Breaking News
Trending Tags

Kasus Cacar Monyet Muncul di Kota Bandung

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 1 Nov 2023
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews – Satu Kasus cacar monyet atau monkeypox di Kota Bandung telah dikonfirmasi Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan , Dinkes ( Dinas Kesehatan ) Kota Bandung sebagai leading sector harus fokus ke sana. Konon katanya, saya pernah lihat informasi saja bahwa potensinya itu dari bersentuhan. Tidak seperti Covid-19 dari udara saja, droplet sudah berbahaya .

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani memaparkan, kasus monkeypox di Kota Bandung telah terkonfirmasi positif berdasarkan hasil dari lab RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso.

“Kronologisnya, tanggal 23 Oktober 2023, pasien ke puskesmas karena sudah ada lesi yang muncul di badannya, maka dicurigai ke arah monkeypox. Lalu tanggal 24 Oktober dirujuk ke RSHS. Kita dapat hasil labnya tanggal 27 Oktober. Diagnosa pastinya keluar dari hasil pemeriksaan lab RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso,” papar Ira.

Pasien tersebut merupakan warga asli Kota Bandung berjenis kelamin laki-laki dan berusia 36 tahun. Ira menuturkan, sampai 21 hari ke depan, Dinkes terus memantau anggota keluarga yang serumah dengan pasien. Sembari berusaha mencari kontak erat lainnya.

“Kalau kontak erat, baru dengan orang serumahnya karena pasien sudah di ruang isolasi RSHS, belum bisa kita tanya lebih lanjut. Jadi untuk penularannya belum tahu dari mana. Belum tahu juga apakah ada orang yang punya tanda atau gejala yang mirip dengan yang dia alami,” tuturnya.

Dari hasil pemantauan sampai Senin, 30 Oktober 2023, kondisi pasien secara klinis masih stabil. Namun, belum bisa dipulangkan karena masih ada serangkaian tes dan pemeriksaan untuk memastikan kondisinya.

“Awalnya ada demam, pegal-pegal, dan sakit punggung. Kemudian muncul lesi di tangan dan kakinya. Itu yang membuat dia berobat ke puskesmas. Lalu puskesmas curiga kalau itu monkeypox,” jelasnya.

Ira menyebutkan, monkeypox sebenarnya mirip cacar air. Bisa dinyatakan sembuh jika sudah tidak menularkan lagi. Seperti keropengnya sudah rontok dan hanya tersisa bekas. Penularannya pun melalui skin to skin.

“Bedanya kalau cacar air itu isinya air. Sedangkan monkeypox ini isinya nanah. Kalau sudah tidak ada keluhan yang sangat menggangu, bisa 2 minggu sembuh. Tapi, kalau imunnya rendah, bisa lebih lama,” terang Ira.

Ia mengimbau bagi orang yang memiliki kontak erat dengan pasien monkeypox sebaiknya hindari bersentuhan secara langsung. Pasien juga bisa mencegah penularan dengan menggunakan baju panjang, asal jangan tergesek kulit untuk menghindari infeksi sekunder.

“Sebab kalau kena lesinya itu, penularannya bisa lebih cepat. Kalau kulit keropengnya yang terbang lalu menempel di kulit orang, itu bisa menular juga tapi sebenarnya harus dalam jumlah banyak,” akunya.

Menurut Ira, monkeypox tidak hanya bisa menular dengan berhubungan seksual. Selama seseorang melakukan sentuhan kulit dengan pasien monkeypox seperti bersalaman, potensi penularannya juga bisa terjadi.

Bahkan jika orang tersebut pernah terkena cacar air, bukan berarti ia kebal terhadap cacar monyet atau monkeypox.

“Kalau masalah jenis virus, ini ortopox. Kalau misal ada yang sudah pernah kena cacar air, dia masih bisa tertular cacar monyet,” ucapnya.

Oleh karena itu, demi bisa memutuskan mata rantai penularan, Ira mengimbau agar masyarakat tetap menjaga jarak, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta rajin cuci tangan.

“Kalau harus mengurus orang-orang dengan monkeypox, bisa pakai handscoon, tidak bersentuhan kulit dengan kulit secara langsung. Setelah itu langsung cuci tangan,” tuturnya.

“Tingkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Barang-barang tidak dipakai bersama, tidak tidur dan makan bersama,” lanjutnya.

Meski harus waspada, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dengan adanya kasus positif monkeypox di Kota Bandung. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah masyarakat secara dini mengenali tanda dan kecurigaan monkeypox.

