Breaking News
Trending Tags

Media Dituntut Pintar & Cermat, Dewan Pers Sambut Baik Harapan Besar SMSI

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Kamis, 20 Feb 2020
  • visibility 54
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, MBInews.id  – Migrasi besar-besaran dari physical space (bentuk fisik) ke cyber space tak bisa dibendung. Bahkan civil society khususnya media, dituntut pintar dan cermat dalam mengekspoiltasi wilayah baru tersebut. Tak pelak, intensitas informasi yang disajikan, tentu tak melulu bersifat peristiwa sebagai cermin wajah baru, kelengkapan data menjadi refrensi yang mendekatkan pada ilmu pengetahuan.

Sepenggal uraian ini disampaikan Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, dalam dialog dengan Wakil Ketua Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) M. Hatta Rajasa, dan jajaran pengurus SMSI Pusat yang berlangsung di Gedung 6, Jalan Darmawangsa Raya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/2) malam. 

”Lantas, siapa pun yang tidak mengeksplore ini (data, red) tentu akan tertinggal. Lalu apa golnya, tentu saja knowledge (Ilmu Pengetahuan). Mencerdaskan kehidupan bangsa,” ucap mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini.

Pola data informasi dan sistem, sambung pria jebolan S1 Teknik Elektro ITS pada 1983 itu, tentu akan terus terbarukan. Sehingga nantinya akan ada basis data yang secara jelas dapat diolah menjadi informasi.

”Maka pendekatannya knowledge. Ini ada perkembangan society, lalu dijajarkan pada imaginer, di bawahnya ada  basis, hasilnya fisik. Nah ini menjadi kombinasi yang memanfaatkan big data dan bermanfaat,” papar mantan Menteri Pendidikan Nasional itu.

Jika awalnya, media hanya mengangkat beritas peristiwa, sekarang, akan lebih mendalam. ”Di depan itu misalnya ada peristiwa tabrakan. Dulu ya ditulisnya peristiwa. Tapi saat ini, semua dikombinasi. Mengapa sampai ada peristiwa tabrakan itu, bagaimana kondisi jalannya, dan masih banyak lagi lainnya yang secara jelas menuangkan data. Nah inilah pendekatan knowledge itu. Maka seperti saya sebutkan di awal, pentingnya mengekplorasi sebuah data,” terang pria kelahiran Surabaya 17 Juni 1959 itu.

Ekspoitasi data dan pentingnya kreativitas, tentu akan melahirkan jurnalis-jurnalis yang kritis. Apa yang dipaparkan dalam pemberitaan, dipahami secara konstruktif. ”Jangan asal kritik. Saya dulu sering sekali dikritik tapi saya pahami ini bagian dari alam yang ada. Tapi sekarang kok rasanya menghilang ya, orang-orang yang mengkritisi saya itu, kemana mereka,” sindir Nuh seraya disambut tawa jajaran pengurus SMSI yang duduk dalam satu meja itu. 

Secara jelas Nuh pun menyambut baik, program prioritas SMSI yang saat ini sedang proses tahap ahir menjadi konstituen Dewan Pers. ”Dewan pers sangat menyambut baik apa yang menjadi harapan besar SMSI. Tahapan pun terus berjalan. Kalau pun ada yang tertinggal dalam proses faktual, pemenuhan syaratnya harus bolak-balik dan menunggu, ya maknai saja ini bagian dari proses itu,” ucap Nuh disambut aplaus.

Senada disampaikan Nuh, Hatta Rajasa juga memberikan pemaparan tentang media siber dan tantangan SDGs (Sustainable Development Goals) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang memiliki agenda utama mengurangi kemiskinan dunia. ”Bapak SBY merupakan sosok pencetus ini (SDGs, Red),” ujar Hatta mengawali perbincangannya.
SDGs sebuah program yang telah dikukuhkan bulan Mei 2013. SBY saat itu bersama dengan Perdana Menteri Inggris Raya David Cameron dan Presiden Liberia Ellen Johson-Sirleaf dan  Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson yang pada saat itu bertindak sebagai moderator.

