Breaking News
Trending Tags

Mendambakan Keadilan Sosial

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2020
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

OLEH: Jaya Suprana

Syukur Alhamdullilah, saya beruntung tergolong warga Indonesia yang bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Namun sayang setriliun sayang, tidak semua sesama warga Indonesia seberuntung saya. Masih banyak warga Indonesia belum bisa menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Kenyataan tersebut merupakan bukti tak terbantahkan bahwa sila ke lima Pancasila yaitu Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia belum terejawantahkan di persada Nusantara masa kini. Untuk sementara ini Keadilan Sosial hanya hadir secara terbatas untuk sebagian kecil rakyat Indonesia.

KEBERPIHAKAN
Berdasar dukungan dari para sahabat seperti Prof. Frans Magnis Suseno, Prof. Mahfud MD, Prof. Salim Said, Dr. Yasonna Laoly, aktivis senior Haryono Kartohadiprojo S.H, pejuang kemanusiaan Ignatius Sandyawan Sumardi, pejuang kebudayaan Aylawati Sarwono dll, saya sempat mencoba ikut berpihak kepada para warga yang belum menikmati nikmatnya kemerdekaan Indonesia. Maka saya berupaya ikut mencegah jangan sampai warga Bukit Duri digusur secara sempurna melanggar hukum. Namun kemudian saya harus menghadapi kenyataan bahwa diri saya cuma seorang insan manusia yang tidak berdaya apa pun. Terbukti pada tanggal 28 September 2016, saya tak berdaya mencegah warga Bukit Duri digusur secara sempurna melanggar hukum akibat de facto mau pun de jure tanah dan bangunan yang digusur masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri mau pun PTUN. Tidak kurang dari Prof Mahfud MD dan DR. Yasonna Laoly menegaskan bahwa tanah dan bangunan yang masih dalam proses hukum dilindungi undang-undang agar jangan disentuh apalagi digusur dengan alasan apa pun juga. Jika nekad digusur berarti penggusur melakukan pelanggaran hukum secara sempurna.

PN & PTUN
Namun rasa sedih yang menyelinap ke lubuk sanubari saya agak terhibur setelah kemudian PN mau pun PTUN resmi memenangkan gugatan warga Bukit Duri. Saya berbesar hati bahwa keadilan telah dipersembahkan kepada warga Bukit Duri yang telah terlanjur jatuh menjadi korban penggusuran secara sempurna melanggar hukum atas nama pembangunan. Meski kemudian para pendukung kebijakan penggusuran rakyat gigih melancarkan serangan jurus public relations demi pembunuhan karakter warga Bukit Duri rame-rame dihujat sebagai para pemberontak yang subversif melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah. Malah saya sebagai pihak yang berpihak kepada rakyat tergusur juga tak ketinggalan ikut habis-habisan dihujat sebagai tua bangka botak buncit bau tanah ingin melestarikan kemiskinan. Bahkan kemudian pihak tergugat melakukan naik banding ke Pengadilan Tinggi.

PENGADILAN TINGGI
Ternyata Pengadilan Tinggi juga sepaham dengan Pengadilan Negeri dan PTUN untuk memenangkan gugatan rakyat kecil. Maka rasa bersyukur saya bertambah dengan rasa bangga bahwa negara saya ternyata merupakan negara hukum yang menjunjung tinggi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga hukum idak tajam ke bawah sambil tumpul ke atas. Saya bangga bahwa bangsa Indonesia telah mempersembahkan keadilan secara adil sesuai sosok patung Dewi Keadilan memegang neraca keadilan dengan mata tertutup sehingga tidak pandang bulu terhadap siapa pun juga yang dianggap melanggar hukum apalagi secara sempurna. Namun pihak tergugat tetap gigih tidak mau menyerah kalah maka kembali naik banding kali ini ke Mahkamah Agung.

MAHKAMAH AGUNG
Kali ini, saya benar-benar kena batunya! Ternyata Mahkamah Agung sama sekali tidak sepaham dengan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi mau pun Pengadilan Tata Usaha Negara. Secara sempurna bertolak belakang dengan vonis PN, PT dan PTUN, ternyata MA memenangkan pihak tergugat yang sudah divonis bersalah oleh majelis hakim PN, PTUN dan PT. Vonis MA disambut dengan sorak-sorai gegap-gempita oleh para pendukung kebijakan menggusur rakyat namun di sisi lain disambut deraian air mata para warga miskin yang telah kehilangan tempat bermukim akibat digusur secara sempurna melanggar hukum atas nama pembangunan.

