Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

DPRD Kota Bandung Bahas Raperda Terkait Penyelenggaraan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung || MBInews.id — Panitia Khusus (Pansus) 12 DPRD Kota Bandung mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bandung tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial.

Pansus 12 sudah dua kali melakukan pertemuan. Pertama, menggelar ekpose dengan dinas terkait. Kedua, menelisik perubahan-perubahan yang akan dilakukan pada raperda. Setidaknya, ada 19 perubahan dan akan menjadi fokus pembahasan.

Ketua Pansus 12 DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H. mengatakan, aturan soal Penyelenggaraan dan Penanganan Kesejahteraan Sosial sudah dua kali mengalami perubahan pada tahun 2012 dan tahun 2015. Hal ini karena ada regulasi di atasnya dalam hal ini Peraturan Menteri Sosial yang mengalami perubahan, sehingga mau tidak mau harus ada penyesuaian di tingkat bawah.

Perubahan yang dilakukan, kata Iman, salah satunya soal penguatan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

“Kemudian, ada beberapa hal yang memang tidak diatur lagi sehingga terjadi perubahan. Contoh terkait udian, itu diserahkan pada aturan yang ada, kita tidak akomodir di sana (di raperda, red),” ungkapnya.

Sebetulnya, kata Iman, perubahan raperda bukanlah hal baru, karena kerap harus menyesuaikan dengan aturan di atasnya baik undang-undang maupun peraturan menteri. Untuk aturan yang bersifat given atau aturan secara nasional, tidak akan ada perubahan.

“Kita lebih pada penguatan muatan lokal. Karena LKS ini kan sebenarnya mitra, tidak secara struktural di bawah kita (Pemkot Bandung, red), tapi perizinannya ke pemkot,” ungkap Iman.

“Kita punya urusan terkait dengan penyelenggaraan sosial yang tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Contoh, untuk bantuan itu syarat mutlak harus masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), atau DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional) dengan kategori desil 1 sampai 5,” imbuhnya.

Namun fakta di lapangan, kata Iman, ada beberapa masyarakat yang tidak masuk desil 1 sampai 5, tapi membutuhkan bantuan. Untuk bantuan bagi masyarakat yang tidak masuk kategori ini bisa lewat LKS. Pasalnya, LKS ini memungkinkan untuk mendapatkan hibah dari Pemkot Bandung.

“Misalkan warga butuh kursi roda, kalau di Pemkot Bandung tidak serta merta langsung dikasih karena harus pengajuan dulu sehingga harus menunggu, bisa saya tahun depan,” ungkapnya.

“Lewat LKS ini memungkinkan warga bisa mendapat bantuan. Makanya kita harus bermitra erat dengan mereka, berbagi peran. Nanti kita petakan kebutuhan kita keluarkan, belanja masalah dan cari solusi. Lalu bisa enggak kita duduk bareng untuk menyelesaikan persoalan warga Kota Bandung,” tambahnya.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial, kata Iman, tercatat sekitar 90 LKS, namun yang aktif sekitar 60 LKS. Beberapa LKS yang aktif seperti Rumah Zakat, Runah Yatim dan lainnya.

“Nanti kita akan cek kembali lembaga-lembaga yang sudah berbadan hukun itu mana saja,” ungkapnya.

Dikatakannya, raperda ini memiliki 40 pasal, namun jumlahnya bisa saja berubah seiring pembahasan yang dilakukan.

