Breaking News
Trending Tags

Bima Arya : Ini Bukan Tentang Pembentukan Provinsi Bogor Raya

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR, MBInews.id – Terkait Pembentukan Provinsi Bogor Raya, Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Provinsi baru penyangga Jakarta di Gedung Graha Pena Jawa Pos, Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Di kesempatan itu, Bima Arya meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat dan berbagai media terkait pembentukan Provinsi Bogor Raya.

“Ini bukan tentang proposal pembentukan Provinsi Bogor Raya. Tidak seperti itu. Konteksnya adalah sebagai wali kota, saya harus mengantisipasi perkembangan wilayah bukan saja lima tahun ke depan, tapi 10-30 tahun ke depan,” ungkap Bima.

Sekarang ini, kata Bima, Jabodetabek secara keseluruhan jumlah penduduknya lebih dari 30 juta jiwa atau megacities kedua terbesar di dunia setelah greater Tokyo. “Bahkan ada yang sudah membaca ini sudah melewati Tokyo karena Jepang pertumbuhan penduduknya stagnan. Tapi kalau Jabodetabek nambah terus. Jadi pertumbuhan penduduk semakin tinggi, persoalan terkait lahan juga semakin kompleks,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, harus ada tren yang dibaca ke depannya. “Kalau sebagai walikota berpikiran sempit, ga usah pusing saya pikirkan itu. Tapi kan tidak bisa begitu. Saya harus pikir juga untuk jangka panjang. Kenapa? Karena saya membaca tren pertumbuhan penduduk Bogor yang diprediksi akan mencapai 1,5 juta jiwa,” katanya.

Menurut dia, wacana pertama itu adalah perluasan wilayah yang dinilai bukan sebagai wacana baru. “Tahun 1995 Kota Bogor itu meluas mengambil beberapa wilayah Kabupaten. Disahkan oleh Perpres. Dulu rumah saya, yang sekarang saya tinggali itu KTP saya KTP Kabupaten Bogor. Tapi karena perluasan wilayah jadi wilayah kota,” terangnya.

Ia menambahkan, akhir-akhir ini pun banyak yang menyuarakan hal yang sama. Ada usul, beberapa wilayah di Kabupaten Bogor sebaiknya masuk wilayah Kota Bogor karena memudahkan koordinasi dalam pelayanan dan lain-lain.

“Nah dari situ muncul lah opsi-opsi lain. Ibu Bupati (Ade Munawaroh Yasin) menyampaikan kepada saya, bahwa dari dulu sebenarnya ada wacana Provinsi Bogor Raya. Ini disuarakan oleh Pak Rahmat Yasin (RY), bupati sebelumnya waktu itu. Memang ada logikanya juga disitu. Jadi saya bilang ini menarik wacananya, coba nanti kita diskusikan kembali. Tapi berkembanglah kemudian seolah-olah yang mengajukan wacana itu saya,” ujar Bima.

“Kemudian oleh media di lempar lagi ke Bekasi. Di sana muncul juga, opsi untuk gabung Jakarta. Ada benarnya juga sih. Karena urusan banjir, macet, kita lebih banyak koordinasi dengan Mas Anies di Jakarta daripada Kang Emil di Jawa Barat. karena konektivitas. Apalagi nanti kalau ada LRT,” tambahnya.

Opsi lain, lanjut Bima, adalah Bogor tetap masuk Jawa Barat tapi ada mekanisme yang berbeda dalam hal koordinasi wilayah dalam konteks ini Jabodetabek.

“Ini dulu Bang Yos (mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso) pernah mengusulkan. Ini menurut saya paling benar. Jabodetabek ini tidak pernah beres koordinasinya dari dulu. Tumpang tindih. Setiap saat Jakarta bisa saja mengeluarkan kebijakan yang merugikan Bogor. Misalnya Bus APTB, dari Bogor bisa langsung ke Jakarta terintegrasi Bus Transjakarta. Ini ga ada koordinasi dengan kami sama sekali. Belum lagi masalah banjir dan lain lain. Jabodetabek ini wilayah yang sangat sangat strategis tapi administrasinya seadanya. Padahal yang namanya greater Tokyo diurus oleh aturan khusus. Lihat juga bagaimana greater London, greater New York,” tandasnya.

Ketika Bang Yos mengusulkan itu, Bima mengaku sangat setuju. “Ada usulan badan otoritas khusus Jabodetabek. Bang Yos dulu usulannya menteri Khusus Jabodetabek. Bener juga. Karena payung hukumnya jelas nanti, anggarannya juga jelas dan lain-lain,” kata dia.

