Rapim Pemkot Sukabumi: Ayep Zaki Dorong Kinerja Birokrasi Berbasis KPI dan Talenta
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat tata kelola birokrasi berbasis kinerja terukur. Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang digelar Kamis (05/03/2026) pagi di Oproom Balai Kota, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan pentingnya integritas, profesionalitas, dan komitmen terhadap aturan perundang-undangan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Jika kinerja ini kita jalankan secara maksimal dan benar, maka ada dua hal yang kita raih. Pertama, kita mematuhi aturan perundang-undangan. Kedua, kita telah mengimplementasikan ajaran agama, fid-dunya wa fil-akhirah,” tegas Ayep Zaki dalam arahannya.
Rapim tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, Ketua TKPP Ubaydillah, serta seluruh kepala perangkat daerah.
Evaluasi Bulanan Berbasis 7 Pilar KPI
Dalam forum tersebut, masing-masing perangkat daerah memaparkan capaian tujuh pilar Key Performance Indicators (KPI) yang menjadi tolok ukur kinerja birokrasi.
Tujuh pilar KPI tersebut mencakup:
-
Kemampuan kinerja birokrasi
-
Maksimalisasi aset daerah
-
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
-
Inovasi
-
Produktivitas kerja berbasis talenta
-
Efisiensi anggaran
-
Realisasi anggaran
Sistem penilaian ini dilakukan secara berkala setiap bulan dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah. Evaluasi rutin tersebut menjadi instrumen strategis untuk memastikan setiap perangkat daerah bekerja dengan target yang jelas dan hasil yang terukur.
Pendekatan berbasis talenta ini juga diarahkan untuk menciptakan budaya kerja yang kompetitif namun tetap kolaboratif.
Dari hasil evaluasi yang dipaparkan, Kecamatan Warudoyong mencatatkan diri sebagai perangkat daerah dengan capaian KPI terbaik pada Januari 2026.
Sementara untuk Februari 2026, posisi teratas diraih Kecamatan Cikole, disusul Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Capaian tersebut menunjukkan adanya dinamika positif dalam peningkatan performa birokrasi di lingkungan Pemkot Sukabumi.
Ayep Zaki menekankan bahwa keberhasilan kinerja tidak hanya diukur dari angka dan capaian administratif, tetapi juga dari nilai integritas dalam pelaksanaannya.
Ia meminta seluruh perangkat daerah bekerja secara jujur dan cerdas, serta mampu mengkomunikasikan program pembangunan kepada masyarakat secara terbuka.
Menurutnya, kerja birokrasi yang dilandasi kejujuran bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga bagian dari pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari aparatur.
“Setiap program harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan disampaikan kepada masyarakat dengan baik. Kita bukan hanya menjalankan pemerintahan, tetapi juga menjalankan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.
Penerapan KPI berbasis talenta ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat budaya kerja profesional, transparan, dan berorientasi hasil.
Dengan sistem evaluasi yang konsisten, Pemkot Sukabumi menargetkan optimalisasi aset daerah, peningkatan PAD, serta efisiensi anggaran yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun birokrasi modern yang adaptif terhadap tantangan zaman dan responsif terhadap kebutuhan publik. (Ardan/ Wan/ Mbi)
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar