Breaking News
Trending Tags

72 Artefak Museum Prabu Siliwangi Dikurasi BRIN Jadi Katalog Ilmiah Nasional

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 307
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI,mbinews.id – Sebanyak 72 artefak keramik koleksi Museum Prabu Siliwangi Kota Sukabumi tengah melalui proses kurasi ketat untuk penyusunan katalog ilmiah. Proyek ini melibatkan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), dengan target penyelesaian pada Juli 2026.

Ahli Sejarah Masa Hindu-Buddha dan Keramologi BRIN, Yusmaini Eriawati, menjelaskan bahwa dari ratusan koleksi yang telah didokumentasikan, hanya sebagian yang akan masuk dalam katalog final.

“Dari hasil pemotretan awal, ada sekitar 72 objek yang sudah terekam. Nanti akan dipilih kembali sekitar 40 hingga 50 benda yang benar-benar menarik perhatian untuk masuk katalog final,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Yusmaini menuturkan, koleksi keramik yang dikaji berasal dari berbagai wilayah dan periode sejarah, mulai dari Tiongkok, Jepang, Asia Tenggara, hingga Eropa. Salah satu koleksi yang dinilai langka adalah keramik Jepang jenis Satsuma.

Ia juga menyebutkan bahwa koleksi keramik Tiongkok di museum tersebut tergolong lengkap karena merepresentasikan berbagai dinasti besar.

“Keramik Cina di sini lengkap, ada dari masa Tang, Song Utara, Song Selatan, Yuan, Ming, Qing, hingga periode Republik. Itu yang membuat koleksi ini sangat representatif secara sejarah,” jelasnya.

Sementara itu, keramik Eropa yang terdapat dalam koleksi umumnya berasal dari abad ke-17 hingga ke-19, sejalan dengan periode perdagangan yang masuk ke Nusantara. Selain itu, terdapat pula satu artefak lokal berupa tembikar terakota masa Majapahit yang diperkirakan berasal dari abad ke-13 hingga 15.

Ahli Sejarah Masa Hindu-Buddha dan Keramologi BRIN, Yusmaini Eriawati

“Kami memasukkan satu koleksi lokal sebagai tambahan penting, yaitu terakota Majapahit. Ini penting untuk menunjukkan bahwa Nusantara juga memiliki tradisi keramik yang kuat,” tambahnya.

Proses penyusunan katalog ini tidak hanya bertujuan sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan bagi publik dan dunia akademik. Katalog tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan penelitian, termasuk bagi mahasiswa dan peneliti sejarah.

Saat ini, tim masih berada pada tahap seleksi visual dan dokumentasi fotografi sebelum berlanjut ke penyusunan narasi, sejarah, dan tata letak katalog di Jakarta. Setelah rampung, naskah akan dikonsultasikan kembali kepada pihak museum sebelum diterbitkan secara resmi dengan ISBN.

“Jika tidak ada kendala, katalog ini ditargetkan rampung pada Juli 2026,”kata Yusmaini.

Pemilik Museum Prabu Siliwangi, KH Fajar Laksana, menambahkan bahwa katalog ilmiah ini merupakan hasil penelitian keenam yang dilakukan terhadap koleksi museum.

“Ini bukan dibuat oleh pihak museum, tetapi oleh tenaga ahli yang ditunjuk BRIN. Ini menjadi alat edukasi dan akan diserahkan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti apakah ditetapkan sebagai artefak dan cagar budaya atau tidak,” ujarnya.

Fajar menyebutkan, dari sekitar 1.000 koleksi keramik yang dimiliki museum, baru sekitar 200 yang telah diteliti. Meski demikian, hasil kajian tersebut sudah cukup menggambarkan perjalanan sejarah keramik di Indonesia.

“Dari jumlah itu saja sudah tergambar sejarah yang sangat luas,” ungkapnya.

Pemilik Museum Prabu Siliwangi, KH Fajar Laksana

Ia menambahkan, setelah katalog selesai, museum juga akan mengembangkan konsep storyline atau narasi sejarah berbasis koleksi keramik, yang mengaitkan periode sejarah Indonesia dari abad ke-10 hingga era modern.

“Bukan hanya memamerkan benda, tetapi menceritakan sejarahnya, siapa yang datang, dan bagaimana kehidupan saat itu,” jelasnya.

Selain itu, pengaruh keramik Eropa pada masa kolonial juga akan dimasukkan untuk menggambarkan dinamika perdagangan dan penjajahan di Indonesia. Namun, keterbatasan ruang pamer masih menjadi tantangan dalam pengembangan koleksi museum.

