Breaking News
Trending Tags

Ayep Zaki Sebut Dana Wakaf Milik Masyarakat, Bukan Yayasan atau Pemerintah

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id — Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa pengelolaan dana wakaf di Kota Sukabumi sepenuhnya mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, dana wakaf bersifat abadi dan tidak memiliki kaitan dengan masa jabatan kepala daerah yang sedang menjabat. Pernyataan itu disampaikan Ayep Zaki dalam wawancara eksklusif di rumah dinasnya, Sabtu (18/10/2025).

“Wakaf itu kan diatur undang-undang dan peraturan pemerintah. Pemilik wakaf bukan yayasan, tapi masyarakat atau wakif. Jadi uang wakaf itu abadi dan berlaku selama-lamanya,” tegas Ayep Zaki.

Ia menjelaskan, kerja sama antara Pemkot Sukabumi dan Lembaga Wakaf Doa Bangsa hanya bersifat administratif untuk mempermudah akses data pengelolaan wakaf di daerah. Sementara dana wakaf, kata Ayep, tetap berada dalam pengelolaan nadzir sesuai peraturan.

“Perjanjian kerja sama hanya untuk meminta data pengelolaan wakaf yang berlangsung. Dana wakaf itu tetap ada selama-lamanya dan tidak ada kaitannya dengan masa jabatan wali kota,” ungkapnya.

Ayep juga menegaskan, segala bentuk penyimpangan atau pelanggaran terhadap dana wakaf memiliki konsekuensi hukum pidana sebagaimana diatur dalam regulasi.

Selain itu, Wali Kota Sukabumi yang juga pendiri Lembaga Wakaf Doa Bangsa ini menuturkan bahwa lembaga tersebut telah memperluas jangkauan pengelolaan wakaf hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

“Sekarang sudah ada wakaf nasional bernama Indonesia Makmur, kemudian wakaf untuk Indonesia bagian timur bernama Wakaf Suryakanta, wakaf untuk Partai Nasdem Kabupaten Sukabumi, Nasdem Gorontalo, dan Bogor Maslahat. Insya Allah dalam waktu dekat akan ada juga Wakaf Pasim,” ujar Ayep Zaki.

Dalam sistem pengelolaan wakaf, hasil pemanfaatan dana akan dibagikan secara proporsional — 90 persen diserahkan kepada wakif, dan 10 persen untuk nadzir sebagai pengelola.

Sementara itu, untuk wilayah Kota Sukabumi, saat ini lembaga tersebut memprioritaskan program Qordhul Hasan, yaitu penyaluran dana kebajikan yang terus meningkat setiap bulan.

Namun Ayep mengakui, karena pendapatan dari dana wakaf masih relatif kecil, program ini turut diperkuat dengan sumbangan sodaqoh jariyah dari masyarakat.

“Walaupun tidak ada kerja sama formal, wakaf tetap berjalan karena mengacu pada undang-undang dan peraturan pemerintah. Tapi tanpa kerja sama, Pemkot tidak bisa mengetahui data pewakif atau jumlah manfaat yang disalurkan,” tambahnya.

Ayep mencontohkan, beberapa program wakaf nasional seperti Rogam Wakaf Indonesia Makmur memiliki wakif dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Karena tidak ada kerja sama dengan pemerintah daerah setempat, maka laporan pengelolaannya langsung diberikan kepada para wakif, bukan pemerintah. “Mereka tidak wajib melapor ke pemerintah daerah, tapi berkewajiban memberikan laporan kepada wakifnya,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Evaluasi SAKIP Dan RB Tahun 2020, Pemkot Bandung Raih Hasil BB

    Hasil Evaluasi SAKIP Dan RB Tahun 2020, Pemkot Bandung Raih Hasil BB

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Reformasi Birokrasi (RB) tahun 2020 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dengan hasil memuaskan (BB). Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan, Pemkot Bandung berkomitmen mempertahankan prestasi yang telah diraih. Di antaranya dalam manajemen […]

  • Tinjau Bencana, Walikota Sukabumi Himbau Warga Tetap Waspada

    Tinjau Bencana, Walikota Sukabumi Himbau Warga Tetap Waspada

    • calendar_month Senin, 15 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, meninjau langsung lokasi terdampak bencana yangberada di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Minggu (14/11/2021). “Hari ini saya, bersama pak Sekda, Pak Lurah, BPBD dan juga berbagai relawan lainnya, melakukan kerja bakti di lokasi ini,” ujar Fahmi kepada awak media. Lanjutnya, dirinya juga mengimbau kepada warga Kota […]

  • Pelantikan Anggota DPRD Ucap Sumpah dan Janji Dihadapan 2000 Lebih Tamu Undangan

    Pelantikan Anggota DPRD Ucap Sumpah dan Janji Dihadapan 2000 Lebih Tamu Undangan

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Mbinews.id, Cimahi– Sebanyak 45 Anggota DPRD Kota Cimahi terpilih periode 2019-2024 mengucap sumpah dan janji dalam pelantikan yang berlangsung di Kantor DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita, Senin (26/8/2019). Pelantikan tersebut dihadiri Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna, dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Ketua DPRD Kota Cimahi periode 2014-2019, Achmad Gunawan, dan lebih dari […]

  • BRI Tasikmalaya Edukasi Siswa SD Gemar Menabung, Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini

    BRI Tasikmalaya Edukasi Siswa SD Gemar Menabung, Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Admin01
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Tasikmalaya || MBInews.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda melalui program edukasi bertema “Aku Hebat, Suka Menabung” yang digelar bagi siswa-siswi Sekolah Dasar di Tasikmalaya pada Mei 2026. Kegiatan edukasi dan sosialisasi gemar menabung tersebut menjadi bagian dari upaya nyata BRI dalam mendukung […]

  • Pengemudi ojol Dilibatkan untuk Mengurangi Kemacetan di Kota Bandung

    Pengemudi ojol Dilibatkan untuk Mengurangi Kemacetan di Kota Bandung

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Pengemudi Ojek Online (Ojol) bakal dilibatkan dalam membantu mengurai kemacetan di Kota Bandung. bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, pelibatan ini diharap dapat meningkatkan pendapatan pengemudi ojol. Keterlibatan ojol sendiri difokuskan untuk mobilitas anak-anak sekolah. Baik mengantar dan menjemput siswa dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. Hal itu diungkapkan Calon Wakil Wali […]

  • BPBD Dibentuk Untuk Mengurangi Beban Kerja Damkar Kota Bandung

    BPBD Dibentuk Untuk Mengurangi Beban Kerja Damkar Kota Bandung

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 49
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Wakil Ketua Pansus 4 DPRD Kota Bandung, Dr. H. Radea Respati Paramudhita, SH., MM menyampaikan, ada 4 hal mendasar dalam pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung. “Dibuatnya BPBD ini berdasarkan itikad baik yang luar biasa dari Pemerintah Kota Bandung, membuat Perda dengan suka hati dan juga aspirasi dari masyarakat,” kata […]

expand_less