“Masih penyesuaian karena ada yang dihapus, ada yang berubah. Kita lihat finalnya ada berapa,” pungkasnya. ***

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Jadi Kab Bandung Ke -383 Casipduk Gelar Isbat Nikah Terpadu di Gedung Toha Pemkab Bandung

    Hari Jadi Kab Bandung Ke -383 Casipduk Gelar Isbat Nikah Terpadu di Gedung Toha Pemkab Bandung

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

      KAB. BANDUNG, MBINews.id – Catatan Sipil Dan Kependukan Kab Bandung gelar Isbat Nikah Terpadu dalam rangka mengisi rangkaian acara hari Jadi Kab Bandung Ke -383 berlangsung (19 /4/2024) di Moch Toha Pemkab Bandung. Kabid Capil Casipduk Kab Bandung ,Heri Herawan S. Sos mengatakan,” Untuk tahun ini di hari jadi Kab Bandung yang Ke -383 […]

  • Baru Dilantik, Ketua AMPI Kota Sukabumi Gencarkan Kegiatan

    Baru Dilantik, Ketua AMPI Kota Sukabumi Gencarkan Kegiatan

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Setelah resmi didapuk menjadi Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Sukabumi masa bakti 2021-2026, Ivan Rusvansyah mengadakan kegiatan bakti sosial berupa donor darah masal, Minggu (26/9/2021). Ivan mengatakan, pada acara donor darah yang pertama kali diselenggarakannya tersebut, antusiasme masyarakat sekitar sangat tinggi. Hampir dari berbagai kalangan, sangat antusias mengikuti kegiatan yang […]

  • Pasca Keracunan Massal, 19 Warga Citamiang Dilaporkan Kini Sudah Sehat Kembali

    Pasca Keracunan Massal, 19 Warga Citamiang Dilaporkan Kini Sudah Sehat Kembali

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Setelah dilaporkan sebelumya terdapat 19 warga yang menjadi korban dugaan keracunan massal akibat mengkonsumsi dodongkal, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi melaporkan kini seluruh korban dugaan keracunan massal sudah pulih secara keseluruhan. Dirinya mengatakan bahwa, saat ini pihaknya tengah melakukan penanganan perihal dugaan keracunan makanan yang menimpa warga Gang Gempar Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang […]

  • Via Scan Barcode, Bank bjb Hadirkan Kemudahan Bayar Uji KIR di Kabupaten Bandung

    Via Scan Barcode, Bank bjb Hadirkan Kemudahan Bayar Uji KIR di Kabupaten Bandung

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Warga Kabupaten Bandung kini tak perlu lagi mengeluarkan uang tunai untuk melakukan pembayaran uji KIR kendaraan bermotor. Berkat layanan yang dipersembahkan bank bjb, pembayaran uji KIR di Bumi Sabilulungan kini dapat dilakukan hanya dengan melakukan pemindaian (scan) barcode melalui aplikasi pada smartphone. Fasilitas pembayaran teranyar ini diluncurkan berbarengan dengan launching pembayaran pajak […]

  • bank bjb Raih Penghargaan Gubernur Jabar, Sejahterakan Petani Melalui Pembiayaan Sistem Resi Gudang

    bank bjb Raih Penghargaan Gubernur Jabar, Sejahterakan Petani Melalui Pembiayaan Sistem Resi Gudang

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    SUBANG -MBInewa.id – bank bjb meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku Pembina Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Barat atas dukungan dalam memfasilitasi akses keuangan kepada petani melalui pembiayaan sistem resi gudang. Penghargaan yang diraih bank bjb diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat dalam rangka optimalisasi S-SRG di Jawa Barat […]

  • Walikota Sukabumi Hadiri Pelantikan DPC Aspeknas, Achmad Fahmi : Kehadiran Aspeknas  Dan Asosiasi Lain Dorong Percepatan Pembangunan.

    Walikota Sukabumi Hadiri Pelantikan DPC Aspeknas, Achmad Fahmi : Kehadiran Aspeknas Dan Asosiasi Lain Dorong Percepatan Pembangunan.

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id  –  Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, kehadiran Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (Aspeknas) Kota Sukabumi, tentunya akan mendorong dalam percepatan pembangunan. Untuk itu diperlukan kolaborasi yang baik antara pemda dan Aspeknas.”Kehadiran Aspeknas mampu mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kota Sukabumi bersama asosiasi lainnya,”ujar Fahmi usai menghadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan pimpinan Cabang (DPC) Aspeknas […]

expand_less