yaitu GeP4K Sayang, Langkah Bedas bagi Semua Menjadi Pahlawan Krisis Iklim.

“Tema tersebut menyesuaikan dengan tema nasional Penanganan Krisis Iklim dengan Inovasi Berkeadilan,” katanya.

Pada puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu, turut dilaksanakan pemberian penghargaan dan apresiasi kepada para pemenang lomba/kompetisi/penilaian dan inspirator/penggiat/lomunitas/perusahaan atau institusi.

Tak hanya itu, juga ditampilkan gelar kreasi seni budaya berbasis lingkungan dan kearifan lokal, lounching buku “Pohon Endemik” karya Eyang Memet, serta pameran produk inovasi dan unggulan lingkungan.

Pada kesempatan itu pula, puluhan  penghargaan Jambore Lingkungan tahun 2024 yang diberikan kepada para kepala desa, para ketua Kampung Bedas, komunitas lingkungan serta kelompok lomba artikel/video maupun perorangan yang konsen terhadap upaya pelestarian lingkungan di wilayahnya masing-masing.

Bahkan dari kelompok penggiat dan komunitas lingkungan itu, mampu melahirkan para pahlawan lingkungan di Kabupaten Bandung melalui berbagai aktivitas dalam kesehariannya dan memberikan dukungan secara konsisten dan bersinergi melaksanakan program Pemkab Bandung dalam bidang lingkungan. (HEN)

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurangi Sedimentasi Intake Cikalong Dikuras

    Kurangi Sedimentasi Intake Cikalong Dikuras

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Bandung, MBInews.id — Untuk mengurangi sedimentasi lumpur yang semakin tebal, Rabu 24 Juni Hingga Kamis 25 Juni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung akan melakukan pengurasan dan perawatan rutin intake Cikalong. Dengan adanya kegiatan ini, maka akan berdampak pada distribusi air kepada pelanggan pada Rabu dan Kamis esok. Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota […]

  • Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Wali Kota Sukabumi Kunker ke BPK Jabar

    Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Wali Kota Sukabumi Kunker ke BPK Jabar

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Dalam meningkatkan koordinasi dan menyangkut pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat di Bandung. Sein, (28/07/2025). Kunjungan tersebut juga, merupakan langkah strategis Pemkot Sukabumi dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah, serta meningkatkan […]

  • Hasil Rekrutmen Panwascam Kabupaten Sukabumi Banyak Kejanggalan?

    Hasil Rekrutmen Panwascam Kabupaten Sukabumi Banyak Kejanggalan?

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Hasil rekrutmen Panwascam di Kabupaten Sukabumi diduga ada nepotisme. Hal itu berkaitan banyaknya teman,saudara, dan mertua pimpinan Bawaslu Kabupaten Sukabumi yang lolos jadi anggota Panwascam. “Banyak kejanggalan hasil rekrutmen, membuktikan di lapangan banyak yang lulus jadi anggota Panwascam itu, teman, saudara, bahkan mertua Bawaslu Kabupaten Sukabumi,” ujar Koordinator Aksi Kris Dwi Purnomo, […]

  • Pansus 4 DPRD Kota Bandung: Raperda Pemajuan Kebudayaan Dorong Perlindungan Bahasa Sunda

    Pansus 4 DPRD Kota Bandung: Raperda Pemajuan Kebudayaan Dorong Perlindungan Bahasa Sunda

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id — Panitia Khusus (Pansus) 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menghadiri undangan Fokus Group Discussion (FDG) yang diselenggarakan Disbudpar Kota Bandung, dalam agenda pembahasan Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan, di Grand Tebu Hotel, Kamis (01/12/2022). Dalam agenda tersebut, hadir Ketua Pansus 4 DPRD Kota Bandung, Yoel Yosaphat, S.T.; Wakil Ketua Pansus, Dudy […]

  • Fraksi PDI Perjuangan Berikan Pandangan Umum Terkait 4 Raperda Usulan Pemerintah Kota Bandung

    Fraksi PDI Perjuangan Berikan Pandangan Umum Terkait 4 Raperda Usulan Pemerintah Kota Bandung

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung memberikan pandangan umum terhadap empat usulan Raperda dari Propemperda Tahun 2025 Tahap II, dalam rapat paripurna yang digelar pada Selasa, 7 Oktober 2025. Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., didampingi Wakil […]

  • PWI Larang 20.000 Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers

    PWI Larang 20.000 Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melarang sekitar 20.000 anggotanya mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang pelaksanaannya bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. PWI secara tegas menyatakan bahwa satu-satunya lembaga yang memiliki legitimasi untuk melakukan pengaturan dan penyelenggaraan UKW adalah Dewan Pers. Lembaga Uji (LU) yang bisa menguji kompetensi wartawan sesuai […]

expand_less