Breaking News
Trending Tags

Mengapa Tahun Baru Imlek Selalu Hujan? Ini Penjelasan BMKG

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews.id – Perayaan Hari Raya Imlek atau Tahun Baru China ke 2573 akan jatuh pada Selasa, 1 Februari 2022. Tahun Baru China atau Imlek merupakan sebuah momentum bagi masyarakat Tionghoa dalam mengungkapkan rasa syukur serta harapan baru pada tahun yang akan datang.

Perayaan tahun baru Imlek kerap kali dikaitkan oleh masyarakat Indonesia dengan hujan. Hujan di saat perayaan Imlek sering disebut pertanda akan datang banyak rejeki yang berlimpah.

Hal tersebut mengundang pertanyaan masyarakat, mengapa perayaan Imlek di Indonesia identik dengan turunnya hujan?

Jika mengambil sudut pandang dari penjelasan ilmiahnya, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hari raya Imlek memang selalu jatuh antara akhir Januari dan awal Februari. Di saat itu, memang bertepatan dengan puncak musim hujan dan curah hujan yang tinggi.

Menurut Forecaster Stasiun Geofisika Kota Bandung, Yan Firdaus, hari raya Imlek yang jatuh pada 2 Februari ternyata bertepatan dengan puncak musim hujan dan curah hujan tinggi. Inilah mengapa hari raya Imlek dikatakan identik dengan turunnya hujan.

“Dalam waktu tiga hari ke depan atau hingga akhir bulan Januari ini, cuaca di Kota Bandung hujan nya terbilang sedikit dan angin nya cukup kencang,” ujar Yan Jumat 28 Januari 2022.

Selain membahas tentang dampak Hujan terhadap Perayaan Hari Raya imlek, Yan mengamati perihal musim hujan secara empiris, di wilayah Bandung Raya dimulai November dan akan berakhir pada Maret.

Sedangkan musim kemarau tahun ini, di wilayah Bandung Raya dimulai pada Juni berakhir di bulan Sepember.

Terkait dengan kondisi Kota Bandung terkini, masyarakat diharapkan selalu waspada karena perubahan cuaca cukup cepat dari cerah ke mendung dan kemudian angin kencang cukup cepat terjadinya.

“Jika terjadi awan mendung atau angin mulai terasa kencang, masyarakat diharapkan langsung mencari perlindungan,” imbuhnya.

Yan menerangkan, cara pengamatan cuaca dan kelembapan di Stasiun Geofisika Kota Bandung yang berlokasi di Jalan Cemara.

“Pengamatan suhu dan kelembapan diukur menggunakan alat observasi manual. Pengamatan suhu menggunakan alat temperatur yang terbagi menjadi dua. Termometer bola kering dan termometer bola basah. Sedangkan untuk mengukur kelembapan menggunakan Higrometer,” ujarnya.

Ia menerangkan, alat-alat meteorologi tersebut diletakkan pada suatu tempat yang disebut Taman Alat. Taman Alat berisi beberapa alat untuk mengamati unsur cuaca di suatu tempat.

Termometer bola kering, digunakan untuk mengukur suhu udara permukaan. Termometer ini terdiri dari tabung gelas yang di dalamnya terdapat pipa kapiler yang berisikan air raksa.

Ketika suhu naik, maka air raksa akan memuai dan menunjukan skala suhu pada lingkungan.

Termometer bola basah digunakan untuk mengukur titik embun dalam udara. Termometer ini sama seperti termometer bola kering, yang membedakannya adalah termometer ini bolanya dilapisi dengan kain yang dijaga agar selalu basah.

