Bandung Bersiap Masuki Era AI, Farhan: Teknologi Harus Bekerja untuk Rakyat
- account_circle MBI Admin
- calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG,Mbinews – Pemerintah Kota Bandung terus mempersiapkan diri menghadapi era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kota terdepan dalam penerapan AI yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat membuka kegiatan NGULIK (Ngobrol dan Diskusi Teknologi Informasi dan Komunikasi Data dan Statistik), Kamis (4/6/2026).
Menurut Farhan, forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyusun langkah strategis dalam mengimplementasikan teknologi AI di lingkungan Pemerintah Kota Bandung sekaligus mendorong pemanfaatannya secara luas di tengah masyarakat.
“Saya merasa sangat bahagia karena pada pagi hari ini kita membahas pemahaman arah peta jalan AI nasional. Ini sangat penting agar kita bisa bersama-sama menentukan implementasi strategis di lingkungan pemerintahan Kota Bandung dan warga Kota Bandung,” ujarnya.
Farhan menjelaskan, percepatan transformasi digital yang terjadi saat ini harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, teknologi AI yang semakin canggih membutuhkan kemampuan dan keterampilan yang memadai agar dapat dimanfaatkan secara optimal serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain kesiapan SDM, ia juga menyoroti pentingnya aspek keamanan dan etika digital dalam penerapan AI. Kemampuan AI dalam mengolah data dan membantu proses pengambilan keputusan harus diimbangi dengan perlindungan data pribadi yang kuat.
“Jangan sampai perlindungan data pribadi diabaikan sehingga data masyarakat bisa dikuasai, disimpan, dan diolah dengan cara yang salah,” tegasnya.
Farhan menilai keberhasilan implementasi AI juga sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, masyarakat, hingga pemerintah pusat harus bergerak bersama membangun ekosistem digital yang sehat dan berkelanjutan.
Ia mengapresiasi dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pengembangan teknologi AI di daerah.
Lebih jauh, Farhan menekankan bahwa penerapan AI di lingkungan pemerintahan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat pelayanan publik, meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan, mendorong efisiensi birokrasi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi yang digunakan, peran manusia tetap menjadi faktor utama dalam pelayanan publik.
“AI tidak bisa menggantikan rasa empati. Sentuhan kemanusiaan tetap menjadi hal yang sangat penting dalam pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Karena itu, Farhan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya kerja yang adaptif terhadap inovasi dan tidak takut menghadapi perubahan.
“Saatnya sekarang kita menyelesaikan the last mile of digital transformation. Mari bersama-sama membangun Bandung yang lebih maju melalui pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab dan berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.
Melalui penguatan ekosistem digital dan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab, Kota Bandung menargetkan menjadi salah satu daerah terdepan dalam transformasi pelayanan publik berbasis teknologi di Indonesia.
Saat ini belum ada komentar