Breaking News
Trending Tags

Dr.Agung : Mahasiswa Bukan Hanya Pelajar, Tetapi Pelayan Nilai dan Penjaga Nurani Sosial

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Program pengabdian masyarakat dapat mengasah kemampuan mahasiswa untuk membantu menuntaskan sejumlah masalah yang dihadapi warga. Program ini merupakan satu dari tiga kewajiban dasar perguruan tinggi selain pendidikan dan penelitian.

“Mahasiswa bukan hanya pelajar, tetapi pelayan nilai dan penjaga nurani sosial. Di kampus mencetak ilmu dalam ruang akademik untuk membangun fondasi pengetahuan dan saat pengabdian kepada masyarakat ini yang akan menjadi kontribusi untuk membenahi persoalan di lingkungan sosial,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.Pd., KHOM., MMRS., FINASIM., saat menjadi narasumber acara Upgrading Pengabdian Mahasiswa BEM KM Universitas Pasundan bertema “Grow to Make an Impact: Bergerak Bersama untuk Perubahan”, di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 24 Januari 2026.

dr. Agung menjelaskan, program pengabdian kepada masyarakat akan berdampak bila dalam tahapannya diterapkan nilai-nilai yang tepat. Pengabdian masyarakat kerap tak berjalan baik selepas program tersebut usai.

Dalam presentasinya “Pengabdian Masyarakat: Dari Program Menjadi Dampak” di acara tersebut, dr. Agung memaparkan sejumlah kesalahan umum yang sering dikaitkan dengan pengabdian masyarakat.

Pengabdian masyarakat sering dirasa sebagai seremonia belaka. Selepas itu hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat terputus. “Banyak dokumentasi tetapi minim perubahan. Kegiatan jalan tetapi masalah ada. Proyek selesai, relasi putus. Tidak ada tindak lanjut setelah program berakhir. Seharusnya tidak seperti itu. Mahasiswa harus datang dengan solusi dari hasil memahami kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pengabdian kepada masyarakat adalah kehadiran yang bermakna. Bukan sekadar simpati, tetapi harus menjadi rencana aksi yang terorganisir dengan baik. “Mahasiswa harus datang, lalu merancang solusi yang relevan. Tanggung jawab sosial yang konsisten. Jadi prinsip dasarnya datang ke tengah masyarakat untuk belajar, bukan untuk menggurui,” tuturnya.

Ia pun membagikan rumus pengabdian masyarakat yang memberi dampak. Di antaranya, masalah nyata yang dihadapi warga harus diselesaikan solusi relevan. Rancang pendekatan sesuai konteks lokal, kolaborasi, libatkan warga sebagai subjek aktif, serta membangun sistem yang mandiri sehingga hasil program bisa dijalankan keberlanjutan.

*Calon Pemimpin*

dr. Agung menambahkan, peran mahasiswa di masyarakat bisa berwujud sebagai agen perubahan, kontrol sosial, serta pencetak pemimpin. Agen perubahan yakni bergerak mengubah dengan cara yang beradab. Bukan berarti paling lantang, tetapi menginisiasi solusi, menggerakkan partisipasi, menguatkan kapasitas masyarakat, hingga membuat perubahan realistis.

“Contoh, membuat sistem antrean layanan warga untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, pemetaan keluarga rentan supaya bisa memastikan bantuan tepat sasaran dan tertata dengan baik, atau membuat kelas literasi kesehatan atau keuangan,” katanya.

Dalam fungsi kontrol sosial, mahasiswa yang menjalankan program pemberdayaan masyarakat diharapkan menyampaikan kritik berbasis data dan adab, advokasi berbasis kebutuhan, atau mengawal layanan publik. Program ini juga akan ikut membentuk mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa mendatang.

“Membentuk pemimpin membutuhkan kedisiplinan nilai, kekuatan mental, berpikir kritis, dan menepati janji. Jangan merusak kepercayaan masyarakat. Hormati budaya lokal, pahami adat istadat dan tata krama setempat. Libatkan tokoh masyarakat dalam setiap tahapan, jaga komunikasi, dan jaga dokumentasi beretika,” ujarnya.

Indikator dari kesuksesan program pengabdian masyarakat yang berdampak akan terlihat melalui perubahan perilaku warga, sistem baru yang terbentuk untuk menggerakkan potensi lokal, dan penurunan masalah yang terukur.

