Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Wajib Tahu, Ini Tempat Ibadah Tertua Di Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Pada 25 September 2021 ini Kota Bandung akan berusia 211 tahun. Sejak berdiri, Kota Bandung telah dikenal sebagai kota yang menjunjungi tinggi toleransi.

Warganya sangat menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan. Sehingga tak heran jika banyak rumah ibadah dari beragam agama berdiri di Kota Bandung.

Berikut ini sejumlah tempat ibadah tertua di Kota Bandung yang disarikan dari sejumlah sumber:

  1. Masjid Mungsolkanas
    Bagi sebagian besar orang mungkin akan menyangka jika Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat yang letaknya bersebelahan dengan Alun-alun Bandung atau Masjid Cipaganti adalah masjid tertua di Kota Bandung.

Namun tahukah anda jika masjid tertua di Kota Bandung adalah Masjid Mungsolkanas.

Nama unik ini merupakan pemberian Mama Aden atau R. Suradimadja alias Abdurohim. Masjid Mungsolkanas berada di Jalan Cihampelas 61/35B RT 02/RW 05.

Mungsolkanas merupakan singkatan dari “Mangga Urang Solawat ka Nabi SAW (mari kita solawat ke nabi SAW)”.

Singkatan tersebut diambil dari filosofi doa di dalam kitab Tankibulkaul yang mengandung arti bahwa setiap orang yang membaca dan mengamalkan solawat Nabi SAW insya Allah doanya terkabul.

Masjid Mungsolkanas berdiri pada 1869. Awalnya hanya berupa tajug sederhana. Bentuk bangunannya berupa kobong dan panggungnya terbuat dari bilik.

Dalam sejumlah catatan, bangunan masjid ini didirikan di atas lahan yang diwakafkan oleh Nenek Zakaria yang bernama Lantenas, janda dari R. Suradipura, Camat Lengkong Sukabumi yang wafat pada 1869.

Pemugaran besar-besaran Masjid Mungsolkanas terjadi pada tahun 1994. Kini Masjid Mungsolkanas masih dikunjungi banyak jamaah. Di saat Ramadan, masjid ini juga memiliki beragam kegiatan.

  1. Gereja Katedral Santo Petrus
    Gereja Katedral Santo Petrus berdiri pada tahun 1895. Gereja ini dibangun oleh arsitektur bernama C.P. Wolff Schoemaker.
    Hingga saat ini Gereja Katedral Santo Petrus masih berdiri gagah di Jalan Merdeka No.14, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Pada awal mula berdirinya gereja ini sempat diberi nama St Franciscus Regis. Pada saat itu pun gereja ini hanya memiliki 280 jemaat saja.

Baru setelah Bandung mendapat status sebagai kotamadya, barulah gereja ini dibangun kembali dan diberi nama Gereja Katedral Santo Petrus dan dapat menampung 1800 jemaat.

Mengusung gaya arsitektur neo-gothic akhir, membuat gereja ini bak bangunan kuno di tengah kota Bandung.

  1. Gereja Bethel
    Gereja Bethel Bandung berada di Jalan Wastukancana, Bandung. Ini adalah gereja Protestan yang pertama kali dibangun di Kota Bandung, yakni pada Mei 1924, di atas lahan seluas 3.278 meter persegi.

Sekitar sembilan bulan kemudian, pembangunan gereja selesai dan diresmikan pada 1 Maret 1925. Gereja seluas 432 meter persegi ini mampu menampung 500 jemaah.

Sebagai bangunan publik utama pada masa itu, gereja didirikan berdampingan dengan gedung balai kota, Bank Java, dan Gereja Santo Petrus di kawasan pusat pemerintahan.

Bangunan bergaya klasik modern ini dirancang oleh arsitek Ir CP Wolff Schoemaker yang juga merancang Gereja Katedral Santo Petrus.

Merunut sejarahnya, Gereja Bethel bercikal bakal dari rumah ibadat sederhana yang dibangun akhir 1800-an.

Pemberitaan Injil di wilayah Priangan dimulai pada 1856 dengan pendirian rumah ibadat di pusat-pusat keresidenan. Pendeta pertama yang ditugaskan di Bandung adalah Ds FJN Brouwer (1885-1886).

Nama Bethel baru dipakai tahun 1964. Nama yang merujuk pada Kitab Kejadian ini bermakna rumah Tuhan atau pintu gerbang surga.

  1. Vihara Satya Budhi
    Kelenteng atau Vihara Satya Budhi terletak di Jalan Kelenteng Bandung. Satya Budhi merupakan kelenteng tertua di kota Bandung.

Diresmikan pada 1855 dengan nama Hiap Thian Kong yang berarti Istana Para Dewa.

