Breaking News
Trending Tags

Jelang Pemberlakuan PSBB Bodebek, Ridwan Kamil : Pastikan Bantuan Sosial Harus Tepat Sasaran

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, MBInews.id  — Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi) disertai dengan program jaring pengaman sosial yang komprehensif. Program tersebut akan segera disalurkan kepada warga yang membutuhkan supaya dampak sosial dan ekonomi akibat PSBB bisa tertangani.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar akan mengelompokkan warga terdampak COVID-19. Pertama, warga yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kemudian, warga rawan miskin baru.

“DTKS ini mayoritas akan dibantu oleh APBN melalui kementerian-kementerian. Kemudian, ada kelompok dua yang namanya non di DTKS, yaitu mereka-mereka yang rawan miskin baru yang sebelumnya tidak masuk daftar bantuan,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (12/4/20)

“Warga rawan miskin baru terbagi dua juga, yang ber-KTP Bodebek dan perantau. Jadi, kepada para perantau di lima wilayah ini jangan khawatir, Anda tetap akan juga dibantu oleh Pemerintah Jawa Barat dan pemerintah lima wilayah ini. Anda akan disamakan haknya selama Anda memang berhak dan butuh bantuan, kami akan bantu,” imbuhnya.

Pemda Provinsi Jabar mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 triliun yang bersumber dari APBD untuk program jaring pengaman sosial. Tujuannya, supaya masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari semasa pandemi COVID-19.

Guna kelompok masyarakat penerima bantuan program itu tepat sasaran, Pemda Provinsi Jabar menginstruksikan para Ketua Rukun Tangga (RT) dan Rukun Warga (RW) untuk melakukan pemetaan dan pendataan masyarakat kelompok miskin baru.

“Hari ini RT dan RW sedang melakukan pendataan, maka DTKS yang ada datanya dibantu, yang tidak masuk juga dibantu walaupun ber-KTP atau tidak ber-KTP wilayah tersebut, selama de facto memang bekerja, ngekos atau bekerja di situ,” ucap Kang Emil.

“Jangan sampai ada perantau, karena alasan tidak ber-KTP di sana tidak dihitung sebagai yang dibantu. Selama ekonominya memang susah dan perlu bantuan, itu perlu kita bantu. Tidak boleh ada orang warga Indonesia yang kelaparan di tanah Jawa Barat. Siapapun itu, insyaallah kami bantu,” tambahnya.

Selain program jaringan pengaman sosial yang digagas Pemda Provinsi Jabar, kata Kang Emil, ada enam sumber bantuan bagi masyarakat Bodebek. Pertama adalah Program Keluarga Harapan. Kedua, kartu sembako atau bantuan pangan non tunai. Ketiga, kartu prakerja. Kemudian, bantuan sosial dari pemerintah pusat. Empat bantuan itu bersumber dari APBN.

“Kalau di kabupaten, mereka akan dibantu pertama kali oleh dana desa. Sekitar 20 sampai 30 persen dana desa akan dipergunakan untuk membantu warga miskin baru karena COVID-19. Yang keenam, baru dana sosial dari provinsi yang (besarannya) Rp500 ribu selama 4 bulan itu sudah siap. Dan yang ketujuh, kalau masih kurang, akan diberikan oleh dana sosial dari kota/kabupaten di lima wilayah,” katanya.

Menurut Kang Emil, pihaknya akan menggagas Gerakan Nasi Bungkus atau Gasibu. Semua pihak, mulai dari BUMD, mahasiswa, perusahaan swasta, sampai masyarakat umum, dapat ikut dalam gerakan tersebut. Kemudian, akan ada dapur umum di setiap kelurahan di lima wilayah yang memberlakukan PSBB.

Kehadiran Gasibu dan dapur umum bertujuan untuk memastikan semua masyarakat Jabar dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya. Agar dua gerakan itu berjalan, Kang Emil meminta semua RW di Jabar, khususnya Bodebek, melaporkan dan mendata masyarakat yang memerlukan bantuan.

“Gerakan nasi bungkus ini adalah, jika bantuan sosial yang jumlahnya 7 masih ada yang terlewat, ada orang-orang lapar di jalan di RW-RW, minimal perutnya tidak kosong. Akan ada dapur umum di kelurahan-keluruhan di lima daerah yang akan bagikan nasi bungkus kepada mereka yang kelaparan,” ucapnya.

“Kepada mereka yang mampu menyumbang makanan atau nasinya atau apa, silahkan koordinasikan dengan RW masing-masing untuk membantu mereka yang mungkin tidak termasuk atau terlewatkan oleh bantuan formal dari pemerintah. Jadi, Jawa Barat insyaallah dijamin tidak ada mereka yang berkesusahan yang tidak dibantu oleh bantuan pemerintahan baik formal maupun non formal,” imbuhnya.

