Breaking News
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.

Dr.Agung : Mahasiswa Bukan Hanya Pelajar, Tetapi Pelayan Nilai dan Penjaga Nurani Sosial

  • account_circle MBI Admin
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG,Mbinews  – Program pengabdian masyarakat dapat mengasah kemampuan mahasiswa untuk membantu menuntaskan sejumlah masalah yang dihadapi warga. Program ini merupakan satu dari tiga kewajiban dasar perguruan tinggi selain pendidikan dan penelitian.

“Mahasiswa bukan hanya pelajar, tetapi pelayan nilai dan penjaga nurani sosial. Di kampus mencetak ilmu dalam ruang akademik untuk membangun fondasi pengetahuan dan saat pengabdian kepada masyarakat ini yang akan menjadi kontribusi untuk membenahi persoalan di lingkungan sosial,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Dr. dr. Agung Firmansyah Sumantri, Sp.Pd., KHOM., MMRS., FINASIM., saat menjadi narasumber acara Upgrading Pengabdian Mahasiswa BEM KM Universitas Pasundan bertema “Grow to Make an Impact: Bergerak Bersama untuk Perubahan”, di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 24 Januari 2026.

dr. Agung menjelaskan, program pengabdian kepada masyarakat akan berdampak bila dalam tahapannya diterapkan nilai-nilai yang tepat. Pengabdian masyarakat kerap tak berjalan baik selepas program tersebut usai.

Dalam presentasinya “Pengabdian Masyarakat: Dari Program Menjadi Dampak” di acara tersebut, dr. Agung memaparkan sejumlah kesalahan umum yang sering dikaitkan dengan pengabdian masyarakat.

Pengabdian masyarakat sering dirasa sebagai seremonia belaka. Selepas itu hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat terputus. “Banyak dokumentasi tetapi minim perubahan. Kegiatan jalan tetapi masalah ada. Proyek selesai, relasi putus. Tidak ada tindak lanjut setelah program berakhir. Seharusnya tidak seperti itu. Mahasiswa harus datang dengan solusi dari hasil memahami kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pengabdian kepada masyarakat adalah kehadiran yang bermakna. Bukan sekadar simpati, tetapi harus menjadi rencana aksi yang terorganisir dengan baik. “Mahasiswa harus datang, lalu merancang solusi yang relevan. Tanggung jawab sosial yang konsisten. Jadi prinsip dasarnya datang ke tengah masyarakat untuk belajar, bukan untuk menggurui,” tuturnya.

Ia pun membagikan rumus pengabdian masyarakat yang memberi dampak. Di antaranya, masalah nyata yang dihadapi warga harus diselesaikan solusi relevan. Rancang pendekatan sesuai konteks lokal, kolaborasi, libatkan warga sebagai subjek aktif, serta membangun sistem yang mandiri sehingga hasil program bisa dijalankan keberlanjutan.

*Calon Pemimpin*

dr. Agung menambahkan, peran mahasiswa di masyarakat bisa berwujud sebagai agen perubahan, kontrol sosial, serta pencetak pemimpin. Agen perubahan yakni bergerak mengubah dengan cara yang beradab. Bukan berarti paling lantang, tetapi menginisiasi solusi, menggerakkan partisipasi, menguatkan kapasitas masyarakat, hingga membuat perubahan realistis.

“Contoh, membuat sistem antrean layanan warga untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik, pemetaan keluarga rentan supaya bisa memastikan bantuan tepat sasaran dan tertata dengan baik, atau membuat kelas literasi kesehatan atau keuangan,” katanya.

Dalam fungsi kontrol sosial, mahasiswa yang menjalankan program pemberdayaan masyarakat diharapkan menyampaikan kritik berbasis data dan adab, advokasi berbasis kebutuhan, atau mengawal layanan publik. Program ini juga akan ikut membentuk mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa mendatang.

“Membentuk pemimpin membutuhkan kedisiplinan nilai, kekuatan mental, berpikir kritis, dan menepati janji. Jangan merusak kepercayaan masyarakat. Hormati budaya lokal, pahami adat istadat dan tata krama setempat. Libatkan tokoh masyarakat dalam setiap tahapan, jaga komunikasi, dan jaga dokumentasi beretika,” ujarnya.

Indikator dari kesuksesan program pengabdian masyarakat yang berdampak akan terlihat melalui perubahan perilaku warga, sistem baru yang terbentuk untuk menggerakkan potensi lokal, dan penurunan masalah yang terukur.

