Breaking News
Trending Tags

72 Artefak Museum Prabu Siliwangi Dikurasi BRIN Jadi Katalog Ilmiah Nasional

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 469
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,mbinews.id – Sebanyak 72 artefak keramik koleksi Museum Prabu Siliwangi Kota Sukabumi tengah melalui proses kurasi ketat untuk penyusunan katalog ilmiah. Proyek ini melibatkan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), dengan target penyelesaian pada Juli 2026.

Ahli Sejarah Masa Hindu-Buddha dan Keramologi BRIN, Yusmaini Eriawati, menjelaskan bahwa dari ratusan koleksi yang telah didokumentasikan, hanya sebagian yang akan masuk dalam katalog final.

“Dari hasil pemotretan awal, ada sekitar 72 objek yang sudah terekam. Nanti akan dipilih kembali sekitar 40 hingga 50 benda yang benar-benar menarik perhatian untuk masuk katalog final,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Yusmaini menuturkan, koleksi keramik yang dikaji berasal dari berbagai wilayah dan periode sejarah, mulai dari Tiongkok, Jepang, Asia Tenggara, hingga Eropa. Salah satu koleksi yang dinilai langka adalah keramik Jepang jenis Satsuma.

Ia juga menyebutkan bahwa koleksi keramik Tiongkok di museum tersebut tergolong lengkap karena merepresentasikan berbagai dinasti besar.

“Keramik Cina di sini lengkap, ada dari masa Tang, Song Utara, Song Selatan, Yuan, Ming, Qing, hingga periode Republik. Itu yang membuat koleksi ini sangat representatif secara sejarah,” jelasnya.

Sementara itu, keramik Eropa yang terdapat dalam koleksi umumnya berasal dari abad ke-17 hingga ke-19, sejalan dengan periode perdagangan yang masuk ke Nusantara. Selain itu, terdapat pula satu artefak lokal berupa tembikar terakota masa Majapahit yang diperkirakan berasal dari abad ke-13 hingga 15.

Ahli Sejarah Masa Hindu-Buddha dan Keramologi BRIN, Yusmaini Eriawati

“Kami memasukkan satu koleksi lokal sebagai tambahan penting, yaitu terakota Majapahit. Ini penting untuk menunjukkan bahwa Nusantara juga memiliki tradisi keramik yang kuat,” tambahnya.

Proses penyusunan katalog ini tidak hanya bertujuan sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan bagi publik dan dunia akademik. Katalog tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan penelitian, termasuk bagi mahasiswa dan peneliti sejarah.

Saat ini, tim masih berada pada tahap seleksi visual dan dokumentasi fotografi sebelum berlanjut ke penyusunan narasi, sejarah, dan tata letak katalog di Jakarta. Setelah rampung, naskah akan dikonsultasikan kembali kepada pihak museum sebelum diterbitkan secara resmi dengan ISBN.

“Jika tidak ada kendala, katalog ini ditargetkan rampung pada Juli 2026,”kata Yusmaini.

Pemilik Museum Prabu Siliwangi, KH Fajar Laksana, menambahkan bahwa katalog ilmiah ini merupakan hasil penelitian keenam yang dilakukan terhadap koleksi museum.

“Ini bukan dibuat oleh pihak museum, tetapi oleh tenaga ahli yang ditunjuk BRIN. Ini menjadi alat edukasi dan akan diserahkan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti apakah ditetapkan sebagai artefak dan cagar budaya atau tidak,” ujarnya.

Fajar menyebutkan, dari sekitar 1.000 koleksi keramik yang dimiliki museum, baru sekitar 200 yang telah diteliti. Meski demikian, hasil kajian tersebut sudah cukup menggambarkan perjalanan sejarah keramik di Indonesia.

“Dari jumlah itu saja sudah tergambar sejarah yang sangat luas,” ungkapnya.

Pemilik Museum Prabu Siliwangi, KH Fajar Laksana

Ia menambahkan, setelah katalog selesai, museum juga akan mengembangkan konsep storyline atau narasi sejarah berbasis koleksi keramik, yang mengaitkan periode sejarah Indonesia dari abad ke-10 hingga era modern.

“Bukan hanya memamerkan benda, tetapi menceritakan sejarahnya, siapa yang datang, dan bagaimana kehidupan saat itu,” jelasnya.