Selain itu, Pemda Provinsi Jabar menerima aduan masyarakat yang membutuhkan bantuan, tapi belum terbantu, melalui aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar). Hal tersebut bertujuan untuk memastikan semua masyarakat yang membutuhkan terbantu.

“Ada fitur di PIKOBAR, aplikasi di mana warga yang merasa harusnya dibantu terlewatkan sana-sini dari 7 pintu masuk, juga bisa lapor di aplikasi PIKOBAR. Nanti, aplikasi itu akan mengklarifikasi untuk membantu. Intinya adalah jangan khawatir tidak boleh ada orang kelaparan kesusahan karena sistem formal. Maka, kita bantu dengan sistem pengaduan lewat aplikasi agar disiplin dan terukur,” kata Kang Emil. (Hms/mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Aulia dan Meli Menjadi Pengibar Bendera Di Masa Pademi Civid-19

    Kisah Aulia dan Meli Menjadi Pengibar Bendera Di Masa Pademi Civid-19

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pandemi Covid-19 berdampak ke berbagai sendi kehidupan. Termasuk kepada para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bandung. Mereka yang berharap bisa mengibarkan Sang Merah Putih dengan meriah harus berpasrah pada kondisi darurat yang melanda hampir seluruh dunia. Aulia Citra Anggita dan Meli Amelia Yulyani juga merasakan dampaknya. Mereka adalah pembawa baki […]

  • Yana Ajak DKM Berlomba-lomba Sejahterakan Umat

    Yana Ajak DKM Berlomba-lomba Sejahterakan Umat

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap Dewan Keluarga Masjid (DKM) di Kota Bandung bisa berlomba-lomba menyejahterakan umat. Mulai dari dakwah, kegiatan sosial, dan kemanusiaan. Hal itu diungkapkan Yana saat di DKM Masjid Nurul Iman, di Komplek Taman Cipadung Indah, Jalan Ekadasa, Jumat 28 Januari 2022. Di masjid tersebut, Yana […]

  • Wali Kota Mengajak Warga Berdoa Untuk Keselamatan Putra Sulung Gubernur Jabar

    Wali Kota Mengajak Warga Berdoa Untuk Keselamatan Putra Sulung Gubernur Jabar

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap Emmeril Khan Mumtadz, anak sulung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat. Emmeril Khan Mumtadz hilang saat berenang di Sungai Aaree, Bern pada Kamis, 26 Mei 2022 siang hari waktu Swiss. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta kepada warga Kota […]

  • Kejar Herd Immunity, Bank Bjb Dukung Vaksinasi Massal ITB

    Kejar Herd Immunity, Bank Bjb Dukung Vaksinasi Massal ITB

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews id – Guna memperluas jangkauan vaksinasi Covid-19 agar segera terbentuk herd immunity, bank bjb senantiasa mendukung penyelenggaraan vaksinasi massal di berbagai tempat. Salah satunya sebagaimana yang dilaksanakan di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Jumat 20 Agustus 2021. Gelaran vaksinasi Covid-19 yang dinamai Sentra Vaksinasi Ganesha tersebut menargetkan penyuntikan vaksin terhadap 20 ribu orang dalam […]

  • Komisi V DPRD Jabar Mendukung Langsung Kontingen Peparnas Asal Jawa Barat

    Komisi V DPRD Jabar Mendukung Langsung Kontingen Peparnas Asal Jawa Barat

    • calendar_month Sabtu, 13 Nov 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    JAYAPURA, MBInews.id – Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, didampingi Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Muiz, menghadiri dan mendukung secara langsung kontingen Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Tahun 2021 asal Jawa Barat. Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya mengatakan pihaknya ingin memberikan dukungan […]

  • Edukasi Pubertas dan MKM, Bupati Bandung: Membangun Generasi Emas yang Sehat dan Bedas

    Edukasi Pubertas dan MKM, Bupati Bandung: Membangun Generasi Emas yang Sehat dan Bedas

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, MBINews.id – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah, lembaga pendidikan, kesehatan dan pihak lainnya melaksanakan kampanye bersama dalam rangka Menstrual Hygiene Day (MHD) dengan tema edukasi pubertas dan manajemen kebersihan menstruasi (MKM) membangun generasi emas yang sehat dan Bedas di Dome Bale Rame Soreang, Selasa (28/5/2024). Pada kegiatan itu dihadiri 32.000 […]

expand_less