Breaking News
Trending Tags

Kasus Cacar Monyet Muncul di Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 1 Nov 2023
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews – Satu Kasus cacar monyet atau monkeypox di Kota Bandung telah dikonfirmasi Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan , Dinkes ( Dinas Kesehatan ) Kota Bandung sebagai leading sector harus fokus ke sana. Konon katanya, saya pernah lihat informasi saja bahwa potensinya itu dari bersentuhan. Tidak seperti Covid-19 dari udara saja, droplet sudah berbahaya .

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani memaparkan, kasus monkeypox di Kota Bandung telah terkonfirmasi positif berdasarkan hasil dari lab RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso.

“Kronologisnya, tanggal 23 Oktober 2023, pasien ke puskesmas karena sudah ada lesi yang muncul di badannya, maka dicurigai ke arah monkeypox. Lalu tanggal 24 Oktober dirujuk ke RSHS. Kita dapat hasil labnya tanggal 27 Oktober. Diagnosa pastinya keluar dari hasil pemeriksaan lab RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso,” papar Ira.

Pasien tersebut merupakan warga asli Kota Bandung berjenis kelamin laki-laki dan berusia 36 tahun. Ira menuturkan, sampai 21 hari ke depan, Dinkes terus memantau anggota keluarga yang serumah dengan pasien. Sembari berusaha mencari kontak erat lainnya.

“Kalau kontak erat, baru dengan orang serumahnya karena pasien sudah di ruang isolasi RSHS, belum bisa kita tanya lebih lanjut. Jadi untuk penularannya belum tahu dari mana. Belum tahu juga apakah ada orang yang punya tanda atau gejala yang mirip dengan yang dia alami,” tuturnya.

Dari hasil pemantauan sampai Senin, 30 Oktober 2023, kondisi pasien secara klinis masih stabil. Namun, belum bisa dipulangkan karena masih ada serangkaian tes dan pemeriksaan untuk memastikan kondisinya.

“Awalnya ada demam, pegal-pegal, dan sakit punggung. Kemudian muncul lesi di tangan dan kakinya. Itu yang membuat dia berobat ke puskesmas. Lalu puskesmas curiga kalau itu monkeypox,” jelasnya.

Ira menyebutkan, monkeypox sebenarnya mirip cacar air. Bisa dinyatakan sembuh jika sudah tidak menularkan lagi. Seperti keropengnya sudah rontok dan hanya tersisa bekas. Penularannya pun melalui skin to skin.

“Bedanya kalau cacar air itu isinya air. Sedangkan monkeypox ini isinya nanah. Kalau sudah tidak ada keluhan yang sangat menggangu, bisa 2 minggu sembuh. Tapi, kalau imunnya rendah, bisa lebih lama,” terang Ira.

Ia mengimbau bagi orang yang memiliki kontak erat dengan pasien monkeypox sebaiknya hindari bersentuhan secara langsung. Pasien juga bisa mencegah penularan dengan menggunakan baju panjang, asal jangan tergesek kulit untuk menghindari infeksi sekunder.

“Sebab kalau kena lesinya itu, penularannya bisa lebih cepat. Kalau kulit keropengnya yang terbang lalu menempel di kulit orang, itu bisa menular juga tapi sebenarnya harus dalam jumlah banyak,” akunya.

Menurut Ira, monkeypox tidak hanya bisa menular dengan berhubungan seksual. Selama seseorang melakukan sentuhan kulit dengan pasien monkeypox seperti bersalaman, potensi penularannya juga bisa terjadi.

Bahkan jika orang tersebut pernah terkena cacar air, bukan berarti ia kebal terhadap cacar monyet atau monkeypox.

“Kalau masalah jenis virus, ini ortopox. Kalau misal ada yang sudah pernah kena cacar air, dia masih bisa tertular cacar monyet,” ucapnya.

Oleh karena itu, demi bisa memutuskan mata rantai penularan, Ira mengimbau agar masyarakat tetap menjaga jarak, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta rajin cuci tangan.

“Kalau harus mengurus orang-orang dengan monkeypox, bisa pakai handscoon, tidak bersentuhan kulit dengan kulit secara langsung. Setelah itu langsung cuci tangan,” tuturnya.

“Tingkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Barang-barang tidak dipakai bersama, tidak tidur dan makan bersama,” lanjutnya.

Meski harus waspada, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dengan adanya kasus positif monkeypox di Kota Bandung. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah masyarakat secara dini mengenali tanda dan kecurigaan monkeypox.

“Kalau ada demam apalagi ada pembesaran kelenjar getah bening atau sesekeleun. Bisa dicari di belakang kuping, bawah rahang bawah, tulang selangka (di dada), dan di lipat paha. Meski benjolannya hanya segede kacang, itu tetap diwaspadai,” katanya.