Selain itu, pengaruh keramik Eropa pada masa kolonial juga akan dimasukkan untuk menggambarkan dinamika perdagangan dan penjajahan di Indonesia. Namun, keterbatasan ruang pamer masih menjadi tantangan dalam pengembangan koleksi museum.

Fajar berharap, pengembangan museum berbasis riset ini dapat berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

“Ini bisa menjadi keunggulan Sukabumi. Kota ini bisa menjadi tujuan wisata budaya karena memiliki koleksi yang sudah diteliti secara resmi dan ilmiah,”pungkasnya.ardan/wan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Musda Golkar Kota Sukabumi Ketua Di ” PLT” Tim Penyelamat Partai : Tidak Sesuai AD ART Partai

    Jelang Musda Golkar Kota Sukabumi Ketua Di ” PLT” Tim Penyelamat Partai : Tidak Sesuai AD ART Partai

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Menjelang Musda Partai Golkar DPD Kota Sukabumi dianggap tidak sesuai AD ART dan peraturan organisasi partai. Hal tersebut disampaikan oleh sebagian pengrus periode 2016-2020 kemarin dengan menamakan diri Tim Penyelamat Partai. Wakil Ketua Bidang Seni dan Budaya Kemal Pasa Weno yang merupakan bagian dari tim penyelamat partai Golkar Kota Sukabumi mengatakan, semenjak […]

  • Ini Kata Wakil Rakyat Terkait Putusan Perda Kawasan Tanpa Rokok Dan P4GNPN Kota Bandung

    Ini Kata Wakil Rakyat Terkait Putusan Perda Kawasan Tanpa Rokok Dan P4GNPN Kota Bandung

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – DPRD Kota Bandung melalui Panitia Khusus (Pansus) 9 dan 11 telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah Daerah (Raperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN). Hal itu terungkap pada Rapat Paripurna terkait Pengambilan Keputusan terhadap Raperda Kota bandung tentang KTR Raperda […]

  • Pos IND Berevolusi Jadi Holding Logistik Dari Reorientasi Bisnis Tradisional

    Pos IND Berevolusi Jadi Holding Logistik Dari Reorientasi Bisnis Tradisional

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews – Pos Indonesia, sebuah entitas yang telah berdiri selama 277 tahun, sekali lagi membuktikan ketahanannya terhadap perubahan zaman dengan menjalankan serangkaian transformasi penting dalam operasional dan strateginya. (31.Juli 2024) Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan , Pos Indonesia tidak hanya bertransformasi di bidang operasional dan bisnis perusahaan, tetapi juga reorientasi dari model bisnis tradisional […]

  • 21 Aduan Warga Masuk SP4N-LAPOR, Dishub Paling Banyak Disorot di Sukabumi

    21 Aduan Warga Masuk SP4N-LAPOR, Dishub Paling Banyak Disorot di Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 437
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menerima sebanyak 21 aduan dan aspirasi masyarakat melalui layanan SP4N-LAPOR sepanjang Mei 2026. Laporan tersebut didominasi persoalan pelayanan publik, terutama terkait fasilitas umum, perizinan, informasi layanan, penelitian, hingga pengelolaan sampah. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, Tantan Sontani, mengatakan, seluruh aduan masyarakat […]

  • Launching Si Ibuk, SDN Dewi Sartika CBM di Apresiasi Wali Kota Sukabumi

    Launching Si Ibuk, SDN Dewi Sartika CBM di Apresiasi Wali Kota Sukabumi

    • calendar_month Senin, 13 Mar 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– SDN Dewi Sartika Cipta Bina Mandiri (Desa Cibima) mengeluarkan program Perpustakaan digital Sistem E-book Dewi Sartika Cipta Bina Mandiri (Si Ibuk Desa Cibima). Inovasi tersebut, dilaunching langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi yang hadir di Milad Milad ke 23 SDN Dewi Sartika CBM. Senin, (13/3/2023). Selain mangapresiasi, Fahmi berharap, adanya aplikasi si Ibuk […]

  • 125 Jemaah Haji Kloter 30, Dilepas Langsung Wali Kota Sukabumi dan Unsur Forkopimda

    125 Jemaah Haji Kloter 30, Dilepas Langsung Wali Kota Sukabumi dan Unsur Forkopimda

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sebanyak 125 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Sukabumi, dilepas langsung dari Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, menuju Embarkasi Haji Bekasi, Jumat (24/06) malam. Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi lainnya, melepas langsung CJH kloter 30 […]

expand_less