BAZNAS Jabar Raih Penghargaan Nasional, Diakui Sebagai Penggerak Pemberdayaan Berkelanjutan
- account_circle MBI Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,Membinews.id — Komitmen BAZNAS Provinsi Jawa Barat dalam membangun program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat kembali mendapat pengakuan nasional. Dalam ajang Humanity Awareness Day 2026 yang digelar Relawan Nusantara di Hotel Santika Premiere Slipi, Senin (18/5/2026), BAZNAS Jabar menerima penghargaan kategori Penggerak Pemberdayaan Berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Jabar, Ijang Faisal. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi BAZNAS Jabar dalam mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang dinilai mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan Humanity Awareness Day 2026 sendiri menjadi ruang kolaborasi sekaligus ajang apresiasi bagi lembaga, komunitas, dan individu yang aktif bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan di Indonesia. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari media, keagamaan, relawan sosial hingga pegiat kemanusiaan.
Beberapa tokoh yang hadir di antaranya CEO Relawan Nusantara Herlan Wilandari, Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Pusat Oke Setiadi Effendi, Pimpinan Redaksi Republika Andi Muhyidin, Direktur Bina Potensi BASARNAS Agus Haryono, Wakil Sekjen DP MUI Pusat Erick Yusuf, penulis Asma Nadia, musisi Dwiki Darmawan dan Panji Sakti, aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah dan Nabilah Ayu, serta humanitarian dentist Gracety Shabrina.
Dalam sambutannya, Ijang Faisal menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima BAZNAS Jabar. Ia menegaskan penghargaan tersebut bukan hanya simbol apresiasi, tetapi juga menjadi dorongan moral untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat, para muzaki, relawan, serta semua pihak yang terus mendukung gerakan zakat dan pemberdayaan di Jawa Barat.
BAZNAS Jabar akan terus berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga mendorong kemandirian dan keberlanjutan bagi para penerima manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyidin, menilai penguatan gerakan kemanusiaan membutuhkan sinergi antara media, lembaga sosial, dan masyarakat luas agar dampaknya semakin besar.
“Gerakan kemanusiaan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan konsistensi agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Apa yang dilakukan BAZNAS Jawa Barat menjadi contoh bagaimana pengelolaan zakat dapat diarahkan untuk pemberdayaan yang berkelanjutan,” katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Sekjen DP MUI Pusat, Erick Yusuf. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kegiatan seperti Humanity Awareness Day mengingatkan kita bahwa kepedulian terhadap sesama harus terus dirawat. Lembaga-lembaga seperti BAZNAS memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi sosial dan membangun semangat gotong royong umat,” tuturnya.
Melalui penghargaan ini, BAZNAS Provinsi Jawa Barat berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, amanah, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Penghargaan Penggerak Pemberdayaan Berkelanjutan tersebut juga diharapkan menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi program sosial yang inklusif, produktif, serta mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan umat.
Saat ini belum ada komentar