Breaking News
Trending Tags

Dewan Pers Apresiasi PWI Gelar Bermunajat, M. Nuh: Satu Ihtiar Yang Sungguh Luar Biasa

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
  • visibility 129
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, MBInews.id – Dewan Pers mengapresiasi penyelenggaraan “PWI Bermunajat: Mengetuk Pintu Langit” yang turut dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin secara virtual.

Acara dibuka Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari dan tausyiah dibawakan oleh Ustaz Das’ad Latief. Hadir pula Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi dan pengurus PWI Pusat, anggota Dewan Kehormatan, Ilham Bintang, serta anggota PWI dari berbagai daerah di Indonesia.

“Atas nama Dewan Pers, izinkan saya menyampaikan penghargaan luar biasa kepada PWI yang telah mengambil inisiatif untuk melakukan acara yang sungguh luar biasa ini, Bermunajat Mengetuk Pintu Langit. Ada satu ikhtiar yang sungguh luar biasa,” kata Ketua Dewan Pers, M. Nuh mengawali sambutannnya.

M. Nuh meyakini cara merespons kondisi turbulensi seperti sekarang tidak bisa menggunakan logika-logika masa lalu atau usang. “Karena covid ini persoalan baru, maka approach-nya pun baru. Tentunya yang lama bisa dipakai, tetap kita pakai,” tutur M. Nuh.

Ia melihat pagebluk ini telah menjadi persoalan kompleks karena berdampak lintas sektor. Maka itu solusinya tidak boleh sederhana. “Nah salah satu approach kompleks itu lintas komponen bangsa. Intinya kebersamaan, partisipasi dari masyarakat keseluruhan menjadi kunci pada saat menyelesaikan persoalan kompleks ini. Saya tidak ada, yang ada adalah kita,” kata M. Nuh, menekankan.

“Ketika persoalan saya menjadi persoalan kita, maka aktornya adalah kita, bukan saya,” imbuhnya.

M. Nuh pun mengajak seluruh insan pers untuk terus memobilisir sumber daya yang ada di masyarakat dijahit menjadi bagian dari ‘kekitaan’. “Yakinlah dengan kekitaan itu persoalan rumit pun InsyaAllah bisa diselesaikan, ditambah lagi hari ini kita bermunajat kepada Allah, hakekatnya yang bisa menyelesaikan persoalan itu Allah, yang bisa menyembuhkan itu Allah,” ucapnya.

Rumus terakhir yang ingin ia bagikan adalah menumbuhkan empati terhadap sesama. “Begini Pak Atal, social complexity itu perkembangannya jauh lebih cognitive capacity. Persoalan sosial sudah sampai di sini, tapi pemahaman kita masih di sini sehingga ada gap, ada blank zone, ada wilayah masih gelap yang jadi misteri,” tuturnya.

Di wilayah masih abu-abu inilah semua orang diminta berpikir mencari alternatif-alternatif jawaban, termasuk memanfaatkan data-data scientific approach. “Kami sangat yakin panjenengan sudah melakukan itu semua, yaitu ajak semua menumbuhkan partisipasi, empati. Simpati sudah selesai, ndak cukup simpati saja tapi yang dibutuhkan empati, ada suasana emosi tapi ada suasana riil yang bisa kita beri dukungan,” jelas M. Nuh.

Ia sependapat dengan pernyataan Atal. S Depari tentang perang melawan COVID-19. “Begitu kita declare melawan covid, maka harus kita berlindung kepada Allah, jangan menjadi disersi, disersi sosial maupun spiritual,” tegas dia.

Disersi istilah yang dipakai di dunia kemiliteran, yaitu tentara yang melarikan diri saat perang.

Terkait hal ini, M. Nuh menyerukan sebisa mungkin ikut berpartisipasi perang melawan COVID-19 baik di hulu maupun di hilir. Salah satu persoalan hilir dari COVID-19 yaitu bermunculan anak-anak yatim.

“Saya menghitung berapa yatim baru per tanggal 2 Juli kemarin itu hampir 50 ribu, kalau ditambah sekarang 1500 tiap hari yang meninggal, maka bisa jadi sudah 70 ribu yang yatim baru,” ia memperkirakan.

Menurut dia, di antara yatim baru itu bisa saja termasuk keluarga insan pers sendiri. “Oleh karena itu paling tidak kita mengambil sebagian beban dari sebagian yatim-yatim baru itu sebagai bakti kita, tentara yang tidak melakukan disersi baik di hulu sini maupun di hilir,” demikian M. Nuh.

