Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Ada Dugaan Kecurangan Praktik Dalam PPDB di Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Jul 2024
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews – Masih ditemukannya dugaan praktik-praktik kecurangan selama pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun 2024, membuktikan bahwa Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 memiliki celah yang ditimbulkan akibat diskrepansi atau ketidaksesuaian kategori.

PPDB memiliki 4 jalur penerimaan, mulai dari Zonasi, Afirmasi KETM dan PDBK, perpindahan tugas orang tua/anak guru serta jalur prestasi berdasarkan raport maupun kejuaraan.

Bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat undang-undang, justru sistem ini malah mendorong pihak-pihak untuk melakukan segala cara demi mencapai tujuan.
Hal itu disampaikan akademisi yang juga praktisi dan pemerhati pendidikan di Jawa Barat, Tolani Warangga, S.IP saat ditemui di Bandung, Senin (8/7/2024).

“Sistem itu ibaratnya gate keeper. Penjaga pintu gerbang supaya PPDB seperti yang diharapkan sesuai tujuan amanat undang-undang bahwa itu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kenapa sistem ini malah men-trigger orang-orang untuk melakukan hal yang anything goes, apapun jadi,” tutur Tolani Warangga.

Sistem yang berkembang di PPDB itu masih bersifat statika dan belum mampu mengikuti perkembangan jaman. Malah menciptakan masalah baru, sistem ini memicu orang berbuat curang.

“Ini malah men-trigger orang orang berbuat misalnya, pindah KK (Kartu Keluarga)-lah, manipulasi nilai raport dan lainnya. Jadi orang itu akhirnya dididik untuk bersifat manipulatif sistem,” ungkapnya.

Belum bicara output jangka pendek, outcome jangka menengah dan belum bicara jangka panjang impact-nya.

Yolani juga mempertanyakan, bila terus menerus mempertahankan pola-pola dalam sistem yang akhirnya menyebabkan terjadinya dan mengalami pembusukan sistem, untuk apa tetap dipertahankan.

“Artinya bila memang harus mempertahankan sistem ini, bisa saja ada kajian yang lebih komprehensif dibikin kategori baru (jalur penerimaan) atau sistem ini dirubah,” ungkapnya.

Dengan adanya kategori baru melalui kajian yang komprehensif bisa menampung hal-hal yang berkembang dan dinamika di tengah-tengah masyarakat saat ini dan diharap dapat pula mengeliminir praktik-praktik manipulatif.

Bukan dengan cara-cara education non-etic, misalnya melalui pembukaan sekolah terbuka di tingkat SMA. Alih-alih ingin menampung peserta didik baru yang tidak lolos jalur PPDB, cara ini malah menciptakan masalah baru.

“Ambil contoh misalnya pemerintah daerah menerbitkan SMA terbuka bagi yang tidak lolos PPDB. Tapi saya melihat di beberapa SMA tidak ada continuty (keberlanjutan). Seakan-akan menjadi solusi tapi malah jadi memanfaatkan penyakit baru lagi,” paparnya.

Untuk itu, dirinya memandang sistem PPDB berdasarkan Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 selalu menimbulkan preseden buruk bagi dunia pendidikan, karenanya ia menilai sistem yang dibangun sudah sepatutnya mengembangkan metode atau jalur penerimaan yang lebih bisa menghadirkan nilai-nilai keadilan tanpa memaksa dan memicu pihak-pihak untuk mencurangi sistem.

“Dalam ilustrasi hukum itu ada yurisprudensi. Bila (sistem) ini menimbulkan preseden buruk terus, bikin yurisprudensi bikin kategori baru,” ucapnya.

Penerimaan siswa baru menggunakan metode NEM (Nilai Ebtanas Murni) masih mampu memenuhi aspek yang menjadi esensi pendidikan.

“Jadi ada satu matrix, zonasi plus prestasi, atau prestasi duluan dan serempak. Dilihat dulu prestasinya agar orang tidak seperti gambling. Dengan pola dalam sistem saat ini seperti sudah di-locking (terkunci,” pungkasnya.