Untuk itu, semua opsi tersebut akan dikaji secara akademis dengan menggandeng Pusat Pengkajian Perencanaan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB University

Rektor IPB University Arif Satria mengatakan, Jabodetabek ini sudah lama tidak tertangani dengan baik padahal wilayah-wilayah tersebut memiliki ikatan-ikatan fungsi baik secara demografis, ekonomi dan ekologis. “Jabodetabek ini government-nya harus diperkuat dan dituntaskan sehingga masalah ekonomi, ekologis, lingkungan serta masalah demografis bisa diantisipasi,” katanya.

“Jadi, intinya IPB menerima tawaran dari Pemkot untuk melakukan kajian akademik berkaitan dengan isu Jabodetabek ini. Tim akan segera kami bentuk dan kami akan terus berkoordinasi dengan Pemkot dan juga Pemkab paling tidak pada bulan Desember sudah ada beberapa hasil (kajian),” tambah rektor. (ASP/HMS)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Sukabumi Apresiasi PCNU Kota Sukabumi Bangun Rumah Toleransi Moderasi Agama dan Kebangsaan

    Wali Kota Sukabumi Apresiasi PCNU Kota Sukabumi Bangun Rumah Toleransi Moderasi Agama dan Kebangsaan

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    SUKABUMI,MBinews.id– Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengapresiasi Rumah Toleransi Moderasi Agama dan Kebangsaan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Sukabumi. Apresiasi tersebut diberikan saat Wali Kota Sukabumi menghadiri rangkaian Hari Santri Nasioanal (HSN), dan launching rumah toleransi moderasi, di Gedung Dakwah PCNU Kota Sukabumi, Kelurahan Gedong Panjang. Kecamatan Citamiang. Senin, (24/10/2022). Baca Juga:https://mbinews.id/2022/02/01/kelima-di-kota-bandung-ini-keanekaragaman-kampung-toleransi-rw-08-kelurahan-kebon-jeruk/ Momen tersebt, dalam […]

  • Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Kegiatan Vaksinasi Booster di YDSP

    Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Kegiatan Vaksinasi Booster di YDSP

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengapresiasi kepada kegiatan vaksinasi booster yang dilaksanakan di Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) , Jalan Nana Rohana, Kota Bandung, Senin (14/02/2022). Melalui kolaborasi dari berbagai pihak, vaksinasi booster dapat mencegah penyebaran Omicron lebih luas. Dalam peninjauan kegiatan vaksinasi booster massal di YDSP, Tedy melihat pelaksanaan vaksinasi […]

  • Pemkot Bandung Raih Penghargaan  Peduli HAM 2018

    Pemkot Bandung Raih Penghargaan Peduli HAM 2018

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperoleh penghargaan sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia Tahun 2018, dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia pada acara peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia 2019 di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, Selasa (10/12/2019). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal HAM Kemenkumham RI Mualimin Abdi kepada Wali […]

  • Awal Tahun 2022, Harga Sembako Berangsur Stabil

    Awal Tahun 2022, Harga Sembako Berangsur Stabil

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Memasuki minggu ke dua di awal tahun 2022, beberapa macam harga komoditas bahan pokok penting (bapokting) di pasar tradisional Kota Sukabumi, terpantau mengalami penurunan, Selasa (11/01/2022). Berdasarkan update terakhir data harga bapokting pada hari ini, harga telur ayam negeri saat ini dijual pada kisaran harga 28 ribu Rupiah perkilogramnya. Sebelumnya, menjelang pergantian […]

  • DPRD Kota Bandung Tetapkan Raperda Perubahan APBD 2024

    DPRD Kota Bandung Tetapkan Raperda Perubahan APBD 2024

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews –D PRD Kota Bandung menggelar Rapat Paripurna terkait Pengambilan Keputusan terhadap Raperda Kota Bandung tentang Perubahan APBD T.A 2024, dan Penetapan Rencana Kerja DPRD Kota Bandung Tahun 2026, di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin, 30 September 2024. Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., bersama Wakil Ketua I […]

  • Komisi II DPRD Soroti Anggaran Siluman di BPKPD Kota Sukabumi

    Komisi II DPRD Soroti Anggaran Siluman di BPKPD Kota Sukabumi

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Inggu Sudeni, menyoroti munculnya sejumlah program yang disebutnya sebagai program siluman dalam dokumen Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2025. Menurut Inggu, sedikitnya terdapat enam kegiatan pemerintahan dengan total anggaran mencapai 1,32 miliar Rupiah yang sebelumnya tidak pernah dibahas dalam proses perencanaan […]

expand_less