Sementara dalam tausyiahnya, Ustaz Das’ad mengajak untuk ambil pelajaran atau pesan moral dari kisah tiga pemuda yang terperangkap di dalam goa sempit.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam pernah mengisahkan ada tiga orang pemuda berjalan. Nah karena perjalanannya tiba waktu malam dan pada saat itu tidak ada hotel, tiga pemuda ini masuk ke dalam goa untuk beristirahat,” ulas Ustaz Das’ad.

Ketika mereka tidur, tanpa disadari terjadi gempa dan pintu goa pun tertutup. Pemuda paling senior kemudian mengajak berdoa. “Tidak ada pilihan lain. kita berusaha dulu, berikhtiar dulu, ayo dorong sama-sama satu dua tiga, nggak bisa terbuka. Kita sudah ikhitiar sudah saatnya berdoa,” kata dia, bercerita.

Pemuda pertama berdoa dengan mengenang kebaikannya yang mengurusi ibunya setiap hari. Pintu goa pun bisa didorong tapi belum bisa dilewati.

Majulah pemuda kedua berdoa. Ia memohon agar dikabulkan doanya karena telah berhasil menghindar dosa, yaitu tidak melakukan maksiat. Pintu goa kembali bisa digeser walau sedikit.

Tiba giliran pemuda ketiga. Ia memohon kepada Allah SWT agar dikabulkan doanya karena telah menjaga amanah. Akhirnya pintu goa terbuka lebar dan mereka bertiga bisa keluar.

“Sederhana kisah yang kita dengr tadi, tapi pesan moralnya sangat kuat. Pertama, tidak ada manusia tidak ada masalah, percaya itu. Ini tiga orang di dalam goa yang sangat kecil, tidak sampai 2×2 meter, tapi mereka punya masalah apalagi bangsa Indonesia,” jelasnya.

Dari sini pesan moral yang bisa diambil adalah ketika datang masalah berdoalah kepada Allah. “Alhamdulillah wartawan sekarang ramai yang rajin berdoa, anggota PWI sekarang saya lihat hebat berdoa, tapi sayangnya berdoanya bukan selesai sholat, ketika pegang handphone update status ‘mudah-mudahan wabah segera berlalu,’ 10 menit kemudian update status lagi di Facebooknya ‘mudah-mudahan semua cepat berlalu.’ Memangnya Tuhan baca statusmu,” ucapnya berkelakar.

“Lalu bagaimana berdoa? berdoa di atas sajadah bukan di Instagram, bukan di Facebook,” imbuhnya.

Ustaz Das’ad juga mengingatkan pesan Nabi Muhammad SAW jika ingin doa cepat dikabulkan Allah SWT. “Birrul walidain, berbuat baiklah kepada kedua orangtuamu. Kalau masih pejabat Indonesia, pejabat dinas lebih hormat kepada manajernya, kepada atasannya dibandingkan orangtuanya demi Allah cara apapun yang kau lakukan menurut garis keimanan, susah selesai masalah,” tegasnya.

Kedua, agar doa cepat dijabah Allah, yaitu, dengan menghilangkan kemaksiatan dan kemungkaran. “Wabah ini telah menelan ribuan anak bangsa, jutaan yang hilang lapanan pekerjaannya, ratusan orang yang hilang keluarganya karena wabah ini tapi ternyata masih ada pengusaha yang menjadi wabah ini ladang bisnis, dia hisap darah anak bangsa, dia teriak saya Pancasila, saya NKRI tapi alkes dijadikan bisnis mengerikan,” kritiknya.

Ia menyayangkan dalam situasi wabah seperti ini masih ada politisi menjadikan panggung politik. “Nauzubillah mindalik. Ingat Saudara, jabatan, umur, niaga ada batasnya. Tapi jika engkau mengambil kesempatan berbisnis, mengambil kesempatan ini memperkaya diri sendiri tunggulah kau malaikat, sampai berapa umurmu,” ujarnya memberi peringatan.

“Ada jurnalis mengambil ini cari muka ke pemerintah, tunggu, kau dapat sakratul maut,” sentilnya, lebih lanjut.

