Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Jamkrindo Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas Lewat Harmoni Karya Inklusif

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id– PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus memperkuat komitmennya dalam mendorong terciptanya masyarakat inklusif melalui program pemberdayaan penyandang disabilitas bertajuk “Harmoni Karya Inklusif”. Kegiatan yang digelar di Taman Cimanuk Adiarsa, Kabupaten Karawang, pada 21–23 Agustus 2026 tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Akhmad Albaasithu, mengatakan pemberdayaan penyandang disabilitas tidak semestinya berhenti pada pemberian pelatihan. Menurutnya, program pemberdayaan perlu diarahkan pada terciptanya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkembang, menghasilkan karya, serta memperoleh akses terhadap peluang ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan nilai. Melalui Harmoni Karya Inklusif, kami mendorong penyandang disabilitas agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensinya, sekaligus membuka peluang agar karya yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi,” ujar Akhmad dalam keterangan tertulis, Senin (25/8/2026).

Mengusung subtema “Inklusif Berkarya Tanpa Batas, Bersama Merajut Masa Depan”, program tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri, kemandirian, dan kapasitas ekonomi penyandang disabilitas.

Jamkrindo juga menekankan pentingnya keberlanjutan setelah kegiatan pelatihan berakhir. Karena itu, keterampilan yang diperoleh peserta diarahkan untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang untuk dipasarkan.

Adapun rangkaian Harmoni Karya Inklusif meliputi pelatihan membatik, pelatihan menjahit, serta pameran dan lomba hasil karya penyandang disabilitas. Pelatihan membatik diikuti oleh 20 peserta penyandang disabilitas dengan materi pengembangan motif khas Karawang.

Akhmad menjelaskan, Jamkrindo turut mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui skema business matching. Langkah tersebut diharapkan dapat membentuk kolaborasi dari sisi produksi hingga pengembangan produk siap jual.

“Kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan keterampilan berkembang menjadi kegiatan produktif. Karena itu, peserta pelatihan membatik dan menjahit dipertemukan melalui business matching agar kain yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai,” jelasnya.

Melalui skema tersebut, kain batik hasil karya peserta dapat diolah menjadi beragam produk, mulai dari pakaian, tas, aksesori, hingga produk kreatif lainnya. Pola kolaborasi ini sekaligus diarahkan untuk membangun rantai nilai usaha yang melibatkan penyandang disabilitas secara langsung, sejak proses produksi hingga pengembangan produk.

Menurut Akhmad, pendekatan tersebut menjadi bagian penting agar program pemberdayaan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan semata. Peserta diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan produk, membangun jejaring, serta memperkenalkan hasil karyanya kepada pasar.

“Kami ingin agar program pemberdayaan tidak berhenti ketika pelatihan selesai. Ada proses lanjutan berupa kolaborasi, pengembangan produk, dan pengenalan karya kepada pasar. Dengan begitu, peserta memiliki peluang untuk terus berkarya dan semakin mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.

Sebagai rangkaian puncak kegiatan, Jamkrindo menyelenggarakan pameran dan lomba karya penyandang disabilitas yang mencakup fashion show, display hasil karya, penjurian, penampilan seni, serta pemberian penghargaan kepada peserta.

Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus sarana memperkenalkan potensi dan kualitas karya penyandang disabilitas kepada masyarakat luas, pemerintah, dunia usaha, komunitas, maupun calon mitra pemasaran.

Akhmad menegaskan, terciptanya ekosistem inklusif membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, dukungan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas diperlukan untuk membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan potensi sekaligus memperkuat kemandirian ekonominya.

