USB YPKP Bandung Gelar Workshop Internasional Generative AI, Hadirkan Pakar Korea dan Dorong Inovasi Mahasiswa
- account_circle MBI Admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung,Mbinews – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung melalui Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) sukses menggelar workshop internasional bertajuk “Mastering Generative AI for Technical Innovation”. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa menghadapi perkembangan pesat teknologi, khususnya di bidang Artificial Intelligence (AI).
Workshop ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga wadah eksplorasi inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri digital. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas unit di lingkungan kampus, melibatkan HMSI, Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Biro Kerja Sama, Biro Humas, Protokoler dan Media, serta sejumlah program studi di bawah Fakultas Teknik, seperti Sistem Informasi, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika. Acara ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dekan Fakultas Teknik, dosen, hingga mahasiswa.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber internasional dan nasional, di antaranya Kim Soo Il, Kwanyoung Kim, Paul Choi, serta praktisi teknologi Indonesia Pratomo Bowo Leksono.
Ketua Program Studi Sistem Informasi, Khaerul Manaf, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi awal pengembangan teknologi yang lebih luas, khususnya di bidang AI.
“Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal untuk pengembangan teknologi ke depan, termasuk konsep Agenting AI. Harapan kami, seluruh program studi di Fakultas Teknik dapat terus unggul,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan HMSI Hikmah Nuralam dan Ketua Pelaksana Indra Nazru berharap peserta dapat mengikuti kegiatan secara optimal dan memperoleh wawasan baru yang aplikatif.
Pada sesi utama, Pratomo Bowo Leksono membawakan materi “Digital Transformation 5.0: Revolusi Workflow Developer di Era Kecerdasan Otonom”. Ia menjelaskan bahwa AI telah mengubah cara kerja di bidang teknologi informasi—dari ketergantungan pada mesin pencari menuju pemanfaatan AI untuk mempercepat proses kerja.
Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan seperti potensi hallucination (ketidakakuratan hasil) serta risiko keamanan. Ia juga menyoroti fenomena FOMO (fear of missing out) yang mendorong banyak orang terjun ke dunia AI tanpa pemahaman fundamental yang kuat.
“Belajar fundamental di era AI itu seperti belajar navigasi bintang di era GPS. Terasa kuno, sampai suatu saat bateraimu habis dan hanya pengetahuanmu yang bisa membawamu pulang,” ungkapnya.
Dalam sesi internasional, Kwanyoung Kim menekankan pentingnya kolaborasi global dalam mendorong transformasi teknologi.
“We aim to transform Indonesia into a smart and incubating society. We hope our partners will become key experts in the new era,” ujarnya.
Sementara itu, Paul Choi menegaskan bahwa sikap dan keberanian keluar dari zona nyaman menjadi kunci sukses di era teknologi.
“Jika sikap kita positif, kita akan sukses. Jika negatif, hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.
Di sisi lain, Kim Soo Il menegaskan bahwa peran manusia dalam pendidikan tetap tidak tergantikan, meskipun AI berkembang pesat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, USB YPKP juga melaksanakan penandatanganan Implementation Agreement (IA) dengan mitra dari Korea Selatan.
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat internasionalisasi kampus, khususnya dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi.
Dari pihak Universitas Sangga Buana, penandatanganan dilakukan oleh Ivany Sarief, Gunawan, serta Khaerul Manaf sebagai perwakilan program studi di Fakultas Teknik.
Kerja sama ini diharapkan membuka peluang kolaborasi global yang lebih luas sekaligus mendorong inovasi teknologi di lingkungan akademik.
Melalui kegiatan ini, USB YPKP menegaskan komitmennya sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global serta berperan aktif dalam mencetak lulusan yang kompetitif di era kecerdasan buatan.
Saat ini belum ada komentar