Lalu, jika sudah timbul lesi yang di dalamnya terdapat nanah, serta tengahnya ada titik seperti menyerupai donat. Maka, segera ke faskes terdekat.
“Ikuti terus perkembangan info mengenai monkeypox di channel resmi Kementerian Kesehatan. Jangan termakan hoaks. Nanti ada stigma dan diskriminasi. Takutnya pasien jadi tidak mau cek kesehatannya ke faskes,” imbuh Ira.**
  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bila Ada Penimbunan Komoditas Pangan, Tedy Rusmawan: Harus Ada Sanksi Tegas

    Bila Ada Penimbunan Komoditas Pangan, Tedy Rusmawan: Harus Ada Sanksi Tegas

    • calendar_month Minggu, 20 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., M.M., meminta pemerintah pusat hingga daerah tegas dalam memberikan sanksi apabila ditemukan pihak yang melakukan penimbunan komoditas, baik itu sebelum dan sesudah Ramadan serta Idulfitri 1443 Hijriah. “Untuk menjaga komoditas tetap terjaga baik dari sisi ketersediaan dan harga yang wajar tentunya perlu ada sanksi […]

  • Pj Walikota Membuka Langsung Kegiatan MPLS Tingkat SMP se-Kota Sukabumi

    Pj Walikota Membuka Langsung Kegiatan MPLS Tingkat SMP se-Kota Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbienws.id – Penjabat (Pj) Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji, membuka secara resmi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP se-Kota Sukabumi, tahun ajaran 2024-2025. Kegiatan tersebut diselenggarakan di SMPN 16, Kecamatan Warudoyong, Senin (16/07/2024). Dalam kesempatan tersebut, kang Tutus sapaan akrab Pj Walikota Sukabumi menyampaikan, pentingnya MPLS sesuai dengan Permendikbud 16/2016. Ia menyampaikan bahwa MPLS […]

  • Inflasi Kota Sukabumi Terkendali di 2,75 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Harga Pangan

    Inflasi Kota Sukabumi Terkendali di 2,75 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Harga Pangan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 767
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id – Inflasi tahunan Kota Sukabumi, tercatat sebesar 2,75% pada September 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Jawa Barat sebesar 3,16% dan nasional sebesar 3,28%, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi per 1 Oktober 2026. Sementara itu, inflasi bulanan atau month-to-month (MtM) Kota Sukabumi pada September 2026 tercatat sebesar 0,13%. Capaian […]

  • Perda PPSU Disahkan, Thomas Dachi: Perseroda Diharapkan Tidak Lagi Mendapat Suntikan Dana

    Perda PPSU Disahkan, Thomas Dachi: Perseroda Diharapkan Tidak Lagi Mendapat Suntikan Dana

    • calendar_month Rabu, 26 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    MEDAN , MBInews.id – Dengan dihadiri Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, Ketua Bapemperda DPRD Sumut, Thomas Dachi, SH menyampaikan laporan akhir  dalam rangka mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) menjadi Peraturan Daerah (Perda) Tahun Anggaran (TA) 2021 dalam rapat peripurna yang berlangsung di gedung DPRD Sumut, Selasa (25/05/2021). Menurut Thomas, […]

  • Bawa Pengaruh Buruk Lingkungan, Edwin Senjaya Minta Kios Penjual Miras Ditutup

    Bawa Pengaruh Buruk Lingkungan, Edwin Senjaya Minta Kios Penjual Miras Ditutup

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., melakukan sidak bersama Satpol PP Kota Bandung beserta jajaran dan TNI dan POLRI sebagai mitra kerja terkait aduan masyarakat adanya gangguan ketertiban, di wilayah Kecamatan Regol, Kamis (22/9/2022). Edwin menerima adanya laporan dari warga Kecamatan Regol bahwa ada seorang anak […]

  • Pituin Sunda, H. Deden Mulyana Caleg DPR RI Partai Nasdem No: 4

    Pituin Sunda, H. Deden Mulyana Caleg DPR RI Partai Nasdem No: 4

    • calendar_month Minggu, 21 Jan 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id – Kampung Buhun H. Deden Mulyana S. SI.MM ,Calon Legislatif (Caleg) DPR RI, Jabar II dari Partai Nasdem gelar kampanye terbuka (20/1/2024) hadirkan relawan dan warga yang ada di wilayah Kecamatan Katapang Kab Bandung. H. Deden Caleg DPR RI, Jabar II dari Partai Nasdem wilayah Kab Bandung dan Kab Bandung Barat, No […]

expand_less