PWI Cup II Kota Sukabumi, Gerakkan Ekonomi Sukabumi, Ratusan Peserta Serbu Hotel dan UMKM
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 45 menit yang lalu
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908322
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI, Mbinewa.id – Turnamen Tenis Meja PWI Cup II Kota Sukabumi tak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dan silaturahmi antarpeserta, tetapi turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Sedikitnya 500 peserta dari berbagai daerah datang ke Kota Sukabumi untuk mengikuti turnamen tersebut.
Peserta tidak hanya berasal dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan wilayah lainnya, seperti Bandung, Cimahi, Bogor, Tangerang, hingga Garut. Mobilitas peserta dan pendamping selama turnamen ikut meningkatkan permintaan terhadap akomodasi, kuliner, transportasi, pusat oleh-oleh, serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi, Ikbal Zaelani, mengatakan kegiatan olahraga dengan peserta dari luar daerah memiliki efek ekonomi yang cukup luas karena mendorong belanja masyarakat selama berada di Kota Sukabumi.
“PWI Cup II bukan hanya tentang pertandingan. Kehadiran peserta dari luar daerah menciptakan pergerakan ekonomi karena mereka membutuhkan hotel, makanan, transportasi, hingga berbagai kebutuhan lainnya selama berada di Sukabumi,”ujar Ikbal.
Menurutnya, semakin banyak peserta yang datang dari luar daerah, semakin besar pula peluang sektor usaha lokal memperoleh manfaat. Selain menginap dan memenuhi kebutuhan konsumsi, peserta juga berpotensi mengunjungi pusat kuliner, pusat perbelanjaan, serta sentra oleh-oleh.
Ikbal menilai kondisi tersebut menjadi bagian dari efek berganda atau multiplier effect penyelenggaraan kegiatan olahraga. Pengeluaran peserta selama mengikuti turnamen tidak berhenti di arena pertandingan, tetapi mengalir ke sejumlah sektor ekonomi masyarakat.
“Ada pergerakan ekonomi yang muncul dari kegiatan ini. Peserta datang, menginap, makan, menggunakan transportasi, berbelanja dan membeli oleh-oleh. Rangkaian aktivitas tersebut menjadi multiplier effect yang ikut dirasakan pelaku usaha lokal,”katanya.
Dampak tersebut turut dirasakan pelaku usaha oleh-oleh khas Sukabumi. Supervisor Lampion, Sherly Fitriani Nurli, mengungkapkan sejumlah peserta tenis meja dari luar daerah datang untuk membeli produk makanan khas Sukabumi sebagai buah tangan.
“Alhamdulillah, ada peserta tenis meja yang datang membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke daerah asal. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan produk khas Sukabumi kepada konsumen dari luar daerah,”kata Sherly.
Ia menambahkan, produk yang dibeli peserta dari luar daerah secara tidak langsung dapat menjadi sarana promosi bagi produk lokal. Ketika oleh-oleh tersebut dibawa pulang, produk Sukabumi berpeluang dikenal lebih luas oleh keluarga maupun masyarakat di daerah asal peserta.
Menurut Ikbal, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat dikembangkan sebagai salah satu instrumen promosi daerah. Selain mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah, turnamen juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan potensi Kota Sukabumi.
“Kami ingin kegiatan PWI tidak berhenti pada aspek olahraga. Setiap kegiatan diharapkan memiliki manfaat yang lebih luas, termasuk mendorong ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi Kota Sukabumi kepada masyarakat dari luar daerah,”ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan PWI Cup dapat terus dikembangkan sehingga jumlah peserta semakin besar dan cakupan daerah asal peserta semakin luas. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, peluang perputaran ekonomi di berbagai sektor usaha lokal juga dinilai semakin terbuka.
“Harapannya, kegiatan ini semakin besar dan pesertanya semakin banyak, tidak hanya dari Jawa Barat tetapi juga dari daerah lainnya. Semakin banyak orang datang ke Sukabumi, semakin besar pula peluang ekonomi masyarakat yang ikut bergerak,”pungkas Ikbal.ardan/mbi
PW Cup II menjadi contoh bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga dapat memberikan manfaat ekonomi di luar arena pertandingan. Mobilitas ratusan peserta dari luar daerah menciptakan permintaan terhadap hotel, rumah makan, transportasi, pusat oleh-oleh, dan UMKM sekaligus membuka ruang promosi bagi produk unggulan Kota Sukabumi.ardan/mbi
- Penulis: mbiredaktur


Saat ini belum ada komentar