Breaking News
Trending Tags

Cashback

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Mirza Zulhadi

Sekadar judul? Bukan! Tapi itulah awal penyebab kemelut, kericuhan, atau sebut saja pemecah tubuh organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia. Jadi, jangan menengok kemana-mana dulu. Memperluas masalah. Cukup memperhatikan fakta yang tersaji. Sesederhana itu awal kisah cashback bermula. ”Tak ada asap kalau tak ada api”.

Ada uang yang ditarik dari kas organisasi. Lalu, katanya diterima pihak penerima dengan tanda terima. Kemudian, dibantah tidak terima oleh pihak penerima. Akhirnya, uang kembali ke kas organisasi. Faktanya bicara begitu. Dan, apa namanya ini? Persekongkolan kah? Antar dua pihak, pemberi dan penerima, atau malah hanya di satu pihak saja?

Klarifikasi tegas hanya datang dari penerima, bahwa mereka tidak menerima uang sepeser pun. Bahkan menantang, silakan tunjuk oknum yang menerima! Sebaliknya, tak muncul klarifikasi dari pihak pemberi. Sebenarnya mudah saja. Jika benar, tinggal mengungkap siapa yang menerima. Apalagi pihak penerima seolah menantang, sebut nama oknumnya!

Tak sepatah kata pun yang terucap. Seakan mengacuhkan beragam informasi yang beredar di publik, bahwa telah terjadi sesuatu kekeliruan dalam kerjasama dua pihak. Meski kabar yang menyebar menyudutkan pihak pemberi, bahkan lewat kalimat yang sudah menjurus pada tuduhan kriminal. Namun tetap bisu. Tak ada bantahan, alias diam!

Pertanyaan lanjutan adalah, apakah fakta sesuai dengan kenyataan? Karena sepi penjelasan. Kali ini diam bukan berarti emas. Sebab ada tuduhan, yang butuh jawaban. Seperti apa kebenarannya? Jangan nanti fakta dianggap sebagai kebenaran. Atau, memang faktanya sudah sesuai dengan kebenaran yang terjadi. Artinya tak butuh penjelasan tambahan.

Yang muncul berbagai penjelasan, yang intinya tidak membantah kebenaran adanya niat cashback. Sembunyi dibalik penjelasan hasil akuntan publik yang menyebut tidak ada penyalahgunaan keuangan organisasi. Meski dengan memasukan disclaimer, catatan akuntan itu pasti benar. Hanya tidak ada kaitan dengan cashback.

Demi cashback, akhirnya jabatan dipertahankan mati-matian. Lahirlah beragam SK. Mengaduk aturan main organisasi lewat kacamata kepentingan sendiri. Untuk menyelamatkan aksi cashback, antara lain mengembalikan uang ke kas. Meluaskan permasalahan dengan menyentuh ranah hukum. Langkah yang memunculkan efek bumerang. Muncul laporan balik ke aparat penegak hukum.

Perseteruan internal kian berkembang. Sebagian besar anggota tidak nyaman dengan adanya ”kongkalingkong” soal uang. Malu! Pihak ketiga mengusulkan solusi rekonsiliasi, tapi bagi mereka yang kadung malu, rekonsiliasi bukan perkara mudah. Ungkap dulu kenyataannya, apakah kekeliruan, terpeleset, atau memang niat jahat? Ini agar semua bisa bersalaman dengan hati dan tangan yang bersih.

Cashback bukan haram. Katanya, sejak pengurus ke pengurus organisasi ini, istilah itu dikenal. Sering diberikan sebagai tanda terimakasih. Saling tau sama tau. Lalu, kenapa kali ini diributkan? Pasti ada sesuatu yang secara kasat mata dinilai tidak wajar. Entah jumlah, atau calon penerima yang tentunya bukan orang sembarangan. Mungkin juga karena tidak sesuai prosedur. Sebuah pengakuan jujur, sekali lagi, ini yang dibutuhkan. Klarifikasi. Apalagi masalahnya sudah menjadi konsumsi publik. Malu-maluin profesi!

Masalah berlarut dan menyebar ke segala arah. Tanpa urat malu. Bahkan tanpa batasan kode etik. Menyerang personal tanpa peduli etis. Juga tak menggubris bahwa kasus nantinya berefek pada rendahnya kepercayaan publik terhadap organisasi ini. Di sisi lain, niat awal bersatu di bawah bendera organisasi ini, antara lain demi menjaga integritas dan profesionalisme. Semua bisa terhapus, tersisih oleh gema kasus cashback.

