Sukabumi Raih Juara II Pengendali Inflasi Nasional, Inflasi Mei 2026 Terkendali di 2,88%
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id-. Pemerintah Kota Sukabumi meraih penghargaan Juara II Kategori Pengendali Inflasi Tingkat Kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Yogyakarta, Kamis (4/6).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kota Sukabumi menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi secara konsisten melalui berbagai program strategis yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Berdasarkan hasil penilaian Kemendagri, Kota Sukabumi dinilai mampu menunjukkan kinerja yang baik dalam menjaga stabilitas inflasi pangan, kepatuhan pelaporan, dukungan anggaran terhadap program pengendalian inflasi, serta efektivitas pelaksanaan kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Keberhasilan tersebut tercermin dari capaian inflasi Kota Sukabumi pada Mei 2026 yang tercatat sebesar 2,88% atau berada di bawah rata-rata inflasi tingkat provinsi maupun nasional.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh perangkat daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemkot Sukabumi, TPID, serta dukungan berbagai pihak. Namun bagi kami, penghargaan bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaat dari kebijakan yang kami jalankan, terutama dalam menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi,” ujar Ayep dalam keterangannya, Jumat (5/6).
Menurut Ayep, keberhasilan pengendalian inflasi di Kota Sukabumi tidak terlepas dari penguatan koordinasi TPID, pemantauan harga kebutuhan pokok secara rutin, pelaksanaan operasi pasar, serta upaya menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan barang kebutuhan masyarakat.

Ia menilai inflasi yang terkendali menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah karena dapat menjaga daya beli masyarakat.
“Ketika inflasi terkendali, daya beli masyarakat tetap terjaga. Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami akan terus memperkuat berbagai program yang mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga,” katanya.
Selain fokus pada pengendalian inflasi, Pemerintah Kota Sukabumi saat ini juga menjalankan sejumlah program strategis yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut meliputi penguatan kapasitas fiskal daerah, percepatan penanganan stunting, penurunan tingkat pengangguran, hingga pengentasan kemiskinan ekstrem.

Ayep menyebut sejumlah indikator pembangunan mulai menunjukkan tren positif dan menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan di Kota Sukabumi.
“Kami optimistis Kota Sukabumi akan terus meraih berbagai prestasi lainnya. Tetapi yang lebih penting dari sekadar penghargaan adalah terciptanya lapangan kerja, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, menurunnya angka stunting, dan hilangnya kemiskinan ekstrem,” tegasnya.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi dan memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Fokus kami bukan pada penghargaan, melainkan pada manfaat yang dirasakan masyarakat melalui stabilitas harga, terjaganya daya beli, dan meningkatnya kesejahteraan warga,”pungkasnya.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar