Karya yang Lahir dari Penyesalan dan Harapan, Lagu Warga Binaan Ciamis Raih Rekor Indonesia
- account_circle MBI Admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
CIAMIS,Mbinews – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi Lapas Kelas IIB Ciamis, lahir sebuah karya yang kini menggema hingga tingkat nasional. Lagu ciptaan warga binaan bernama Kang Udin atau Judin berhasil mengantarkan Lapas Ciamis meraih penghargaan Rekor Indonesia dalam kategori lagu karya warga binaan yang dibawakan oleh banyak artis nasional.
Pencapaian tersebut menjadi momentum bersejarah, tidak hanya bagi Lapas Ciamis, tetapi juga bagi dunia pemasyarakatan di Indonesia.
Sebab, karya yang lahir dari ruang pembinaan itu mampu menembus industri musik nasional sekaligus membuka pandangan baru masyarakat tentang makna pembinaan dan kesempatan kedua bagi warga binaan.
Penghargaan itu diumumkan dalam agenda pra-launching yang akan di laksanakan (18/05/2026), album karya Lapas Ciamis yang menghadirkan sejumlah musisi dan penyanyi nasional. Acara tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi simbol bahwa kreativitas tidak pernah mati, bahkan dalam keterbatasan sekalipun.
Rencananya, acara puncak akan dihadiri Staf Ahli Presiden Republik Indonesia Bidang Politik dan Keamanan, Saurip Kadi. Sementara piagam penghargaan Rekor Indonesia dijadwalkan diserahkan langsung oleh Vice President Rekor Indonesia, Viktor Pudjiadi.
Turut hadir pula Kepala BNNP Jawa Barat Sulistiyo Pudjo beserta sejumlah pejabat dari Polda Jawa Barat sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kreatif di lingkungan pemasyarakatan.
Suasana semakin emosional ketika penyanyi Sunda ternama Ade Astrid bersama Abiel Jatnika hadir dan menyapa langsung warga binaan.
Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi panggung hiburan, melainkan membawa pesan moral bahwa setiap manusia tetap memiliki kesempatan untuk bangkit dan berkarya.
“Saya sangat senang bisa tampil di sini. Selain launching album, ini juga menjadi momen untuk bertemu langsung dengan Kang Udin sebagai pencipta lagu,” ujar Ade Astrid melalui pesan WhatsApp, Minggu (10/5/2026).
Ade Astrid menegaskan dirinya bersama tim hadir secara sukarela tanpa menerima bayaran. Baginya, dukungan terhadap kreativitas warga binaan merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan mereka untuk berubah menjadi lebih baik.
“Kami hadir tanpa dibayar. Ini murni sebagai dukungan agar mereka terus semangat berkarya,” ungkapnya.
Selain Ade Astrid dan Abiel Jatnika, sejumlah artis nasional lainnya turut membawakan lagu karya warga binaan. Di antaranya Charly Van Houten, Andika Kangen Band, Yayan Jatnika, Ujang Darso, Jefri Jatnika, Nazmi Nadia, hingga Amora Band.
Banyaknya musisi nasional yang membawakan lagu ciptaan warga binaan menjadi alasan utama Lapas Ciamis dianugerahi penghargaan Original Rekor Indonesia. Pengakuan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa karya seni mampu melampaui stigma dan batas-batas kehidupan.
Melalui program pembinaan musik ini, Lapas Ciamis ingin menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan semata tempat menjalani hukuman, melainkan ruang untuk memperbaiki diri, membangun harapan, serta mengembangkan potensi yang masih dimiliki warga binaan.
Di balik setiap lirik dan nada yang tercipta, tersimpan pesan tentang penyesalan, harapan, perjuangan, dan keinginan untuk kembali diterima di tengah masyarakat.
Momentum ini diharapkan mampu mengubah cara pandang publik terhadap warga binaan. Bahwa di balik keterbatasan dan masa lalu yang pernah kelam, mereka tetap memiliki kesempatan untuk berkarya, memberi inspirasi, dan menghadirkan kontribusi positif bagi bangsa melalui seni dan musik.
Dalam kesempatan tersebut, Ade Astrid juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-51 kepada Kepala Lapas Ciamis, Supriyanto.
“Semoga panjang umur, sehat, dan sukses,” ucapnya.
Saat ini belum ada komentar