“Kalau ada demam apalagi ada pembesaran kelenjar getah bening atau sesekeleun. Bisa dicari di belakang kuping, bawah rahang bawah, tulang selangka (di dada), dan di lipat paha. Meski benjolannya hanya segede kacang, itu tetap diwaspadai,” katanya.

Lalu, jika sudah timbul lesi yang di dalamnya terdapat nanah, serta tengahnya ada titik seperti menyerupai donat. Maka, segera ke faskes terdekat.
“Ikuti terus perkembangan info mengenai monkeypox di channel resmi Kementerian Kesehatan. Jangan termakan hoaks. Nanti ada stigma dan diskriminasi. Takutnya pasien jadi tidak mau cek kesehatannya ke faskes,” imbuh Ira.**
  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Monitoring Hasil Pembangunan P2RW Tahun 2022, Wali Kota Sukabumi Takjub

    Monitoring Hasil Pembangunan P2RW Tahun 2022, Wali Kota Sukabumi Takjub

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi meninjau langsung hasil pembangunan pada kegiatan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) pada beberapa kecamatan, Rabu (15/02). Sedikitnya ada tiga lokasi di tiga kecamatan berbeda, yang dikunjungi Fahmi terkait hasil pembangunan yang didanai oleh bantuan stimulan tahunan tersebut. “Ada beberapa lokasi yang hari ini kami kunjungi. Tentunya kita […]

  • Kabel Udara Tak Lagi Semerawut, Kawasan Dago Semakin Cantik

    Kabel Udara Tak Lagi Semerawut, Kawasan Dago Semakin Cantik

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Ada yang berbeda di ruas Jalan Ir. H. Juanda. Tak jauh dari Taman Radio, warga Bandung bisa melihat progres dari penurunan kabel udara ke bawah tanah yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. “Kalau seperti ini kan jadi enak dilihatnya ya. Bersih dan lebih segar, bisa lihat langit lebih jelas,” ujar Sekretaris Daerah […]

  • Pj. Wali Kota Sukabumi Buka Bimtek PAUD Holistik Integratif untuk Pembangunan Generasi Muda Sukabumi

    Pj. Wali Kota Sukabumi Buka Bimtek PAUD Holistik Integratif untuk Pembangunan Generasi Muda Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, membuka acara Bimbingan Teknik (Bimtek) PAUD Holistik Integratif (HI) Gelombang 2 untuk tahun 2024 di Aula Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, pada Rabu, 13 November 2024. Acara tersebut dihadiri oleh Pj. Bunda PAUD Kota Sukabumi Diana Rahesti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Punjul Saepul Hayat, dan para pengawas, serta perwakilan […]

  • SALUD, Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Usia Dini Ala Dishub Kota Bandung

    SALUD, Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Usia Dini Ala Dishub Kota Bandung

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Ada seminar keren dari Dinas Perhubungan Kota Bandung. Bertempat di Hotel Malaka, acara bertajuk ‘SALUD’, ini mengedukasi anak usia dini tentang keselamatan berkendara. Seminar ini melibatkan 45 peserta dari 5 sekolah dasar di Kota Bandung, yakni SD Istiqomah, SD Ar Rafi, SD As Salam, SD El Fitra, dan SD Cendekia Muda. Topik […]

  • Komisi II DPRD Kota Bandung Kecewa Rapat dengan Perumda Pasar Juara Batal

    Komisi II DPRD Kota Bandung Kecewa Rapat dengan Perumda Pasar Juara Batal

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews — Pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Kota Bandung mengungkapkan kekecewaannya terhadap Perumda Pasar Juara Kota Bandung. Rapat kerja yang telah dijadwalkan pada Rabu, 5 Februari 2025, batal dilaksanakan akibat ketidakhadiran jajaran direksi dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung, H. Aries Supriyatna, S.H., M.H., menegaskan bahwa […]

  • Optimalkan PAD Kabupaten Bogor, Bank bjb Di Anugrahi Penghargaan

    Optimalkan PAD Kabupaten Bogor, Bank bjb Di Anugrahi Penghargaan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    KABUPATEN BOGOR, MBInews.id – Sumbangsih bank bjb dalam mendorong optimalisasi potensi serapan pajak daerah mendapat apresiasi dari pemerintah. Sebagai bukti nyata apresiasi tersebut, bank bjb diganjar penghargaan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor yang diserahkan dalam momen pencanangan Bulan Panutan Pajak Daerah Tahun 2020. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bogor Ade Yasin kepada Pemimpin bank bjb […]

expand_less