Gandeng Aisah Dahlan TP-PKK Kota Sukabumi Dorong Pelayanan Humanis Lewat Seminar Smart Service Parenting
- account_circle mbiredaktur
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah (kiri) dan dr. Aisah Dahlan (kanan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUKABUMI,Mbinews.id– Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Sukabumi menghadirkan pakar parenting dan neuroscience, dr. Aisah Dahlan, dalam Seminar Smart Service Parenting, yang digelar di GOR Merdeka Kota Sukabumi, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Memahami Bahasa Kalbu: Strategi Komunikasi Efektif dalam Pelayanan Publik dan Pengasuhan” itu diikuti lebih dari seribu peserta dari berbagai kalangan.
Peserta seminar terdiri atas kader PKK, organisasi kewanitaan, kaum ibu, hingga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pola asuh, komunikasi efektif, serta pelayanan publik yang lebih humanis melalui pendekatan neuroscience.
Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengatakan seminar parenting merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Namun, pada pelaksanaan kali ini pihaknya secara khusus menghadirkan Aisah Dahlan untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai komunikasi dan karakter manusia.
“Kami menghadirkan Ibu Aisah Dahlan yang dikenal sebagai pakar parenting sekaligus memiliki latar belakang kedokteran, termasuk di bidang neuroscience. Materi yang beliau sampaikan sangat bermanfaat agar kita bisa lebih memahami orang lain,”katanya.

Menurutnya, salah satu persoalan yang kerap muncul dalam kehidupan keluarga maupun pelayanan publik adalah miskomunikasi. Karena itu, peserta diajak memahami cara kerja otak serta perbedaan pola pikir antara laki-laki dan perempuan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan tepat.
“Kadang orang salah menangkap atau mengartikan informasi sehingga terjadi miskomunikasi. Melalui materi neuroscience ini, kita belajar memahami karakter perempuan dan laki-laki sehingga pesan yang disampaikan tidak salah diterima,” ujarnya.
Ranty menjelaskan, seminar tersebut juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter anak yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan pemerintahan.
Ia menilai peningkatan kapasitas diri menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan sosial yang semakin kompleks. Tidak hanya kecerdasan intelektual, masyarakat juga perlu memperkuat kecerdasan emosional dan spiritual.
“Kami inisiasi seminar ini sebagai ruang belajar bersama untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Karena tantangan yang kita hadapi saat ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ranty menuturkan, fokus seminar tahun ini tidak hanya membahas pola asuh anak dalam keluarga, tetapi juga komunikasi dalam pelayanan publik. Menurutnya, hal tersebut sangat relevan bagi ASN yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Pada dasarnya kita adalah pelayan masyarakat. Upgrade diri itu penting, termasuk memahami bagaimana cara melayani masyarakat dengan baik,”ucapnya.
Dalam seminar tersebut, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya empati, sikap positif, serta kemampuan membangun komunikasi yang baik sebagai bagian dari pelayanan publik. Pelayanan kepada masyarakat, lanjut Ranty, tidak hanya berkaitan dengan prosedur dan administrasi, tetapi juga menyangkut cara berinteraksi dan membangun kepercayaan publik.
“Tadi disampaikan bagaimana melayani masyarakat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti senyum, cara berbicara, dan sikap yang baik. Kita harus memahami ilmunya agar bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal,”ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, TP-PKK Kota Sukabumi berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun saat menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya, setelah mengikuti seminar ini, kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu menjadi pelayan publik yang lebih humanis, lebih memahami masyarakat, serta meminimalkan terjadinya miskomunikasi,”pungkas Ranty.ardan/wan/mbi.
- Penulis: mbiredaktur
Saat ini belum ada komentar