Breaking News
Trending Tags

Dr.Agung : Mahasiswa Bukan Hanya Pelajar, Tetapi Pelayan Nilai dan Penjaga Nurani Sosial

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Program pengabdian masyarakat dapat mengasah kemampuan mahasiswa untuk membantu menuntaskan sejumlah masalah yang dihadapi warga. Program ini merupakan satu dari tiga kewajiban dasar perguruan tinggi selain pendidikan dan penelitian.

“Mahasiswa bukan hanya pelajar, tetapi pelayan nilai dan penjaga nurani sosial. Di kampus mencetak ilmu dalam ruang akademik untuk membangun fondasi pengetahuan dan saat pengabdian kepada masyarakat ini yang akan menjadi kontribusi untuk membenahi persoalan di lingkungan sosial,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.Pd., KHOM., MMRS., FINASIM., saat menjadi narasumber acara Upgrading Pengabdian Mahasiswa BEM KM Universitas Pasundan bertema “Grow to Make an Impact: Bergerak Bersama untuk Perubahan”, di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 24 Januari 2026.

dr. Agung menjelaskan, program pengabdian kepada masyarakat akan berdampak bila dalam tahapannya diterapkan nilai-nilai yang tepat. Pengabdian masyarakat kerap tak berjalan baik selepas program tersebut usai.

Dalam presentasinya “Pengabdian Masyarakat: Dari Program Menjadi Dampak” di acara tersebut, dr. Agung memaparkan sejumlah kesalahan umum yang sering dikaitkan dengan pengabdian masyarakat.

Pengabdian masyarakat sering dirasa sebagai seremonia belaka. Selepas itu hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat terputus. “Banyak dokumentasi tetapi minim perubahan. Kegiatan jalan tetapi masalah ada. Proyek selesai, relasi putus. Tidak ada tindak lanjut setelah program berakhir. Seharusnya tidak seperti itu. Mahasiswa harus datang dengan solusi dari hasil memahami kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pengabdian kepada masyarakat adalah kehadiran yang bermakna. Bukan sekadar simpati, tetapi harus menjadi rencana aksi yang terorganisir dengan baik. “Mahasiswa harus datang, lalu merancang solusi yang relevan. Tanggung jawab sosial yang konsisten. Jadi prinsip dasarnya datang ke tengah masyarakat untuk belajar, bukan untuk menggurui,” tuturnya.

Ia pun membagikan rumus pengabdian masyarakat yang memberi dampak. Di antaranya, masalah nyata yang dihadapi warga harus diselesaikan solusi relevan. Rancang pendekatan sesuai konteks lokal, kolaborasi, libatkan warga sebagai subjek aktif, serta membangun sistem yang mandiri sehingga hasil program bisa dijalankan keberlanjutan.

*Calon Pemimpin*

dr. Agung menambahkan, peran mahasiswa di masyarakat bisa berwujud sebagai agen perubahan, kontrol sosial, serta pencetak pemimpin. Agen perubahan yakni bergerak mengubah dengan cara yang beradab. Bukan berarti paling lantang, tetapi menginisiasi solusi, menggerakkan partisipasi, menguatkan kapasitas masyarakat, hingga membuat perubahan realistis.

“Contoh, membuat sistem antrean layanan warga untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, pemetaan keluarga rentan supaya bisa memastikan bantuan tepat sasaran dan tertata dengan baik, atau membuat kelas literasi kesehatan atau keuangan,” katanya.

Dalam fungsi kontrol sosial, mahasiswa yang menjalankan program pemberdayaan masyarakat diharapkan menyampaikan kritik berbasis data dan adab, advokasi berbasis kebutuhan, atau mengawal layanan publik. Program ini juga akan ikut membentuk mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa mendatang.

“Membentuk pemimpin membutuhkan kedisiplinan nilai, kekuatan mental, berpikir kritis, dan menepati janji. Jangan merusak kepercayaan masyarakat. Hormati budaya lokal, pahami adat istadat dan tata krama setempat. Libatkan tokoh masyarakat dalam setiap tahapan, jaga komunikasi, dan jaga dokumentasi beretika,” ujarnya.

Indikator dari kesuksesan program pengabdian masyarakat yang berdampak akan terlihat melalui perubahan perilaku warga, sistem baru yang terbentuk untuk menggerakkan potensi lokal, dan penurunan masalah yang terukur.