“Dampaknya tidak selalu viral, tetapi harus terasa. Pengabdian yang baik menciptakan warga yang mampu melanjutkan program-program yang dijalankan. Jadikan pengabdian ini bukan sebagai program tetapi menjadi karakter. Kita bergerak bukan untuk terlihat tetapi untuk berdampak. Bukan untuk sekadar dokumentasi tetapi untuk bertransformasi,” tutur dr. Agung.

Acara ini juga diisi narasumber Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar dan Ketua Tim Kerja SDM Kesehatan Asep Kamal Sahroni, serta dihadiri Wakil Rektor I Universitas Pasundan Prof. Cartono. *

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oded: Stop Bakar Sampah

    Oded: Stop Bakar Sampah

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id — Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta warga menyetop penanganan sampah dengan cara membakar. Pasalnya, asap pembakaran sampah dapat berbahaya bagi kesehatan. “Saya mengimbau kepada masyarakat kota Bandung agar tidak ada lagi metode penanganan sampah dengan cara dibakar,” ujar Oded seusai menjenguk pasien penderita penyakit pneumonia, Maqeela Tavisha (2) di RS Advent, […]

  • Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut, Warga Kota Sukabumi Khawatirkan Terjadinya Lonjakan Harga

    Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut, Warga Kota Sukabumi Khawatirkan Terjadinya Lonjakan Harga

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Seiring dicabutnya subsidi minyak goreng curah oleh pemerintah, tentunya menimbulkan rasa khawatir warga terkait melambungnya kembali harga jual komoditas tersebut di pasaran. Termasuk di Kota Sukabumi, sejumlah masyarakat mengkhawatirkan hal yang sama, Kamis (02/06/). Eliawati salah seorang pelaku UMKM di Kota Sukabumi mencemaskan hal serupa. Pasalnya baru beberapa waktu kebelakang, dirinya merupakan […]

  • Bedas Festival Durian Menjadi Ikon Baru Kab Bandung

    Bedas Festival Durian Menjadi Ikon Baru Kab Bandung

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Kab Bandung, Mbinews.id – Bupati Bandung, dr. HM. Dadang Supriatna secara resmi membuka festival Durian (23/2/2024) di lapang Upakarti dihadiri seluruh ASN Kab Bandung dan juga hadir warga sekitar penikmat buah Durian . Acara diisi dengan lomba makan Durian termasuk makan Durian sepuasnya dengan hanya mengocek uang senilai 100 ribu dan juga lomba karaoke dari […]

  • Bandung Jadi Pusat Konsolidasi Wartawan Jabar, Konprov PWI 2026 Siap Digelar

    Bandung Jadi Pusat Konsolidasi Wartawan Jabar, Konprov PWI 2026 Siap Digelar

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews – Dukungan Pemerintah Kota Bandung terhadap penguatan ekosistem media kembali ditunjukkan melalui kesiapan menjadi tuan rumah Konferensi Provinsi (Konprov) PWI Jawa Barat 2026. Agenda lima tahunan yang akan dihadiri ribuan wartawan tersebut menjadi momentum strategis untuk menentukan arah organisasi dan meningkatkan kualitas jurnalisme di Jawa Barat. Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi jajaran PWI Jawa […]

  • Disepakati Bersama, Musrenbang Kelurahan Cikole Berikan 10 Usulan Prioritas

    Disepakati Bersama, Musrenbang Kelurahan Cikole Berikan 10 Usulan Prioritas

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id — Kelurahan Cikole resmi menyepakati 10 usulan prioritas dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan yang digelar di Aula Kelurahan Cikole, Kamis (11/12). Usulan tersebut terdiri dari lima kegiatan fisik dan lima kegiatan nonfisik, dengan total pagu anggaran yang disetujui mencapai Rp 295.440.000. Lurah Cikole, Taufik Mochmad Ikhsan, menjelaskan bahwa penyusunan usulan […]

  • Pansus LKPJ Berharap,  LRA Itu Bisa Dilengkapi Dengan Hasil Audit Dari BPK RI

    Pansus LKPJ Berharap, LRA Itu Bisa Dilengkapi Dengan Hasil Audit Dari BPK RI

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Tuntasnya pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tahun Anggaran 2020, yang dilakukan oleh Panitia Khsuss (Pansu). Pemerintah Kota (pemkot) Sukabumi mendapatkan beberapa rekomendasi dari Pansus LKPJ. Diantaranya mengenai, Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang digunakan dalam LKPJ, dimana Pansus meminta LRA tersebut seharusnya di lengkapi dengan data yang sudah diaudit oleh […]

expand_less