Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Ayep Zaki Tegaskan Tak Ada Pungli, Pajak Pengusaha Dikembalikan untuk Pembangunan Kota Sukabumi

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id — Untuk kedua kalinya, Pemerintah Kota Sukabumi mengumpulkan para pengusaha sektor perhotelan, restoran, dan kafe dalam sebuah pertemuan yang digelar di Balai Kota Sukabumi. Pertemuan ini menjadi ajang sosialisasi langsung terkait pentingnya pajak daerah dan retribusi sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bersama Wakil Wali Kota Sukabumi hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Keduanya menegaskan bahwa kontribusi para pelaku usaha melalui kepatuhan membayar pajak dan retribusi memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan Kota Sukabumi.

Dalam arahannya, Ayep Zaki menyampaikan bahwa pertemuan dengan para pengusaha akan terus dilakukan secara bertahap. Ia menjelaskan, pertemuan gelombang kedua ini merupakan bagian dari langkah menyeluruh Pemerintah Kota Sukabumi untuk memastikan seluruh wajib pajak menjalankan kewajibannya secara tertib dan sesuai ketentuan.

“Ini gelombang kedua. Saya mengundang semua pengusaha yang juga merupakan wajib pajak di Kota Sukabumi. Nanti ada gelombang tiga, empat, dan seterusnya. Seluruhnya saya panggil supaya tertib membayar pajak daerah dan retribusi,” ujar Ayep Zaki saat diwawancarai awak media, Rabu (21/01/2026).

Ayep menegaskan bahwa selain pajak daerah, optimalisasi retribusi juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sukabumi. Menurutnya, peningkatan kedua sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut akan berdampak langsung pada kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan secara berkelanjutan.

“Retribusi ini harus betul-betul bisa ada peningkatan. Ini semua untuk pembangunan Kota Sukabumi secara menyeluruh. Pengusaha dan Pemerintah Kota Sukabumi harus kompak dan solid,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam menciptakan iklim usaha yang bersih dan bebas dari pungutan liar. Ia memastikan tidak ada kutipan apa pun dari aparatur pemerintah kepada para pengusaha di luar ketentuan yang berlaku.

“Saya tegaskan, seluruhnya Pemkot tidak ada pungli, tidak ada kutipan-kutipan apa pun kepada semua pengusaha. Kalau ada pegawai negeri atau petugas Pemkot yang mengutip kepada para pengusaha, segera laporkan ke saya. Saya akan tindak tegas, dipindahkan atau dipecat,” tegasnya.

Menurut Ayep, kesejahteraan aparatur sipil negara telah diatur melalui tunjangan kinerja (tukin) sesuai peraturan perundang-undangan, sehingga tidak ada alasan bagi aparatur pemerintah untuk melakukan pungutan di luar ketentuan.

Lebih lanjut, Ayep menjelaskan bahwa seluruh dana yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa fokus kepemimpinannya dalam tiga hingga empat tahun ke depan adalah menghadirkan pembangunan yang nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya fokus bagaimana membangun Kota Sukabumi secara realita, nyata, buktinya ada dan bisa dirasakan. Paling tidak tiga sampai empat tahun ke depan, sehingga awal 2029 sudah kelihatan hasilnya,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ayep Zaki juga mengungkapkan target ambisius Pendapatan Asli Daerah Kota Sukabumi. Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan PAD sebesar Rp650 miliar atau rata-rata Rp54 miliar per bulan. Namun, dalam rapat paripurna bersama DPRD, target PAD yang disepakati dan ditetapkan sebesar Rp535 miliar.

“Kita ingin mengejar PAD 650 miliar. Itu target. Tapi dalam hasil rapat paripurna bersama DPRD, yang ditetapkan adalah 535 miliar,” pungkasnya. (Ardan/Wan/Mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Sukabumi Tampil Perdana di Sunda Karsa Fest 2025, Kenalkan Batik Lokatmala ke Jawa Barat

    Kota Sukabumi Tampil Perdana di Sunda Karsa Fest 2025, Kenalkan Batik Lokatmala ke Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Kota Sukabumi menorehkan kebanggaan baru dengan tampil perdana dalam ajang bergengsi Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2025 yang digelar di The Grand Ballroom Trans Studio Mall, Bandung, Jumat (18/07/2025). Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana hadir bersama Ketua Dekranasda Kota Sukabumi Ranty Rachmatilah, dan Ketua Bidang I […]

  • Pesan Wali Kota Sukabumi Pada Hari Guru: Guru Digugu dan Ditiru, Berikanlah Contoh Terbaik

    Pesan Wali Kota Sukabumi Pada Hari Guru: Guru Digugu dan Ditiru, Berikanlah Contoh Terbaik

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Meski masih dalam masa pandemi Covid-19 dan juga masa penerapan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level II di Kota Sukabumi, namun peringatan Hari Guru Nasional sekaligus HUT PGRI ke-76, tetap berjalan khidmat dan tentunya menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Kamis (25/11/2021). Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menghadiri acara yang berlangsung di Aula […]

  • Gedong Cai Tjibadak, Umur Seabad Jadi Sumber Air Masyarakat Bandung, Simak Sejarahnya

    Gedong Cai Tjibadak, Umur Seabad Jadi Sumber Air Masyarakat Bandung, Simak Sejarahnya

    • calendar_month Kamis, 6 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Air merupakan sumber kehidupan. Bicara soal air, Kota Bandung punya satu sumber air yang sudah ada sejak 1921. Namanya Gedong Cai Tjibadak yang terletak di Kelurahan Ledeng, Bandung. Perlu waktu setengah jam dari pusat kota untuk sampai ke sini. Aksesnya melalui samping Terminal Ledeng dan bisa dilewati oleh sepeda motor atau berjalan […]

  • Jika Lapang Merdeka Sukabumi Masih Digunakan Lokasi Acara, Ini Beban Biaya Yang Harus Dikeluarkan

    Jika Lapang Merdeka Sukabumi Masih Digunakan Lokasi Acara, Ini Beban Biaya Yang Harus Dikeluarkan

    • calendar_month Minggu, 8 Jan 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Terkait tingginya biaya perawatan Lapang Merdeka Sukabumi, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keindahan bangunan ikonik di Kota Sukabumi tersebut, Sabtu (07/01). Kepala Bidang Tata Bangunan pada DPUTR Kota Sukabumi, Mohamad Sahid mengatakan, terkait biaya perawatan rutin Lapang Merdeka Sukabumi diproyeksikan bisa […]

  • Panen Raya, Momentum Positif Ketahanan Pangan Kota Bandung

    Panen Raya, Momentum Positif Ketahanan Pangan Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Ada kabar gembira bagi masyarakat Kota Bandung. Pada Selasa, 17 Mei 2022, ada panen raya padi yang berlangsung di Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Panen raya padi ini menghasilkan sekitar 8 ton padi. Angka tersebut naik dari kisaran 6-7 ton padi yang biasa dipanen. Menggembirakannya lagi, panen raya yang menerapkan pendekatan […]

  • Jembatan Rp12 Miliar Penentu Nasib Pusat Pemerintahan Baru Sukabumi

    Jembatan Rp12 Miliar Penentu Nasib Pusat Pemerintahan Baru Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memastikan rencana pemindahan pusat pemerintahan ke kawasan Cibeureum mulai digerakkan pada 2026. Kuncinya ada pada pembangunan jembatan penghubung senilai lebih dari Rp12 miliar yang dinilai sebagai akses vital menuju kawasan tersebut. Proyek itu telah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 dan menjadi prioritas kepala daerah. Selain jembatan, […]

expand_less