Breaking News
Trending Tags

Dua Pekan, Satgas Sudah Periksa 12.826 Ekor Hewan Kurban Yang Layak Dan 12.6 Persen Tidak Layak

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2020
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id – Dua pekan sejak pertama bekerja, tim Satgas Pemeriksa Hewan Kurban sudah memeriksa 12.826 ekor hewan yang dijual di seluruh wilayah Kota Bandung. Dari jumlah tersebut ditemukan 12,6 persen di antaranya tidak layak dan sehat untuk kurban.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyatakan temuan tim Satgas Pemeriksa Hewan di lapangan mendapati 10,7 persen hewan kurban yang dijual masih belum memenuhi kriteria usia. 

Hewan kurban yang belum cukup umur ini dipaksakan dijual dengan harga murah.

“Kita sudah memeriksa di 24 kecamatan kebanyakan itu karena usia belum cukup, gigi belum tanggal itu yang mendominasi sekitar 10 persen. Sisanya itu karena penyakit ringan seperti sakit kulit, sakit mata atau mencret,” ucap Gin Gin di Balai Benih Ikan Cibiru, Kota Bandung, Selasa (28/7/2020).

Gin Gin menyebutkan, hingga 27 Juli 2020 telah memeriksa 3.828 ekor sapi. Sebanyak 3.653 ekor dinyatakan sehat dan layak untuk kurban. Sementara 175 ekor dinyatakan tidak layak dan tidak sehat. Sedangkan 144 ekor lainnya masih belum cukup umur.

Satgas juga telah memeriksa 8.978 ekor domba. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.721 ekor dinyatakan layak dan sehat untuk kurban. Sedangkan 1.077 ekor domba juga didapati belum cukup umur dan 180 lainnya sakit, cacat dan berkelamin betina. 

Selain itu terdapat 20 ekor kambing yang diperiksa dan diketahui 4 ekor yang tidak sehat dan tidak layak.

“Hewan kurban yang sehat dan layak diberikan kalung. Untuk yang tidak sehat diberi tanda spray hijau kemudian dipisahkan dan kita berikan obat. Kalau sudah sembuh boleh dijual lagi. Kalau tidak jangan dijual lagi dipisahkan atau dikembalikan lagi,” ungkapnya.

Selain label kalung penanda sehat dan layak, Gin Gin mewajibkan penjual hewan kurban mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk menjamin kualitas hewan yang dijualnya. Utamanya, bagi hewan yang berasal dari luar Kota Bandung.

“Sekitar 96 persen pangan yang datang ke Kota Bandung termasuk hewan itu dari luar kota. Masyarakat kalau ingin memastikan itu di awalnya lihat aja ada surat keterangan kesehatan hewan atau tidak. Bagi penjual yang tidak ada, bisa mengajukan kepada kami dan diperiksa,” jelasnya.

Di luar itu, Gin Gin meminta masyarakat untuk ikut berpartisiasi mengawasi penjualan hewan kurban di wilayahnya. Hal itu sebagai langkah untuk memastikan kualitas hewan kurban yang sehat dan layak.

“Kalau menemukan hewan belum terperiksa, melaporkan kepada kita. Kita akan turunkan tim. Tim dari Satgas Pemeriksa Hewan akan terus bekerja sampai H+3,” katanya. (asp)**

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi II DPRD Jabar Sidak Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Cikurubuk

    Komisi II DPRD Jabar Sidak Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Cikurubuk

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KOTA TASIKMAYA, MBINews.id – Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat lakukan sidak harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Selasa (20/4/2021). Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Lina Ruslinawati mengungkapkan, dari hasil sidak Komisi II diketahui bahwa harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Cikurubuk masih terpantau stabil. Adapun kenaikan harga pada […]

  • Antusiasme Warga Sukabumi Untuk Dapatkan Vaksin Sinovac Masih Tinggi

    Antusiasme Warga Sukabumi Untuk Dapatkan Vaksin Sinovac Masih Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Tingginya antusias masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19 terlihat saat, Polres Sukabumi Kota mengadakan Gebyar Vaksinasi MAsal Presisi di Auditorium Gedung Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Sabtu (18/9/2021) Kali ini, vaksinasi masal yang dilakukan, disediakan bagi seluruh warga yang ingin melakukan vaksinasi dosis pertama maupun kedua, tanpa adanya syarat domisili. “Hari […]

  • Membangun Masa Depan Kesehatan Jabar, Dinkes Kota Sukabumi Hadiri Forum Konsultasi Publik

    Membangun Masa Depan Kesehatan Jabar, Dinkes Kota Sukabumi Hadiri Forum Konsultasi Publik

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Teknokratis Rencana Pembangunan Kesehatan Jawa Barat (RPJMD) Tahun 2025-2045 di Mason Pine Hotel, Bandung. Dalam unggahan akun Instagram @dinkeskotasukabumi pada Jumat, 1 Maret 2024. Hadir langsung dalam Forum Konsultasi Publik tersebut, Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah dan jajarannya Reni dan tim […]

  • Dewan Apresiasi Kegiatan Jaksa Masuk Pesantren

    Dewan Apresiasi Kegiatan Jaksa Masuk Pesantren

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    BANDUNG – Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., bersama Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si., menghadiri kegiatan Jaksa Masuk Pesantren (JMP), di Pondok Pesantren Mahasiswa Minhajul Haq, Kota Bandung, Sabtu, (25/2/2023). Dalam sambutannya, Edwin Senjaya menyambut baik hadirnya kegiatan JMP ini, karena meningkatkan pemahaman […]

  • Hari Kartini, Siti Sebut Kartini Sebagai Akaelerator Bagi Perempuan  Dan Masa Depan Generasi

    Hari Kartini, Siti Sebut Kartini Sebagai Akaelerator Bagi Perempuan Dan Masa Depan Generasi

    • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pandemi Covid-19 yang masih menjangkit nyaris di seluruh penjuru Indonesia mengisahkan sebuah tantangan dan dinamika di dalam kehidupan, terutama berkeluarga. Tak terkecuali Kota Bandung yang memiliki dinamika berbeda. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di dalam keluarga bukan hanya berdampak pada sisi kesehatan dan ekonomi. Sebab kebijakan yang memaksa seluruh anggota keluarga […]

  • Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi: Metro Jabar Trans Sebagai Solusi Macet

    Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi: Metro Jabar Trans Sebagai Solusi Macet

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi mengatakan rebranding Bus Rapid Transit (BRT) dengan nama Metro Jabar Trans (MJT) yang kemudian dioperasikan mulai 1 Januari 2025 menjadi salah satu solusi kemacetan di wilayah Bandung Raya. “Kami berharap hadirnya Metro Jabar Trans dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi […]

expand_less