“Dampaknya tidak selalu viral, tetapi harus terasa. Pengabdian yang baik menciptakan warga yang mampu melanjutkan program-program yang dijalankan. Jadikan pengabdian ini bukan sebagai program tetapi menjadi karakter. Kita bergerak bukan untuk terlihat tetapi untuk berdampak. Bukan untuk sekadar dokumentasi tetapi untuk bertransformasi,” tutur dr. Agung.

Acara ini juga diisi narasumber Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar dan Ketua Tim Kerja SDM Kesehatan Asep Kamal Sahroni, serta dihadiri Wakil Rektor I Universitas Pasundan Prof. Cartono. *

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Revitalisasi Sekolah di Kota Sukabumi Dimulai, Disdik Pastikan KBM Tak Terganggu

    Revitalisasi Sekolah di Kota Sukabumi Dimulai, Disdik Pastikan KBM Tak Terganggu

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 845
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi memastikan program revitalisasi satuan pendidikan tidak akan menghambat kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Kepala sekolah diberi kewenangan untuk mengatur pola pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing satuan pendidikan selama pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi berlangsung. Kepala Disdik Kota Sukabumi, Novian Restiadi, mengatakan keberlangsungan pembelajaran siswa menjadi perhatian utama di […]

  • Pendapatan Puluhan Juta Per Bulan, Begini Dasar Hukum dan Skema Tunjangan Hingga Representasi Anggota DPRD Kota Bandung

    Pendapatan Puluhan Juta Per Bulan, Begini Dasar Hukum dan Skema Tunjangan Hingga Representasi Anggota DPRD Kota Bandung

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Edwin Senjaya, menyatakan pihaknya setuju bila akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tunjangan perumahan anggota DPRD Kota Bandung yang belakangan ini ramai diperbincangkan, yakni mencapai Rp 58 juta per bulan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Wartawan di Ruang kerja pimpinan dewan, […]

  • Kuasa Hukum Bantah Keterlibatan Sekda Iwa Dalam Kebijakan RDTR Proyek Meikarta

    Kuasa Hukum Bantah Keterlibatan Sekda Iwa Dalam Kebijakan RDTR Proyek Meikarta

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Mbinews.id, BANDUNG – Tim kuasa hukum tersangka kasus gratifikasi Proyek Meikarta Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa, membantah kliennya terlibat atau bahkan memiliki kewenangan dalam pembuatan kebijakan tentang perubahan Rancangan Peraturan Daerah Perda Rencana Detail Tata Ruang (Raperda RDTR) dari Proyek Meikarta. “Memang saat itu klien kami menjabat sebagai Sekda Jabar, sekaligus sebagai Wakil Ketua […]

  • Komisi D DPRD, Yakini Peran KORMI Berdampak Penting bagi Kota Bandung

    Komisi D DPRD, Yakini Peran KORMI Berdampak Penting bagi Kota Bandung

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews– Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung H. Iman Lestariyono, S.Si., menjadi narasumber dalam Rapat Kerja Komite Olahraga Masyarakat Nasional (KORMI) Kota Bandung, di El Hotel, Bandung, Kamis (19/12/2024). Hadir Kadispora Kota Bandung Eddy Marwoto, Ketua KORMI Kota Bandung Erick M. Zaki Anggara, serta Forkopimda Kota Bandung. Ketua KORMI Kota Bandung Erick M. Zaki […]

  • Cegah Penyebaran Covid-19 Lewat Media Spanduk, PWI Kota Bandung Peduli Kesehatan & Keselamatan

    Cegah Penyebaran Covid-19 Lewat Media Spanduk, PWI Kota Bandung Peduli Kesehatan & Keselamatan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Berbagai cara dan upaya dilakukan pemerintah, elemen masyarakat dan kelompok profesional dalam kepeduliannya turut mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Salah satunya ditunjukkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung. Ditengah penerapan Social Distancing, Physical Distancing dan imbauan agar masyarakat tinggal di rumah sebagai cara pencegahan penyebaran virus Corona, PWI Kota Bandung […]

  • Soal Iuran BPJS Kesehatan, Warga Bandung Dapat Dukungan Dari Tahir Foundation

    Soal Iuran BPJS Kesehatan, Warga Bandung Dapat Dukungan Dari Tahir Foundation

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Masyarakat Kota Bandung mendapatkan dukungan dari perbankan terkait iuran pembayaran jaminan kesehatan di wilayah Kota Bandung. Atas hal itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng Tahir Foundation (Mayapada Group) dalam Program Inovasi Pendanaan Masyarakat Peduli JKN (PIPMPJ) BPJS Kesehatan tahun 2022. Hal tersebut diperuntukan bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)atau […]

expand_less