Pada 1965, penggunaan nama Tionghoa dilarang di Indonesia karena itulah Hiap Thian Kong berubah nama menjadi Vihara Satya Budhi.

Selain itu penggunaan kata kelenteng diubah menjadi vihara kebijakan pemerintah saat itu tidak mengakui agama Konghucu.
Namun sekarang, Vihara Satya Budhi menjadi tempat ibadat tiga agama, yaitu Tao, Konghucu, dan Buddha.

  1. Pura Wira Satya Dharma
    Pura Wira Satya Dharma berdiri sejak 10 Juni 1995. Pada tanggal tersebut dilaksanakan acara melaspas Agung Pura Wira Satya Dharma yang bertepatan dengan Hari Raya Kuningan1.

Latar belakang didirikannya pura ini karena pada tahun 1990an jumlah umat Hindu di Kota Bandung meningkat, baik itu mahasiswa, pegawai pemerintahan, TNI, pegawai swasta, dan
lain-lain.

Oleh karena itu dibangunlah sebuah pura yang bernama Pura Wira Satya Dharma di kesatuan Yon Zipur 9.

Sebelum dibangun Pura umat Hindu yang berada di Kesatuan Yon Zipur 9, umat Hindu Kota Bandung melakukan persembahyangan di Pura Wira Loka Natha Kota Cimahi. (pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LKBN Antara Bekerja Sama Dengan PWI Pusat  Kembali Lakukan Pengetesan Cepat RDT

    LKBN Antara Bekerja Sama Dengan PWI Pusat Kembali Lakukan Pengetesan Cepat RDT

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA kembali melakukan pengetesan cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Dewan Pers. “Ini adalah rangkaian acara Kantor Berita ANTARA dalam melakukan safari rapid test kepada komunitas insan pers di Jakarta, setelah sebelumnya di beberapa media dan hari ini […]

  • Farhan: Ketimpangan dan Sanitasi Masih Jadi PR Besar Kota Bandung 2026

    Farhan: Ketimpangan dan Sanitasi Masih Jadi PR Besar Kota Bandung 2026

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    BANDUNG,eljabar.com – Rasio Gini Turun, Sanitasi dan Stunting Masih Jadi PR Besar Bandung Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan rasio gini Kota Bandung turun dari 0,44 menjadi 0,42. Meski mengalami perbaikan, angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional. “Ini tantangan. Walaupun turun, masih jauh di atas standar nasional,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, […]

  • Wali Kota Sukabumi Dorong Transformasi RW Melalui P2RW Berbasis Integritas

    Wali Kota Sukabumi Dorong Transformasi RW Melalui P2RW Berbasis Integritas

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Dalam semangat membangun pemerintahan yang bersih, jujur, dan berpihak pada rakyat, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan pentingnya integritas dalam pengelolaan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW). Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Program P2RW Tingkat Kecamatan Lembursitu, Selasa (7/10/2025), yang dihadiri para Ketua RW se-Kelurahan Lembursitu. “Kita mulai dengan niat […]

  • ULBI Serahkan 55 Beasiswa Untuk Cetak Talenta Muda Unggul

    ULBI Serahkan 55 Beasiswa Untuk Cetak Talenta Muda Unggul

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) di bawah naungan PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan bahwa sebanyak 55 calon mahasiswa baru telah resmi menerima Beasiswa APERTI BUMN 2025 untuk melanjutkan pendidikan tinggi di ULBI. Beasiswa ini merupakan bagian dari program strategis yang diselenggarakan oleh Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (APERTI BUMN) dalam rangka memperluas […]

  • Kerap Terjadinya Tawuran Pelajar, Berikut Atisipasi Disdikbud Kota Sukabumi

    Kerap Terjadinya Tawuran Pelajar, Berikut Atisipasi Disdikbud Kota Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 24 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Marak terjadi kembali tawuran yang dilakukan pelajar saat usai jam sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi mengkonfirmasi, bahwa pihaknya telah melakukan langkah pencegahan untuk menghindari terjadinya kejadian tersebut. Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan tauran pelajar. Baik itu berupa kegiatan yang berada […]

  • Puncak Peringatan HUT Korpri Ke-52 dan HKN Ke-59 Tingkat Kota Sukabumi

    Puncak Peringatan HUT Korpri Ke-52 dan HKN Ke-59 Tingkat Kota Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Di usia ke-52 tahun, anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dituntut untuk terus meningkatkan ; netralitas, profesionalitas, dan kinerja. Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji dalam upacara peringatan HUT Ke-52 KORPRI dan Hari Kesehatan Nasional Tahun 2023 tingkat Kota Sukabumi pada Selasa, 5 Desember 2023 di halaman Gedung […]

expand_less