SUKABUMI,Mbinews.id- Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mendorong penguatan kreativitas anak sejak usia dini melalui kegiatan Lomba 3M (Mewarnai, Menggambar, dan Melukis) se-Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar di Aula Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath, Jl. Merbabu Perum Gading Kencana Asri Kota Sukabumi. Selasa (12/05/2026).
Kegiatan yang diikuti sebanyak 202 peserta dari jenjang TK/PAUD/RA, SD/MI, hingga SMP/MTs dari berbagai daerah di Jawa Barat ini menjadi wadah pengembangan bakat seni anak sekaligus sarana edukasi karakter.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Bunda PAUD Kota Sukabumi sekaligus Ketua TP PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatillah, pimpinan Ponpes Modern Dzikir Al-Fath, Ketua AMIDA Jawa Barat, para juri lomba, serta para peserta dan pendamping.
Ayep menegaskan, kegiatan seperti Lomba 3M merupakan langkah konkret dalam menumbuhkan kreativitas anak sejak dini.
“Sejak dahulu Kota Sukabumi dikenal sebagai kota yang memiliki potensi seni dan kreativitas yang kuat. Kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk menumbuhkan bakat anak-anak kita,” ujarnya..
Ia menambahkan, pengembangan potensi generasi muda tidak hanya terbatas pada seni, tetapi juga mencakup berbagai bidang lain seperti olahraga, budaya, pertanian, peternakan, hingga keterampilan lainnya.
“Pemkot Sukabumi berkomitmen untuk terus mendukung kreativitas generasi penerus bangsa melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,”katanya.

Bunda PAUD Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah
Bunda PAUD Kota Sukabumi, Ranty Rachmatillah, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan berskala provinsi tersebut. Ia menilai lomba ini sangat bermanfaat bagi anak usia dini yang berada pada masa golden age atau masa keemasan perkembangan.
“Pada masa ini anak sangat mudah menyerap hal-hal baru. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, dan pengalaman berharga bagi mereka,” ungkapnya.
Kegiatan Lomba 3M ini, diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan pengembangan potensi anak sejak dini.
“Adanya kegiatn ini juga memperkuat peran pendidikan berbasis kreativitas dan budaya di Jawa Barat, khususnya Kota Sukabumi,”ucap Ranti.

Pimpinan Ponpes Dzikir Al – Fath, KH. Fajar Laksana (kiri) dan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Dzikir Al – Fath, KH. Fajar Laksana, mengatakan, Lomba 3M bukan sekadar kompetisi seni, melainkan sarana membentuk karakter dan potensi anak melalui olah rasa, olah pikir, dan olah tubuh. Ia juga mengungkapkan, tema Lomba 3M diarahkan pada tema Budaya Sunda, dalam rangka menanamkan kecintaan anak – anak terhadap tanah air dan kebudayaan Sunda.
“Mewarnai itu melatih rasa anak – anak, menggambar itu mengatur dan melatih daya pikir dan kreativitas anak – anak. Sedangkan melukis itu melatih olah tubuhnya,”jelasnya. ardan/wan/mbi.
Saat ini belum ada komentar