BANJIR
Pada musim musibah banjir, juga tampak jurang kesenjangan sosial. Ada warga yang beruntung karena kebetulan bermukim di kawasan yang bebas banjir namun ada pula yang kurang beruntung akibat kebetulan bermukim di kawasan berlangganan banjir. Yang kurang beruntung masih terbagi menjadi dua nasib. Yang bernasib kurang beruntung kebanjiran namun kebetulan bernasib cukup berada bisa langsung mengungsi ke hotel. Yang bernasib kurang beruntung kebanjiran sambil juga kebetulan bernasib miskin terpaksa harus pasrah tidak bisa mengungsi ke hotel. Segenap fakta itu makin meyakinkan saya bahwa Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia sebagai sila Pancasila memang belum terwujud. Saya bersyukur sebagai warga negara Indonesia beruntung dapat ikut menikmati nikmatnya kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Namun saya merasa prihatin bahwa belum semua warga Indonesia seberuntung saya. Masih banyak sesama rakyat Indonesia belum dapat ikut menikmati nikmatnya kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Sila ke lima Pancasila untuk sementara ini masih berbunyi Keadilan Sosial Untuk Sebagian Kecil Rakyat Indonesia saja. Insha Allah, kita semua sebagai warga bangsa Indonesia segera menghentikan perilaku saling membenci, saling melecehkan, saling menghujat, saling memfitnah demi bersatupadu dalam gigih berjuang mengejawantahkan sila ke lima Pancasila menjadi kenyataan di persada Nusantara nan gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja. MERDEKA !

(Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepanjang 2023, Dinkes Kota Sukabumi Layani Puluhan Ribu Pasien Lewat PSC 119

    Sepanjang 2023, Dinkes Kota Sukabumi Layani Puluhan Ribu Pasien Lewat PSC 119

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, memberikan pelayanan puluhan ribu orang lewat program Public Safety Center (PSC) 119. Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Reni Rosyida Mutmainah, menerangkan, PSC 119 yang dikelola UPTD Penunjang Kesehatan Dinkes untuk melayani kasus emergency maupun non-emergency. Sepanjang, 2023 kemarin merespons 11.505 panggilan melalui layanan Ambulans SIGAP. Sementara melalui Home […]

  • Satpol PP Bandung Pastikan Rasa Aman Bagi Masyarakat

    Satpol PP Bandung Pastikan Rasa Aman Bagi Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 9 Jan 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana telah menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk lebih intensif berpatroli di sejumlah wilayah. Hal itu sebagai langkah preventif terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kita sama-sama bikin Bandung aman dan nyaman. Saya sudah minta Satpol PP patroli lebih intens lagi,” kata Yana […]

  • H. Asep Ikhsan Anggota DPRD Kab Bandung : Masa Reses Masa Bertemu Konstituen

    H. Asep Ikhsan Anggota DPRD Kab Bandung : Masa Reses Masa Bertemu Konstituen

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id – Ketua Fraksi Partai Demokrat Anggota DPRD kabupaten Bandung H.Asep Ikhsan S.E.,S.Pd.,M.M dalam masa reses sidang I tahun 2024 kunjungi konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil ) 6 di tiga Kecamatan yaitu Kec Ciparay, Pacet dan juga kecamatan Kertasari. Dihadiri para relawan Baik ( Balad Asep Ikhsan ) Wilayah Ciparay. Kapolsek Ciparay Iptu […]

  • Indonesia Kembali Berduka,  Gus Sholah Sebagai Tokoh Semua Agama

    Indonesia Kembali Berduka, Gus Sholah Sebagai Tokoh Semua Agama

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    JAKARTA, MBInews.id – Masyarakat Indonesia kembali berduka dengan berita wafatnya Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Salahuddin Wahid, pada Minggu (02/02). Menteri Agama Fachrul Razi mengenang sosok Gus Sholah sebagai tokoh bagi semua agama. Hal ini disampaikan Fachrul Razi pagi ini saat bertakziah ke rumah duka, Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan. “Ya kita kehilangan seorang […]

  • Revolusi Pengelolaan BUMN Dan BUMD  Sebagai Fundamental Perekonomian Negara

    Revolusi Pengelolaan BUMN Dan BUMD Sebagai Fundamental Perekonomian Negara

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2020
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Permasalahan perusahaan plat merah terus jadi perbincangan mendorong KAMI INDONESIA dan Media tataruang  menggelar diskusi publik, mengangkat tema untuk perubahan BUMN dan BUMD kedepanya dalam kepemimpinan Jokowi dan Maruf Amin, bertempat di hotel  Savoy Homan, jalan Asia Afrika  Bandung Sabtu (8/2/2020). Ketua Panitia acara KAMI Indonesia, Irfan khairallah menjelaskan, diskusi publik yang […]

  • Milad ke-8 Masjid Baiturrahman Diwarnai Peletakan Batu Pertama Pustu

    Milad ke-8 Masjid Baiturrahman Diwarnai Peletakan Batu Pertama Pustu

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sukabumi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, sinergi antara dunia usaha, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah diwujudkan melalui rencana hibah lahan untuk pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung. PT Tsurraya Anugerah Alam bersama Masjid Baiturrahman, yang dipelopori oleh tokoh masyarakat […]

expand_less