Selain itu, ada juga Higrometer yang merupakan sejenis alat untuk mengukur tingkat kelembapan pada suatu tempat. Biasanya alat ini ditempatkan di dalam bekas penyimpanan barang yang memerlukan tahap kelembapan yang terjaga seperti dry box penyimpanan kamera. (asy-pipi)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Target Tuntas Awal Triwulan Ke Empat, Pemkot Bandung Segera lelang Proyek kolam Retensi  Jalan Bima

    Target Tuntas Awal Triwulan Ke Empat, Pemkot Bandung Segera lelang Proyek kolam Retensi Jalan Bima

    • calendar_month Senin, 19 Apr 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan proses lelang proyek kolam retensi di Jalan Bima segera bergulir. Pasalnya, Pemkot Bandung manargetkan proyek tersebut tuntas di awal triwulan keempat 2021. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menuturkan, kolam retensi Jalan Bima sebetulnya sudah bisa berfungsi namun belum optimal. Hal itu karena ada beberapa hal yang […]

  • Manfaat Program Padat Karya jadikan Lingkungan Bersih

    Manfaat Program Padat Karya jadikan Lingkungan Bersih

    • calendar_month Kamis, 9 Nov 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews –Ketua DPRD Kota Bandung H. Tedy Rusmawan, A.T., M.M., menghadiri pembukaan dan peninjauan Program Padat Karya gelaran Disnaker Kota Bandung, Selasa (7/11/2023). Meninjau program padat karya di Padepokan Mayang Sunda, Kelurahan Sukaasih Kecamatan Bojongloa Kaler,Kota Bandung , dan Sungai Cikeueus RW 04, RW 05, RW 07 & Sungai Cilimus RW 01, RW 03, […]

  • Hari Buruh Internasional, DPRD Minta Pemprov  Jabar Prioritaskan Kesejahteraan Para Buruh

    Hari Buruh Internasional, DPRD Minta Pemprov Jabar Prioritaskan Kesejahteraan Para Buruh

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBINews.id – Buruh adalah komponen besar yang penting dalam keberlangsungan kehidupan bangsa namun sulit terbantahkan, bahwa mereka tersisihkan dan dianggap sebagai objek penderita dan diperlakukan semakin jauh dari proporsinya sedangkan kesejahteraan buruh akan berdampak terhadap produktivitas kinerja para buruh di lingkungan kerja yang aman dan sehat. Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat […]

  • Kabar Gembira! Sungai Citarum Kini Ada di Level Cemar Ringan

    Kabar Gembira! Sungai Citarum Kini Ada di Level Cemar Ringan

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 172
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Kualitas status Sungai Citarum kini sudah meningkat dari cemar berat ke cemar ringan. Hal itu disampaikan Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat menghadiri acara Gerakan Bersih Sungai di Taman Kersen, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Yana menyebut, kondisi di Sungai Citarum mengalami peningkatan yang cukup baik. Ia berharap pada 2025, kondisi Sungai […]

  • Termakan Usia, Armada Pengangkut Sampah DLH Kota Sukabumi Banyak Yang Rusak

    Termakan Usia, Armada Pengangkut Sampah DLH Kota Sukabumi Banyak Yang Rusak

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi membeberkan bahwa, saat ini diakui banyak armada kendaraan pengangkut sampah yang mengalami kerusakan, maupun sudah tidak layak pakai. Tentunya, dengan banyaknya armada yang rusak tersebut, akan mempengaruhi pelayanan DLH Kota Sukabumi, untuk melakukan pengambilan sampah ke Masyarakat di setiap harinya. Kepala Bidang Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, […]

  • Bersama Diskominfo, KPID Jabar Dorong Peliputan Bencana yang Etis dan Akurat Lewat Bimtek PATALI di Kota Sukabumi

    Bersama Diskominfo, KPID Jabar Dorong Peliputan Bencana yang Etis dan Akurat Lewat Bimtek PATALI di Kota Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 382
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawasan Semesta yang Lestari dan Independen untuk Jawa Barat Istimewa (PATALI), di Balai Kota Sukabumi, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga penyiaran, insan pers, mahasiswa, organisasi kepemudaan hingga organisasi masyarakat. Bimtek […]

expand_less