”Tiga pemimpin bersama High Level Panel of Eminent Persons membahasnya. Dari Sustainable Development Agenda, tujuannya mengurangi secara signifikan kemiskinan sehingga bisa meningkatkan taraf hidup bangsa-bangsa di dunia dengan cara melaksanakan pembangunan yang disebut dengan sustainable development. Jadi yang namanya miskin ya, ya tuntas seperti misinya,” terang pria kelahiran Palembang, 18 Desember 1953 itu.

Di dalam telekonferensi, sambung Hatta, para pemimpin bersama saling menyampaikan masukan dan pandangan masing-masing yang kemudian mereka diskusikan bersama. Dalam perjalanan diskusi pandangan Indonesia dengan Inggris dan Liberia memiliki banyak kesamaan.

”Poinnya diperlukan sumber daya yang tepat. Dorongan dan perhatian khusus. Tak terkecuali pada media yang bergerak pada sektor digitalisasi, siber. Kalau kita boleh usul perlunya dana insentif untuk mendorong percepatan ini. Dan menurut data Bank Dunia, Indonesia masih diurutan 100 ke bawah dalam pemanfaatan tekhnologi yang berbasi big data. Cukup jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga,” papar Hatta.   

Namun dari deretan panjang yang dipaparkannya, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia yang menjabat dari 22 Oktober 2009 hingga 13 Mei 2014 itu, ada harapan khususnya bagi kalangan milenial. Tapi jangan dibiarkan habitat manusia yang hidup di era digitalisasi modern, larut dalam sajian informasi yang tidak bermanfaat.
Perlu kepedulian menyeluruh, sikap tegas dan upaya simultan agar kondisi yang terbangun selaras dengan apa yang diharapkan bangsa.

”Big data penting. Sajiannya pun penting. Dan di sini ada peran media untuk menyampaikannya. Jangan dibiarkan, tapi arahkan. Pemerintah juga harus sungguh-sungguh menciptakan keselarasan ini. Informasi yang baik, adalah informasi yang bermanfaat bagi anak-anak bangsa,” terangnya.

Di penghujung dialog yang dibarengi tanya jawab, Hatta juga mencermati dunia startup. Setiap tahun bahkan setiap bulan banyak startup baru bermunculan. Sekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1500 startup lokal. Ini menurut Daily Social. Artinya potensi pengguna internet di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun juga menjadi katalis mendirikan sebuah startup.

”Anda tentu tahu, masyarakat dari kalangan bawah, menengah sampai atas memegang ponsel dengan berbagai merk. Dan mayoritas ini dimilki. Begitu besar pengaruh yang ada didalam ponsel itu. Dan di sinilah potensi  startup tumbuh,” terangnya.

Tapi, sambung Hatta, banyak definisi yang agak berbeda dalam menjelaskan arti startup. Terutama dari cara mengategorikan mana yang masih dianggap sebuah startup dan mana yang bukan. Banyak juga yang menghubungan startup dengan sisi teknologi.

”Tumbuh startup di sana-sini. Tapi frame-nya sama. Buka cafe. Bikin warung kopi, buka usaha untuk tempat nongkrong di mana-mana. Artinya ada yang salah dalam memahami,” beber mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi itu.
   
Hatta secara tegas mendukung, keberadaan media siber khsusunya media yang tergabung dalam SMSI untuk mengedepankan konsep yang memanfaatkan teknologi dalam jaringan informasi dan bisnis. Demikian sebuah rintisan usaha.

”Ini perlu dukungan pemerintah dan semua komponen. Pergeseran terus terjadi. Sebagai pilar demokrasi, media harus cermat dalam pengelolaan data. Maka saya pun mendukung, agar dialog, diskusi-diskusi ini berkelanjutan,” pungkas Hatta.

Menanggapi apa yang disampaikan kedua tokoh tersebut, Ketua Umum SMSI Firdaus mengaku lega dengan pemaparan dan harapan yang disampaikan. ”Ini seperti gayung bersambut. Kesempatan yang diberikan selaras dengan semangat yang diharapkan. SMSI sejak awal memiliki program prioritas, yakni menjadi konstituen Dewan Pers.

