Breaking News
Trending Tags

GEMA Petani SPI Dan DPWI SPI Tolak WTO

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Selasa, 10 Sep 2019
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, MBinews.id –  Gema Petani SPI Jawa Barat bersama DPW Serikat Petani Indonesia Jawa Barat menolak menolak organisasi perdagangan dunia (WTO), karena dianggap intervensi pertanian di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPW SPI Jabar Tantan Sutandi, Cigunung, Cisaat, Kabupaten Sukabumi Selasa (10/9/19) sore, usai digelarnya deklarasi tolak WTO.

“WTO dalam hal ini mengintervensi pemerintah Indonesia untuk mengubah peraturan-peraturan di sektor pertanian maupun pangan yang dinilai tidak sesuai dengan rezim perdagangan bebas dan kepentingan negara-negara industri”. Kata Tantan.

Tatan menyebutkan, hal tersebut terbukti pemerintan mengeluarkan, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 24 Tahun 2018, untuk merevisi Permentan No. 38 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

” Pemerintah hari ini memperlonggar regulasi impor terkait produk-produk pangan, tanaman hortikultura, dan produk hewan,” lanjutnya.

Sementara itu, Gema Petani SPI Jabar Moch. Davit mengatakan, bahwa perdagagan dunia itu telah diatur oleh pemerintah, dan pemerintah harus mengutamakan pangan dari dalam negri sendiri.

” WTO bertentangan dengan Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012, yakni dalam pasal 36 dan pasal 39, serta UU Perlintan, yakni dalam pasal 15 dan pasal 30 ayat 1, yang menyebutkan keharusan pemerintah mengutamakan produksi dalam negeri dalam pemenuhan pangan, oleh karena itu impor komoditas pangan harus menyesuaikan kebutuhan konsumsi dalam negeri,” katanya.

Pihaknya mengecam WTO karena dianggap menindas petani dengan menentukan harga-harga sistem perdagangan bebas, ungkap Davit,

“Meminta pemerintah segera keluar dari WTO dikarenakan WTO mengintervensi kebijakan-kebijakan dalam bidang pertanian contohnya ekspor Kentang, yang mengkibatkan harga Kentang lokal anjlok pada tahun 2016”, pungkasnya. (Dian/Koes)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tindak Lanjuti Aduan Warga, Pemkot Bandung Bersihkan Bangunan di Bantaran Sungai

    Tindak Lanjuti Aduan Warga, Pemkot Bandung Bersihkan Bangunan di Bantaran Sungai

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 122
    • 0Komentar

    BANDUNG,Mbinews  – Pemerintah Kota Bandung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan sejumlah bangunan semi permanen yang berdiri di atas aliran Sungai Cikakak, Jalan Muhamad, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cicendo, Rabu (10/6/2026). Penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi daerah aliran sungai (DAS) sekaligus menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi lingkungan di kawasan tersebut. Kepala Bidang […]

  • Dinilai Bappenas, Ini Kata Kepala Bappeda Kota Sukabumi

    Dinilai Bappenas, Ini Kata Kepala Bappeda Kota Sukabumi

    • calendar_month Minggu, 9 Apr 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, dinilai oleh Badan Perencanaan Nasional (Bapenas). Bersama tim penilai independen dari akademisi dan tim penilai teknis tersebut, Bapenas melakukan verifikasi dan kunjungan lapangan. “Belum lama ini sekitar Selasa, (4/4/2023) Kita (Bappeda) didatangi oleh Bapenas bersama tim penilai independen dari akademisi dan tim penilai khsusus melakuakn penilaian,”ujar Kepala […]

  • Cimanggung Berkabung, Uluran Tangan bank bjb Bantu Korban Longsor Sumedang

    Cimanggung Berkabung, Uluran Tangan bank bjb Bantu Korban Longsor Sumedang

    • calendar_month Senin, 11 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUMEDANG, MBInews.id – Hujan deras yang terjadi di wilayah Kabupaten Sumedang dan sekitarnya pada Sabtu (9/1/2021) memicu peristiwa bencana alam. Tanah longsor terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, pada sore dan malam hari. Berdasarkan data Kantor SAR Bandung, ada 64 orang yang menjadi korban dalam peristiwa ini, terdiri dari korban luka, meninggal, dan masih dalam […]

  • Pasar Tradisional Soreang Akan Menjadi PR Bagi Cabup Kabupaten Bandung, Yena -Atep

    Pasar Tradisional Soreang Akan Menjadi PR Bagi Cabup Kabupaten Bandung, Yena -Atep

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SOREANG, Paslon Cabup urut 2 Kabupaten Bandung, Yena Iskandar Masoem bagikan masker dan Vitamin kepada pedagang sebagai bentuk edukasi dan mendisiplinkan masyarakat akan pentingnya penggunaan masker demi pencegahan COVID-19 di wilayah ini kondisi pasar Soreang akan menajdi PR Paslon Yena – Atep Para pedagang di pasar Soreang itu seperti mendapat kejutan. Mereka tak menyangka bakal […]

  • Gedong Cai Tjibadak, Umur Seabad Jadi Sumber Air Masyarakat Bandung, Simak Sejarahnya

    Gedong Cai Tjibadak, Umur Seabad Jadi Sumber Air Masyarakat Bandung, Simak Sejarahnya

    • calendar_month Kamis, 6 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Air merupakan sumber kehidupan. Bicara soal air, Kota Bandung punya satu sumber air yang sudah ada sejak 1921. Namanya Gedong Cai Tjibadak yang terletak di Kelurahan Ledeng, Bandung. Perlu waktu setengah jam dari pusat kota untuk sampai ke sini. Aksesnya melalui samping Terminal Ledeng dan bisa dilewati oleh sepeda motor atau berjalan […]

  • Universitas Sangga Buana-YPKP Bandung  Gandeng Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jabar

    Universitas Sangga Buana-YPKP Bandung Gandeng Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jabar

    • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    BANDUNG,  MBINews.id –  Melihat potensi dan meningkatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, menjadikan tantangan dan peluang bagi para pelaku industri kreatif di bidang penyiaran, khususnya bagi lembaga pendidikan ilmu komunikasi penyiaran. Perkembangan penetrasi internet yang telah menjangkau 132 juta masyarakat Indonesia harus dibarengi dengan literasi media serta tersedianya berbagai ragam dan jenis konten positif dalam […]

expand_less