“Inklusivitas akan semakin bermakna ketika masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas bersama-sama membuka akses dan menciptakan kesempatan. Kami berharap semakin banyak pihak melihat bahwa karya penyandang disabilitas memiliki kualitas dan potensi untuk terus dikembangkan,” pungkas Akhmad.ardan/mbi

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi IV : Anggaran Program RUTILAHU Perlu Ditingkatkan

    Komisi IV : Anggaran Program RUTILAHU Perlu Ditingkatkan

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABUPATEN PURWAKARTA, Mbinews.id – Program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) yang saat ini sudah berjalan masih perlu ditambah baik dari segi volume jumlah dan volume anggarannya. Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi IV Buky Wibawa bahwa pada saat ini perlu ada penambahan dalam segi volume jumlah rumah yang akan dilakukan pembaharuan dan volume anggaran karena dinilai […]

  • Kota Bandung Siap Sukseskan Agenda G20

    Kota Bandung Siap Sukseskan Agenda G20

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Walikota Bandung Yana Mulyana memastikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan berperan dan berkontribusi secara aktif dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan menuju Presidensi G20. Hal tersebut diungkapkan Yana saat menerima Audiensi dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bersama UNESCO Cities Platform (UCP) di Balai Kota Bandung, Rabu, 20 April 2022. “Pemkot siap berperan dan […]

  • Antisipasi Tanggap Bencana, Sirojudin Dilantik Kepala Baguna PDIP Kabupaten Sukabumi

    Antisipasi Tanggap Bencana, Sirojudin Dilantik Kepala Baguna PDIP Kabupaten Sukabumi

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Upaya mengantisipasi dan tanggap bencana di Kabupaten Sukabumi, DPP PDI P melantik Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Kota dan Kabupaten Sukabumi. Sabtu (25/07/2020). Pasalnya menurut Ribka Tjiptaning Selaku Ketua DPP dan anggota Komisi-IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, menganggap pelantikan tersebut harus cepat dilaksanakan, karena Sukabumi merupakan salah satu daerah dengan potensi […]

  • Bandung Kota selain Paris Van Java juga punya julukan Seribu Bintang Pusat Berkumpulnya Perwira Tinggi TNI dan Polri

    Bandung Kota selain Paris Van Java juga punya julukan Seribu Bintang Pusat Berkumpulnya Perwira Tinggi TNI dan Polri

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Selain dikenal sebagai kota surganya kuliner dan wisata, Kota yang dijuluki Paris Van Java ini semakin pantas menyandang julukan baru yaitu Kota Seribu Bintang. Julukan ini menggambarkan keberadaan banyaknya perwira tinggi TNI dan Polri yang bertugas di Kota Kembang, menjadikannya salah satu pusat strategis pertahanan dan Keamanan Negara. Sebagai rumah bagi berbagai […]

  • Pemkot Bandung Operasikan Teknologi Biodigester di Pasar Gedebage Mulai 21 Juni

    Pemkot Bandung Operasikan Teknologi Biodigester di Pasar Gedebage Mulai 21 Juni

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Upaya percepatan penanganan sampah organik di kawasan Pasar Tradisional Gedebage terus menunjukkan perkembangan signifikan. Proyek instalasi pengolahan sampah berbasis biodigester akan mulai beroperasi pada 21 Juni 2025. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan sempat menyambangi lokasi pengolahan sampah di kawasan pasar tradisional Gedebage, pada Minggu, 15 Juni 2025. Walikota Bandung mengatakan, secara rinci […]

  • Walikota Sukabumi, Minta BPKPD Libatkan Teknologi Untuk Optimalisasi Pendapatan

    Walikota Sukabumi, Minta BPKPD Libatkan Teknologi Untuk Optimalisasi Pendapatan

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, meminta, agar Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) setempat, berupaya memaksimalkan potensi pendapatan daerah dengan menerapkan teknologi. Begitu juga, untuk memperbaiki berbagai sistem dalam pengoptimalan potensi pajak yang mungkin bisa di rekrut. “Kota Sukabumi masih memiliki potensi yang cukup besar, namun hingga sekarang belum optimal untuk digarapnya,”ujar Fahmi, usai […]

expand_less