Bappeda Perkuat Inovasi OPD, Kota Sukabumi Bidik Hasil Lebih Baik di IGA 2026
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, mulai mematangkan persiapan menghadapi penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 dengan memperkuat kualitas inovasi di seluruh perangkat daerah. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pemerintah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penginputan Inovasi Daerah yang diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, hingga satuan pendidikan se-Kota Sukabumi. Langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan kualitas inovasi yang akan diikutsertakan dalam penilaian IGA 2026 sekaligus memastikan setiap inovasi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik, tidak sekadar memenuhi persyaratan administrasi.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, M. Hasan Asari, mengatakan penguatan kapasitas aparatur melalui bimtek menjadi bagian penting dalam menyamakan pemahaman seluruh perangkat daerah terkait mekanisme penyusunan dan penginputan inovasi sesuai indikator yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri.
“Kami ingin memastikan seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun dan menginput inovasi sesuai indikator Innovative Government Award 2026. Kualitas data, kelengkapan dokumentasi, serta kesesuaian dengan indikator penilaian menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan daerah dalam ajang ini,” ujar Hasan, Senin (3/8/2026).
Menurut Hasan, inovasi kini menjadi salah satu indikator strategis dalam mengukur kualitas tata kelola pemerintahan. Karena itu, setiap perangkat daerah didorong tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga mampu mendokumentasikan proses pelaksanaan, hasil, hingga dampak yang ditimbulkan secara sistematis dan terukur.
“Dokumentasi yang baik menjadi bukti bahwa inovasi benar-benar diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Aspek ini menjadi salah satu komponen penting dalam proses penilaian,” katanya.
Lebih lanjut, Hasan menjelaskan Bappeda terus mendorong tumbuhnya budaya inovasi di seluruh perangkat daerah agar menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berorientasi pada peningkatan kinerja. Inovasi yang lahir diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, efisien, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan, target Pemerintah Kota Sukabumi bukan semata meningkatkan jumlah inovasi yang diinput ke dalam sistem penilaian, melainkan memastikan setiap inovasi memiliki kualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Target kami bukan hanya mengejar kuantitas inovasi, tetapi memastikan setiap inovasi memiliki kualitas, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan kolaborasi seluruh perangkat daerah, kami optimistis Kota Sukabumi dapat meningkatkan daya saing sekaligus meraih hasil yang lebih baik pada Innovative Government Award 2026,” tegas Hasan.
Melalui penguatan kompetensi aparatur, pembenahan tata kelola inovasi, dan peningkatan kualitas dokumentasi, Pemkot Sukabumi optimistis dapat memperbaiki capaian pada ajang IGA 2026.
“Penghargaan bukan menjadi tujuan akhir, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang inovatif untuk mewujudkan pemerintahan yang semakin efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik,”pungkasnya.ardan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar