Breaking News
Trending Tags

Wajib Tahu, Ini Tempat Ibadah Tertua Di Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Pada 25 September 2021 ini Kota Bandung akan berusia 211 tahun. Sejak berdiri, Kota Bandung telah dikenal sebagai kota yang menjunjungi tinggi toleransi.

Warganya sangat menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan. Sehingga tak heran jika banyak rumah ibadah dari beragam agama berdiri di Kota Bandung.

Berikut ini sejumlah tempat ibadah tertua di Kota Bandung yang disarikan dari sejumlah sumber:

  1. Masjid Mungsolkanas
    Bagi sebagian besar orang mungkin akan menyangka jika Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat yang letaknya bersebelahan dengan Alun-alun Bandung atau Masjid Cipaganti adalah masjid tertua di Kota Bandung.

Namun tahukah anda jika masjid tertua di Kota Bandung adalah Masjid Mungsolkanas.

Nama unik ini merupakan pemberian Mama Aden atau R. Suradimadja alias Abdurohim. Masjid Mungsolkanas berada di Jalan Cihampelas 61/35B RT 02/RW 05.

Mungsolkanas merupakan singkatan dari “Mangga Urang Solawat ka Nabi SAW (mari kita solawat ke nabi SAW)”.

Singkatan tersebut diambil dari filosofi doa di dalam kitab Tankibulkaul yang mengandung arti bahwa setiap orang yang membaca dan mengamalkan solawat Nabi SAW insya Allah doanya terkabul.

Masjid Mungsolkanas berdiri pada 1869. Awalnya hanya berupa tajug sederhana. Bentuk bangunannya berupa kobong dan panggungnya terbuat dari bilik.

Dalam sejumlah catatan, bangunan masjid ini didirikan di atas lahan yang diwakafkan oleh Nenek Zakaria yang bernama Lantenas, janda dari R. Suradipura, Camat Lengkong Sukabumi yang wafat pada 1869.

Pemugaran besar-besaran Masjid Mungsolkanas terjadi pada tahun 1994. Kini Masjid Mungsolkanas masih dikunjungi banyak jamaah. Di saat Ramadan, masjid ini juga memiliki beragam kegiatan.

  1. Gereja Katedral Santo Petrus
    Gereja Katedral Santo Petrus berdiri pada tahun 1895. Gereja ini dibangun oleh arsitektur bernama C.P. Wolff Schoemaker.
    Hingga saat ini Gereja Katedral Santo Petrus masih berdiri gagah di Jalan Merdeka No.14, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

Pada awal mula berdirinya gereja ini sempat diberi nama St Franciscus Regis. Pada saat itu pun gereja ini hanya memiliki 280 jemaat saja.

Baru setelah Bandung mendapat status sebagai kotamadya, barulah gereja ini dibangun kembali dan diberi nama Gereja Katedral Santo Petrus dan dapat menampung 1800 jemaat.

Mengusung gaya arsitektur neo-gothic akhir, membuat gereja ini bak bangunan kuno di tengah kota Bandung.

  1. Gereja Bethel
    Gereja Bethel Bandung berada di Jalan Wastukancana, Bandung. Ini adalah gereja Protestan yang pertama kali dibangun di Kota Bandung, yakni pada Mei 1924, di atas lahan seluas 3.278 meter persegi.

Sekitar sembilan bulan kemudian, pembangunan gereja selesai dan diresmikan pada 1 Maret 1925. Gereja seluas 432 meter persegi ini mampu menampung 500 jemaah.

Sebagai bangunan publik utama pada masa itu, gereja didirikan berdampingan dengan gedung balai kota, Bank Java, dan Gereja Santo Petrus di kawasan pusat pemerintahan.

Bangunan bergaya klasik modern ini dirancang oleh arsitek Ir CP Wolff Schoemaker yang juga merancang Gereja Katedral Santo Petrus.

Merunut sejarahnya, Gereja Bethel bercikal bakal dari rumah ibadat sederhana yang dibangun akhir 1800-an.

Pemberitaan Injil di wilayah Priangan dimulai pada 1856 dengan pendirian rumah ibadat di pusat-pusat keresidenan. Pendeta pertama yang ditugaskan di Bandung adalah Ds FJN Brouwer (1885-1886).

Nama Bethel baru dipakai tahun 1964. Nama yang merujuk pada Kitab Kejadian ini bermakna rumah Tuhan atau pintu gerbang surga.

  1. Vihara Satya Budhi
    Kelenteng atau Vihara Satya Budhi terletak di Jalan Kelenteng Bandung. Satya Budhi merupakan kelenteng tertua di kota Bandung.

Diresmikan pada 1855 dengan nama Hiap Thian Kong yang berarti Istana Para Dewa.

Pada 1965, penggunaan nama Tionghoa dilarang di Indonesia karena itulah Hiap Thian Kong berubah nama menjadi Vihara Satya Budhi.

Selain itu penggunaan kata kelenteng diubah menjadi vihara kebijakan pemerintah saat itu tidak mengakui agama Konghucu.
Namun sekarang, Vihara Satya Budhi menjadi tempat ibadat tiga agama, yaitu Tao, Konghucu, dan Buddha.

  1. Pura Wira Satya Dharma
    Pura Wira Satya Dharma berdiri sejak 10 Juni 1995. Pada tanggal tersebut dilaksanakan acara melaspas Agung Pura Wira Satya Dharma yang bertepatan dengan Hari Raya Kuningan1.

Latar belakang didirikannya pura ini karena pada tahun 1990an jumlah umat Hindu di Kota Bandung meningkat, baik itu mahasiswa, pegawai pemerintahan, TNI, pegawai swasta, dan
lain-lain.

Oleh karena itu dibangunlah sebuah pura yang bernama Pura Wira Satya Dharma di kesatuan Yon Zipur 9.

Sebelum dibangun Pura umat Hindu yang berada di Kesatuan Yon Zipur 9, umat Hindu Kota Bandung melakukan persembahyangan di Pura Wira Loka Natha Kota Cimahi. (pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Dadang Supriatna: Gerakan GeP4K Sayang Berpihak Pada Lingkungan

    Bupati Dadang Supriatna: Gerakan GeP4K Sayang Berpihak Pada Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 156
    • 0Komentar

    KAB.BANDUNG, MBINews.id – Sosok Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna saat hadir di Gedong Budaya Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (17/7/2024) disambut sekelompok seniman atau  budayawan yang memainkan alat musik tradisional celempung dan karinding. Tidak lama berselang, Bupati Bandung pun menerima penyerahan alat musik tradisional bangkong reang yang saat itu pula turut dimainkan bersama Bunda Bedas Hj. […]

  • Diperingatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wakil Wali Kota Sukabumi Ajak Kurangi Penggunaan Plastik

    Diperingatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wakil Wali Kota Sukabumi Ajak Kurangi Penggunaan Plastik

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengungkapkan, pentingnya kesadaran kolektif untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Diantaranya, membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang, dan memilih tempat makanan ramah lingkungan. “Ini adalah langkah kecil yang akan membawa dampak besar jika dilakukan secara konsisten,”ujar Bobby […]

  • Rencanakan Keuangan Gunakan Produk Dana Pensiun, Bantu Masa Depan Lebih Baik

    Rencanakan Keuangan Gunakan Produk Dana Pensiun, Bantu Masa Depan Lebih Baik

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Melakukan perencanaan keuangan adalah sebuah keniscayaan, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kelak. Dengan melakukan perencanaan keuangan, setidaknya sedikit memberi harapan akan kehidupan di masa depan yang lebih baik lagi. Bagaimanapun, memiliki perencanaan keuangan yang terjamin, tentu menjadi harapan setiap orang. Tetapi tidak semua orang memiliki rencana yang matang […]

  • Puslatpurmar 6 Antralina Gelar Vaksinasi Masal Covid-19

    Puslatpurmar 6 Antralina Gelar Vaksinasi Masal Covid-19

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 6 Antralina terus gencar melaksanakan serbuan vaksinasi kepada masyarakat di wilayah Sukabumi. Langkah tersebut tentu saja untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sukabumi. Komandan Puslatpurmar 6 Antralina Mayor Mar. Hadi Wibowo M.Tr. Opsla memimpin langsung jalannya kegiatan yang merupakan perintah langsung dari Pimpinan TNI AL Laksamana […]

  • Pasca Pandemi Covid-19, Pemkot Sukabumi Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

    Pasca Pandemi Covid-19, Pemkot Sukabumi Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, bersama dengan Dinas Kesahatan (Dinkes) Kota Sukabumi, melakukan pelatihan Hygiene bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di Kota Sukabumi, Senin (6/12/2021). Sedikitnya ada 52 pelaku UMKM di Kota Sukabumi, yang mengikuti acara pelatihan […]

  • BPTD Wilayah IX Jabar, Bagikan Sembako Di Kota Sukabumi

    BPTD Wilayah IX Jabar, Bagikan Sembako Di Kota Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    SUKABUMI,-Mbinews.id– Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IX Jawa Barat, bagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat. Dalam pembagian paket sembako tersebut, BPTD berkolaborasi dengan unsur Forkopimda kota Sukabumi. “Pembagian paket sembako ini kita lakukan di Kota Suakbumi, melibatkan Pemda Kota Sukabumi, Polres Sukabumi Kota, dan Kodim 0607 Sukabumi,”ujar Kepala BPTD wilayah IX Provinsi Jawa Barat, […]

expand_less