Terima kasih atas pemaparan dan harapan yang disampaikan Bapak Mohammad Nuh, Bapak Hatta Rajasa dan bapak Abdul Aziz. Ini suplemen, vitamin yang menumbuhkan semangat kami,” pungkas pendiri SMSI itu. (fin/ful/ mbi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reses Anggota DPRD Kota Sukabumi, Masyarakat Keluhkan Penyaluran Bantuan Sosial

    Reses Anggota DPRD Kota Sukabumi, Masyarakat Keluhkan Penyaluran Bantuan Sosial

    • calendar_month Kamis, 27 Okt 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Cibeureum, berkumpul dan berdiskusi bersama anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Olih Solihin. Kegiatan tersebut merupakan, agenda reses pada masa persidangan pertama tahun 2022-2023, Kamis (27/10). Dalam kegiatan reses tersebut, warga mengeluhkan khususnya terkait penyaluran bantuan sosial yang berlangsung saat ini. Mulai dari bantuan sosial […]

  • Restoran Jadi Motor PAD, Pendapatan Kota Bandung Melonjak 15 Persen di Awal 2026

    Restoran Jadi Motor PAD, Pendapatan Kota Bandung Melonjak 15 Persen di Awal 2026

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Bandung,Mbinews – Kota Bandung mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen pada awal 2026, dengan inflasi yang tetap terkendali di bawah 3 persen. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kondisi fiskal daerah saat ini sangat sehat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat lebih dari 15 persen, terutama ditopang sektor restoran. “Saya mengapresiasi para pelaku usaha restoran […]

  • Tasyakuran di Sukajaya, Yon TPP 336/Merak Sakti Perkuat Silaturahmi Bersama Warga

    Tasyakuran di Sukajaya, Yon TPP 336/Merak Sakti Perkuat Silaturahmi Bersama Warga

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 619
    • 0Komentar

    PANGANDARAN – Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TPP) 336/Merak Sakti menggelar kegiatan tasyakuran di Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memperkuat silaturahmi antara prajurit TNI dan masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Yon TPP 336/Merak Sakti Mayor Inf. Indrasatya Danyatna, S.S.T.Han., S.I.P.  bersama Bersama seluruh Jajaran Yon TPP 33/Merak […]

  • Akibat Pandemi Covid-19, Penjualan Mobil Bekas Menurun

    Akibat Pandemi Covid-19, Penjualan Mobil Bekas Menurun

    • calendar_month Kamis, 12 Nov 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Tingkat penjualan mobil bekas mengalmi penurunan tajam, sejak Juli hingga Oktober 2020. Penurunan tersebut salah satunya diakibatkan oleh pandemi Virus Covid-19. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pemilik showroom di Jalan Lingkar Selatan Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi A. Salimi, mengungkapkan, semenjak adanya virus tersebut, hanya mampu menjual satu unit saja per satu bulan, bahkan […]

  • Reaksi Tak Sabar Menunggu Rumah Deret, Warga RW 11 Tamansari Terjun Bantu Proses Pembangunan

    Reaksi Tak Sabar Menunggu Rumah Deret, Warga RW 11 Tamansari Terjun Bantu Proses Pembangunan

    • calendar_month Sabtu, 13 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Warga RW 11 Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan sudah tak sabar menanti realisasi rumah deret. Mereka pun kerap berinisiatif membantu proses pembangunan, seperti mengadakan kerja bakti dan pemasangan pagar pada kamis (11/2/2021) Seperti diketahui, dari 197 Kepala Keluarga (KK) warga RW 11 Tamansari 98 persen masyarakat sudah setuju dengan program rumah deret. 189 […]

  • Launching Kang DS Sapa ASN Kab Bandung Di Hotel Sutan Raja Soreang

    Launching Kang DS Sapa ASN Kab Bandung Di Hotel Sutan Raja Soreang

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, MBINews.id – Launching Program Kang DS dalam menyapa ASN berlangsung di Hotel Sutan Raja Soreang Kab Bandung , dalam acara tersebut dengan mengangkat tema : Peran dan Fungsi ASN dalam mewujudkan visi – misi ditinjau dari perspektif psikologi. Kepala BKPSDM Kab Bandung, Drs.H Akhmad Djohara MSI, biasa disapa Kang Ajo mengatakan, ” hari […]

expand_less