“Dampaknya tidak selalu viral, tetapi harus terasa. Pengabdian yang baik menciptakan warga yang mampu melanjutkan program-program yang dijalankan. Jadikan pengabdian ini bukan sebagai program tetapi menjadi karakter. Kita bergerak bukan untuk terlihat tetapi untuk berdampak. Bukan untuk sekadar dokumentasi tetapi untuk bertransformasi,” tutur dr. Agung.

Acara ini juga diisi narasumber Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar dan Ketua Tim Kerja SDM Kesehatan Asep Kamal Sahroni, serta dihadiri Wakil Rektor I Universitas Pasundan Prof. Cartono. *

Penulis

Mengabarkan Berita Infomatif

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Bandung Gandeng Soca AI untuk Tingkatkan Pelayanan Publik Berbasis Data

    Pemkot Bandung Gandeng Soca AI untuk Tingkatkan Pelayanan Publik Berbasis Data

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Langkah ini dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan berbagai pihak swasta dan komunitas, termasuk pelaku industri teknologi. Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyampaikan, pengambilan keputusan dan kebijakan di Kota Bandung harus berbasis data. “Prinsip pembangunan di Kota Bandung menekankan pendekatan eco-centric yang dilakukan melalui kolaborasi. Kami juga memiliki Command Center yang siaga 24 jam memantau […]

  • Permudah Investasi di Kota Bandung Melalui Perda Penyelenggaraan Penanaman Modal

    Permudah Investasi di Kota Bandung Melalui Perda Penyelenggaraan Penanaman Modal

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Industri atau ekonomi kreatif harus menjadi sasaran penanaman modal di Kota Bandung, sehingga  DPRD Kota Bandung mendorong Pemkot Bandung untuk mengembangkan ekonomi kreatif tersebut. Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi  mengatakan , hal ini tertera  dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal .Perda yang sudah dua […]

  • Bandung Nyaah ka Indung, Erwin Ajak Ibu Asuh Makan Siang Bersama di Warung Nasi Ibu Imas

    Bandung Nyaah ka Indung, Erwin Ajak Ibu Asuh Makan Siang Bersama di Warung Nasi Ibu Imas

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Admin01
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id — Program “Bandung Nyaah ka Indung” terus menunjukkan kepedulian nyata terhadap keluarga pra sejahtera di Kota Bandung. Program unggulan ini tak hanya membantu kebutuhan sandang, pangan, dan papan, tetapi juga menggerakkan kepedulian ASN agar memiliki ibu asuh sebagai bentuk perhatian sosial. Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, S.E., M.Pd. mengatakan, seluruh ASN di […]

  • Over Kapasitas, Belasan Napi Lapas Nyomplong Dipindahkan

    Over Kapasitas, Belasan Napi Lapas Nyomplong Dipindahkan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sebanyak 14 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Sukabumi, dipindahkan ke Lapas Warung Kiara, (25/11/2021). Hal tersebut dilakukan, mengingat saat ini kondisi Lapas Kelas II-B Sukabumi sudah sangat over kapasitas. Seperti yang dikatakan Kalapas Christo Victor Nixon Toar melalui pesan singkatnya. “Saat ini jumlah WBP yang ada di dalam […]

  • Soal Buka Masker, Ini Tanggapan Wali Kota Bandung

    Soal Buka Masker, Ini Tanggapan Wali Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat terkait penggunaan masker di masa saat ini. Baginya, masker tetap menjadi pelindung diri dari paparan Covid-19. “Saat ini, presiden mengatakan soal kegiatan outdoor bisa membuka masker. Kita serahkan lagi kepada keyakinan masyarakat,” kata Yana di Gedung Generasi Muda Rabu 18 Mei 2022. Kendati […]

  • Terintegrasi Di Aplikasi ZX (Zakat Ekspres) Kini Pesan 1.500 Ambulans Semudah Akses Ojek Online

    Terintegrasi Di Aplikasi ZX (Zakat Ekspres) Kini Pesan 1.500 Ambulans Semudah Akses Ojek Online

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Masih melekat jelas dalam ingatan, betapa sulitnya mengakses oksigen, ambulans dan fasilitas kesehatan (faskes) lainnya kala pandemi melonjak pertengahan tahun lalu. Terlambatnya penanganan kala itu mengakibatkan ratusan nyawa melayang. Berangkat dari permasalahan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat menginisiasi aplikasi bernama ZX (Zakat Ekspres). Melalui aplikasi ini, semua faskes yang […]

expand_less