PPDB merupakan sebuah rangkaian kegiatan sistematik yang dirancang untuk mengatur penyelenggaraan penerimaan siswa atau peserta didik baru di sekolah. Pelaksanaan PPDB telah mengatur mulai dari persiapan (pra pendaftaran), pengumuman pendaftaran, pendaftaran dan penyerahan dokumen persyaratan, seleksi hingga batas kuota daya tampung, pengumuman hasil seleksi secara terbuka, hingga daftar ulang. **

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan Inovasi, Disdukcapil Kota Sukabumi Luncurkan Layanan Sakiceup

    Hadirkan Inovasi, Disdukcapil Kota Sukabumi Luncurkan Layanan Sakiceup

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi terus berinovasi dalam melakukan pelayanan publik. Kali ini, bertepatan pada acara Soft Launching Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Sukabumi, Disdukcapil Kota Sukabumi mengeluarkan sebuah layanan yang hanya tersedia di MPP Kota Sukabumi, Kamis (23/12/2021). Kadisdukcapil Kota Sukabumi Kardina Karsoedi mengatakan, pada hari ini kami […]

  • Hadapi Pilkada Serentak 2024, KPU Kota Sukabumi Rancang Dana Cadangan

    Hadapi Pilkada Serentak 2024, KPU Kota Sukabumi Rancang Dana Cadangan

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi merancang dana cadangan dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 mendatang.”kita persiapakn anggaran cadangan itu apabila Pilkada serentaka dilakukan pada tahun 2024,”ujar Ketua KPU Kota Sukabumi Sri Utami Rabu, (16/09/2020). Sri menambahkan, saat ini Rencana Anggaran Biaya (RAB) persiapan Pilkada tersebut masih dalam proses […]

  • Dukung Pemenuhan Komoditas Sapi Potong Di Jabar, Bank Bjb Gelar Business Matching Dengan Petani Milenial

    Dukung Pemenuhan Komoditas Sapi Potong Di Jabar, Bank Bjb Gelar Business Matching Dengan Petani Milenial

    • calendar_month Senin, 1 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    SUMEDANG, Mbinews.id – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Jafar Ismail, menyampaikan bahwa Jabar saat ini harus mampu menjawab tantangan bidang peternakan sapi potong. Hal tersebut ia sampaikan karena dengan jumlah penduduk Jabar lebih dari 50 juta jiwa dan konsumsi sapi potong 205 ribu ton per tahun, ternyata hanya 25 ribu ton […]

  • Jaga Daya Beli Warga, Pemkot Sukabumi Perkuat Pengendalian Inflasi

    Jaga Daya Beli Warga, Pemkot Sukabumi Perkuat Pengendalian Inflasi

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 1.279
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi terus memperkuat pengendalian inflasi untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Kota Sukabumi pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,47 persen, masih berada dalam sasaran inflasi nasional. Angka tersebut, berada di bawah inflasi Jawa Barat yang mencapai 2,72 persen dan inflasi nasional […]

  • Mesin Pengolah Sampah Karang Taruna Gedebage Dipakai Kota-Kota Besar Di Indonesia

    Mesin Pengolah Sampah Karang Taruna Gedebage Dipakai Kota-Kota Besar Di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 2 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Sampai detik ini, isu sampah masih menjadi salah satu PR terbesar yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Tak berdiam diri melihat kondisi sampah di Kota Bandung, para pemuda Karang Taruna Rancanumpang Gedebage menciptakan mesin pengolahan sampah sederhana. Ki Dalang, sapaan untuk sang inisiator mesin sampah ini menceritakan sekelumit panjang riset yang ia […]

  • Hotel Salonfora & Longhill Cafe Bandung Tawarkan Paket Promo Menarik

    Hotel Salonfora & Longhill Cafe Bandung Tawarkan Paket Promo Menarik

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketatnya persaingan bisnis di masa adaptasi kebiasaan baru, menjadikan  Hotel Salonfora  ikut meningkatkan layanan MICE (Meeting, Incentives, Conference and Exhibitions)  sehingga semakin innovative dengan mengikuti standard prosedur dari pemerintah. Lili, Director of Sales & Marketing Hotel SalonFora & Longhill Cafe Bandung memaparkan, saat ini dalam mengahadapi adaptasi kebiasaan baru, terus meningkatkan kebersihan, […]

expand_less