Saatnya menyudahi debat organisatoris dengan argumen dari kacamata sendiri. Tak ada habisnya. Angkat ke area lebih tinggi. Etika! Etika tidak bicara tentang benar dan salah. Etika bicara tentang apa yang baik dan buruk, mengenai hak dan kewajiban moral. Etika berhubungan dengan nilai benar yang dianut masyarakat. Pada gilirannya, etika adalah bicara kejujuran. Nurani! Dan, jujur adalah kesesuaian antara kondisi lahir dan batin. Ucapan dan perbuatan. Antara berita dan fakta. Persoalannya, apakah masih berani jujur?

_Penulis adalah Anggota Biasa PWI sejak 1989 – sekarang._

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Beras Meroket, Pj Walikota Sukabumi: Kita Akan Menggelar Operasi Pasar

    Harga Beras Meroket, Pj Walikota Sukabumi: Kita Akan Menggelar Operasi Pasar

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Penjabat (Pj) Wali Kota SUkabumi, Kusmana Hartadji, akan melakukan Operasi Pasar OP), terkait tingginya harga beras. OP yang masih dalam rencana tersebut, tentunya agar masyarakat memiliki daya beli terhadap beras. Selain itu juga, OP salah satu untuk menyediakan barang kebutuhan pokok dan menjaga stabilitas harga, termasuk dalam rangka untuk pengendalian tingkat inflasi di […]

  • Sudah Dibentuk, Dua Pansus DPRD Kota Sukabumi Langsung Bekerja

    Sudah Dibentuk, Dua Pansus DPRD Kota Sukabumi Langsung Bekerja

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Setelah dilakukan rapat paripurna mengenai Tanggapan WaliKota Sukabumi terhadap Pemandangan Umum Fraksi atas Penjelasan Wali Kota Sukabumi terhadap Rancangan Perturan Daerah (raperda) Kota Sukabumi tentang Retribusi Bangunan Gedung, dan pandangan Fraksi terhadap Pendapat WaliKota Sukabumi atas Penjelasan Komisi II terhadap Raperda Kota Sukabumi tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan, DPRD Kota Sukabumi langsung melakukan […]

  • Solusi Permasalahan Sampah Bandung Raya, Wakil Ketua Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat M. Faizin: Perlu Direncanakan Secara Serius

    Solusi Permasalahan Sampah Bandung Raya, Wakil Ketua Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat M. Faizin: Perlu Direncanakan Secara Serius

    • calendar_month Rabu, 19 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Wakil Ketua Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat M. Faizin menekankan, bahwa persoalan sampah di Bandung Raya harus segera terselesaikan. Untuk itu pihaknya meminta, Pemprov Jabar dan Pemda di Wilayah Bandung Raya duduk bersama untuk mempersiapkan dan merencanakan dengan teliti tentang persoalan sampah di Bandung Raya khususnya di Kota Bandung. “Pihak Pemprov […]

  • Belum Kantongi Izin, Bioskop di Kota Sukabumi Diberi Sanksi Ini

    Belum Kantongi Izin, Bioskop di Kota Sukabumi Diberi Sanksi Ini

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Belum kantongi izin operasional di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), bioskop Moviplex mendapatkan sanksi dari Pemerintah Kota Sukabumi. “Saat ini, kita berikan sanksi berupa teguran kepada pihak pengelola, dikarenakan memang hingga saat ini surat izin operasionalnya dimasa PPKM masih belum dikeluarkan,” tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Dida Sembada kepada awak […]

  • Erwin Apresiasi Pemuda Kota Bandung tak Tinggalkan Budaya Sunda

    Erwin Apresiasi Pemuda Kota Bandung tak Tinggalkan Budaya Sunda

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Wakil Wali Kota Bandung, Dr. H. Erwin, SE, M.Pd apresiasi warga RW 02 Komplek Taruna Parahyangan karena kekompakan mereka dalam menggelar acara puncak Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 tahun 2025. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi modal penting dalam menjaga persatuan dan memajukan lingkungan. “Saya bersyukur, […]

  • BAZNAS Jabar Hormati Proses Hukum, Tegaskan Tata Kelola Zakat Transparan

    BAZNAS Jabar Hormati Proses Hukum, Tegaskan Tata Kelola Zakat Transparan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    BANDUNG Mbinews – BAZNAS Jawa Barat menegaskan komitmennya terhadap transparansi setelah muncul penyelidikan dugaan penyalahgunaan dana zakat dan hibah jaring pengaman sosial Covid-19. Sejumlah pimpinan periode sebelumnya bahkan telah dimintai klarifikasi oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Pimpinan Bidang SDM, Administrasi, Umum, dan Humas BAZNAS Jawa Barat, Nana Sudiana, menjelaskan bahwa beberapa pimpinan BAZNAS periode sebelumnya […]

expand_less