Fajar berharap, pengembangan museum berbasis riset ini dapat berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

“Ini bisa menjadi keunggulan Sukabumi. Kota ini bisa menjadi tujuan wisata budaya karena memiliki koleksi yang sudah diteliti secara resmi dan ilmiah,”pungkasnya.ardan/wan/mbi.

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurangi Sampah, Pemkot Bandung Terus Kampanyekan Pola Hulu Ke Hilir

    Kurangi Sampah, Pemkot Bandung Terus Kampanyekan Pola Hulu Ke Hilir

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pemerintah Kota Bandung terus berupaya mengampanyekan penanganan sampah menggunakan pola H2H (Hulu ke Hilir). Hal itu untuk mengoptimalkan produksi sampah sebelum akhirnya ke pengolahan akhir. Seperti diketahui, produksi sampah di Kota Bandung mencapai 1.500 ton per hari. Saat ini pun masih mengandalkan teknologi open dumping. Sehingga, dengan adanya metode hulu ke hilir […]

  • Pemerintah kota Sukabumi berkomitmen menekan timbulnya kasus stunting baru.

    Targetkan Zero New Stunting, Pemerintah Kota Sukabumi Terus Melakukan Intervensi di Berbagai Lini

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi terus melakukan intervensi dalam penanganan kasus stunting. Hal tersebut sejalan dengan program Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terkait penanganan kasus stunting saat ini. Kali ini melalui kegiatan rembuk stunting yang diadakan, selain diikuti oleh unsur Forkopimda Kota Sukabumi, turut pula diikuti oleh organisasi dan lembaga terkait lainnya […]

  • Antusiasme Tinggi, bjb Sekuritas Ungkap Potensi Investasi Aman di Tengah Pandemi

    Antusiasme Tinggi, bjb Sekuritas Ungkap Potensi Investasi Aman di Tengah Pandemi

    • calendar_month Selasa, 13 Jul 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Antusiasme masyarakat dalam berinvestasi terus tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun. Di Jawa Barat, peningkatan jumlah investor tersebut bahkan tetap melesat di tengah masa pandemi Covid-19. Di akhir tahun 2018, jumlah investor saham di Jawa Barat berjumlah sekitar 134 ribu orang, angka tersebut naik menjadi 177 ribu orang di 2019. Alias […]

  • Pemkot Sukabumi Dan Provinsi Jabar Lakukan PKS Intensifikasi Pajak

    Pemkot Sukabumi Dan Provinsi Jabar Lakukan PKS Intensifikasi Pajak

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id- Pemerintah Kota Sukabumi (Pemkot) melakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) tentang program intensifikasi pajak daerah. Penandatangan langsung dilakukan oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) provinsi Jabar, di Balaikota Sukabumi (Rabu, (30/9/2020).Fahmi mengatakan, kerjasama ini dalam kerangkan untuk meningkatkan (intensifikasi) potensi pendapatan daerah, khususnya yang berasal […]

  • Panwascam Cangkuang Amankan APK Jelang Pemilu 2024

    Panwascam Cangkuang Amankan APK Jelang Pemilu 2024

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KAB.BANDUNG, MBINews.id – Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Cangkuang Bersama Panwas Kelurahan/Desa dibantu Satpol PP dan Linmas Kecamatan Cangkuang melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) Pada Masa Tenang Pemilu Serentak Tahun 2024, Panwascam Cangkuang Bersama Panwas Kelurahan/Desa dibantu Satpol PP dan Linmas Kecamatan Cangkuang Untuk Melakukan Penertiban APK Pada Masa Tenang Pemilu Serentak Tahun 2024 (26 […]

  • Komisi D Bersama Dispora, Perbasi, KONI, dan klub The Walrus Basketball Audiensi Terkait Aturan Kompetisi Bola Basket

    Komisi D Bersama Dispora, Perbasi, KONI, dan klub The Walrus Basketball Audiensi Terkait Aturan Kompetisi Bola Basket

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Komisi D DPRD Kota Bandung bersama Dispora, Perbasi, KONI, dan klub The Walrus Basketball melakukan audiensi untuk membahas peraturan yang tidak memperbolehkan anak di bawah umur 17 tahun yang bukan berdomisili dari Kota Bandung mengikuti kompetisi. Audiensi ini dilaksanakan di ruang rapat Komisi D DPRD Kota Bandung, Jumat (22/4/2022). Pihak yang melaporkan […]

expand_less