Breaking News
Trending Tags

Dinilai Tidak Rasional, Pemerintah Kota Sukabumi Berencana Naikkan NJOP

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 7 Jan 2022
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Kota Sukabumi, berencana akan menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal tersebut, disampaikan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, saat usai melakukan Focus Group Discussion (FGD), yang dihadiri para pihak terkait, Jumat (7/1/2022).

Dalam sambutannya, Fahmi mengatakan, pada kondisi perekonomian yang baru hendak bangkit saat ini, penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) menjadi salah satu solusi yang bisa ditempuh, dalam mengatasi persoalan keuangan daerah yang terjadi saat ini.

“Dalam rapat terkahir dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hal yang menjadi sorotan utama baagi kepala daerah adalah terkait pendapatan daerah. KPK mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak fair dalam menerapkan pajak daerah yang berhubungan dengan PBB. Mereka mengatakan, saat ini PBB di daerah masih amat begitu rendah sekali,” ujar Fahmi dalam penjelasannya saat menghadiri FGD tersebut.

Lanjutya, sedangkan PBB itu merupakan satu dari sembilan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang selama ini sudah lebih dari 5 tahun tidak mengalami kenaikan.

“Memang jika dikatakan saat ini, untuk PBB yang ada sekarang itu, masih jauh dari kata rasional, jika dibandingkan dengan iuran bulanan kebersihan, keamanan, dan kematian, yang berada di wilayah. Saat ini komposisi total dari 3 iuran wajib di wilayah, sudah berada pada kisaran 100 ribu Rupiah perbulan, sedangkan PBB hanya 100 ribu Rupiah pertahun,” jelasnya,

Masih menurut Fahmi, oleh sebab itu, dengan diadakannya diskusi saat ini, yang dihadiri oleh berbagai aspek sosial yang ada, diharapkan bisa merumuskan suatu keputusan, untuk bersama menemukan solusi dari keadaan yang terjadi saat ini.

“PAD Kota Sukabumi saat ini hanya berkisar 300 miliyar pertahun, sedangkan 250 miliyar itu berasal dari pendapatan rumah sakit. Yang artinya, hanya bersisa 50 miliyar yang bisa digunakan untuk pembangunan daerah. Karena, pendapatan yang berasal dari rumah sakit, harus kembali lagi ke rumah sakit. Maka dari itu, diharapkan dengan adanya penyesuaian NJOP nantinya, bisa membantu PAD yang ada saat ini, meskipun hanya berada pada kisaran 8 miliyar,” ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini seluruh bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi juga setiap tahunnya mengalami penurunan. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah Kota Sukabumi, dituntut untuk bisa menghidupkan kemandirian ekonominya, dari peningkatan potensi PAD yang ada. Jangan hanya terus bergantung kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi.

“Maksimalkan potensi pendapatan daerah, karena bantuan pusat dan provinsi itu trennya akan terus menurun dari tahun ke tahun,” ucapnya.

Namun demikian, Fahmi mengatakan jika nantinya ada wajib pajak yang merasa keberatan terhadap rencana kenaikkan NJOP saat ini, bisa segera melapor agar segera dicarikan solusi terbaiknya.

“Kenaikkan NJOP yang berlangsung nantinya, itu akan dilakukan setelah melalui proses pengkajian. Dan kenaikkan itu juga, tidak serta merta di sama ratakan. Contohnya, meskipun sama-sama rumah di pinggir jalan, NJOP tidak berarti akan sama, karena nanti akan ada kajian juga terkait hal tersebut,” pungkasnya. Ardan/Wan/Mbi

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akibat Kehabisan Stok,Kepala DKP3 Kota Sukabumi Usulkan Penambahan Pupuk Subsidi Ke Provinsi Jabar

    Akibat Kehabisan Stok,Kepala DKP3 Kota Sukabumi Usulkan Penambahan Pupuk Subsidi Ke Provinsi Jabar

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    SUKABUMI- Dinas Ketahanan Pangan pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi membenarkan jika pupuk bersubsidi megalami kelangkaan diwilayahnya. Hal ini setelah ada laporan dari sejumlah para petani yang mengeluhakn pupuk subsidi tersebut sulit didapat.”Benar, pupuk subsidi di wilayah kita habis,”ujar Kepala DKP3 Kota Sukabumi Andri Setiawan. Kamis, (24/9/2020).Andri juga memebatah jika harga pupuk alami kenaikan harga, […]

  • Paripurna Tetapkan Fraksi-Fraksi DPRD Kota Bandung Masa Jabatan 2024-2029

    Paripurna Tetapkan Fraksi-Fraksi DPRD Kota Bandung Masa Jabatan 2024-2029

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Paripurna Tetapkan Fraksi-Fraksi DPRD Kota Bandung Masa Jabatan 2024-2029 BANDUNG, Mbinews — DPRD Kota Bandung melaksanakan Rapat Paripurna menetapkan fraksi-fraksi periode 2024-2029, di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 5 September 2024. Rapat Paripurna dipimpin Ketua Sementara DPRD Kota Bandung H. Agus Andi Setyawan, S.Pd.I., dan didampingi Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Bandung drg. Maya Himawati, […]

  • Pansus 6 DPRD Kota Bandung: Perwal LKK Wadahi Banyak Kepentingan Warga Bandung

    Pansus 6 DPRD Kota Bandung: Perwal LKK Wadahi Banyak Kepentingan Warga Bandung

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Panitia Khusus (Pansus) 6 DPRD Kota Bandung menjadi narasumber pada Forum Group Discussion (FGD) Pembahasan Penyusunan Draft Peraturan Wali Kota tentang Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) di Grand Preanger Hotel, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (25/5/2022). Anggota Pansus 6 DPRD Kota Bandung, Sandi Muharram berharap peraturan tersebut dapat mewadahi kepentingan warga Kota […]

  • PSBB Kota Bandung Tunggu Restu Dari Pemprov Jabar Dan Menkes

    PSBB Kota Bandung Tunggu Restu Dari Pemprov Jabar Dan Menkes

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bandung akan berakhir pada 5 Mei 2020. Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menunggu kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang baru saja mendapat restu dari Menteri Kesehatan untuk menerapkan PSBB di Jawa Barat. “Kita sebagai daerah otonom tidak mungkin menjadi bagian yang terpisahkan dari itu. Tindak […]

  • Komisi A DPRD Kota Bandung, Radea Respati: Satpol PP Perlu Dorong Kesadaran Masyarakat Terhadap Hukum

    Komisi A DPRD Kota Bandung, Radea Respati: Satpol PP Perlu Dorong Kesadaran Masyarakat Terhadap Hukum

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Dr. H. Radea Respati Paramudhita, S.H., M.H., menjadi narasumber pada acara Focus Group Discussion, dalam rangka Harmonisasi Satpol PP dengan instansi terkait, di Hotel Savoy Homann Bandung, Selasa, (10/12/2024). Radea mendorong peran dan tugas Satpol PP Kota Bandung untuk menjadi penegak peraturan daerah yang harus dilakukan […]

  • Laporkan Bila ada Kekerasan terhadap Perempuan

    Laporkan Bila ada Kekerasan terhadap Perempuan

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Dra. Hj. Uum Sumiati M.Si mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan bila mengalami dan melihat adanya tindak kekerasan, khususnya kekerasan pada perempuan dan anak. Hal itu disampaikan Uum Sumiati di Chanel Youtube Basa Basi Podcast Pokja PWI Kota Bandung, yang diupload […]

expand_less