Ketika dihadapi wabah COVID-19 ini semestinya disambut dengan ahsanul amalan yaitu berbuat amal baik. “Allah memberikan wabah ini, Allah jadikan cobaan ini sebagai ujian di antara kalian sapa yang lebih banyak manfaatnya buat orang lain maka teman-teman jurnalis mari mengambil kesempatan, bagian dari wabah ini dngan cara mencerdasakan kehidupan bangsa, memberikan informasi baik, memberikan berita-berita mendidik, bukan yang meneror,” pintanya.

Dan, masih kata Ustaz Das’ad, pesan moral ketiga adalah memegang amanah tanggung jawab jabatan dengan teguh.

Acara diakhiri dengan doa dipandu Ustaz Das’ad.*** (Humas PWI Pusat)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi Temui Presiden Rusia dan Ukraina, Ini Misinya!

    Jokowi Temui Presiden Rusia dan Ukraina, Ini Misinya!

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Mbinews.id – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) beserta rombongan terbatas, dijadwalkan melakukan kunjungan ke luar negeri. Seperti dilansir pada laman Fokussatu.id, Minggu (26/06). Dalam rencana kunjungan orang nomor satu di Indonesia tersebut, dijadwalkan Jokowi akan melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh penting dunia, termasuk dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. […]

  • Akselerasi Bisnis, bank bjb Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Pemanfaatan Produk dan Layanan dengan Sucofindo

    Akselerasi Bisnis, bank bjb Tandatangani Nota Kesepahaman untuk Pemanfaatan Produk dan Layanan dengan Sucofindo

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mbinews – bank bjb terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi kolaborasi sebagai langkah strategis untuk mengakselerasi bisnis di tengah berbagai tantangan ekonomi. Pada Kamis, 5 Desember 2024, bank bjb secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Sucofindo di Graha Sucofindo, Jakarta Selatan. Kerja sama ini bertujuan untuk memanfaatkan produk dan layanan masing-masing pihak […]

  • Artisan Pro, Ini Ulasan Tentang Kemasan, Cara Penggunaan, Kualitas dan Produk

    Artisan Pro, Ini Ulasan Tentang Kemasan, Cara Penggunaan, Kualitas dan Produk

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 253
    • 0Komentar

    MBInews.id – Siapa yang belum pernah mendengar brand Artisan Pro? Nampaknya merek ini selalu disebut-sebut sebagai merek bulu mata terbaik oleh para makeup artist (MUA) ternama di Indonesia. Tentang Artisan Pro dan Jenis Artisan Pro adalah merek RTSY (baca artistik) yang khusus untuk penata rias. Bukan berarti fanatik bulu mata palsu tidak bisa menggunakannya, memang […]

  • Tahun Baru Islam, Bupati Dadang Supriatna: Momentum yang Tepat Melakukan Muhasabah

    Tahun Baru Islam, Bupati Dadang Supriatna: Momentum yang Tepat Melakukan Muhasabah

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 138
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Bupati Bandung HM. Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah adalah saat yang tepat untuk melakukan muhasabah. “Introspeksi diri dan memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” kata Bupati Bandung didampingi Bunda Bedas Hj. Emma Dety Dadang Supriatna saat menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1 […]

  • Jelang Akhir Tahun,  bank bjb Kerjasama Dengan  Enam Pengembang Perumahan  di Wilayah Timur Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, bank bjb Kerjasama Dengan Enam Pengembang Perumahan di Wilayah Timur Jawa Barat

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    CIREBON, MBInews.id – Di masa pandemi serta menjelang akhir tahun 2021, bank bjb masih terus berkomitmen mencatatkan kinerja yang positif dan pencapaian yang terbaik. Bank bjb dan enam Pengembang Perumahan di wilayah timur Jawa Barat menyepakati Kerja Sama untuk meningkatkan sinergi dan memberi dampak positif bagi masing-masing pihak. Hal ini merupakan bentuk komitmen bank bjb […]

  • Berkah Ramadhan, Pemkot Bandung Terus Gulirkan Program Sertifikasi Tempat Ibadah

    Berkah Ramadhan, Pemkot Bandung Terus Gulirkan Program Sertifikasi Tempat Ibadah

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana akan terus mendorong program sertifikasi tanah wakaf tempat ibadah di Kota Bandung. Hal itu disampaikan Yana saat Safari Ramadhan di Masjid Al Huda, Kecamatan Rancasari, Senin, 25 April 2022. Secara simbolis, Yana menyerahkan sertifikat tanah wakaf tempat ibadah kepada para pengurus DKM Masjid di lingkungan Kecamatan Rancarasi. […]

expand_less