Breaking News
Trending Tags

Pembahasan KUA-PPAS APBD Tahun 2021, Walikota Sukabumi : Perlu Ada Kesepakatan Antara Eksekutif Dan Legislatif

  • account_circle mbiredaktur
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUKABUMI, MBInews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi belum memastikan secara detail berapa nilai alokasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 nanti untuk penganganan recovery ekonomi.”Kita belum tahu ketersediaan anggaran kita seperti apa dari damp[ak covid-19 ini,”ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi saat Penandatanganan draft Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021 dengan Badan Anggaran DPRD Kota Sukabumi. Rabu, (05/08/2020).

Bahkan lanjut Fahmi, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi juga belum bisa memberikan perkiraan berapa berasa anggaran yang akan dikucurkan nanti.”Kita belum tahu berapa kepastian anggaran yang akan diberikan pusat dan provinsi untuk pemulihan ekonomi tersebut,”ujarnya.

Namun intinya lanjut Fahmi, sebagai amanat pemerinath pusat saat ini sedang masuk ke fase recovery ekonomi, dengan begitu alokasi anggaran untuk proses recovery ekonomi tersebut harus ditingkatkan. Termasuk juga kata Fahmi, pekerjaan yang melibatkan masyarakat juga harus meingkat sehingga ekonomi bergerak masyarakat juga mendapatkan penghasilan.”Kami berharap anggaran untuk recovery ekonomi dari pusat dan provinsi bisa besar, sebab banyak di Kota sukabumi para pelaku usaha (UMKM) rata-rata terdampak oleh Covdi-19,”tuturnya.

Untuk itu lanjut Fahmi, dalam pembahasan KUA-PPAS APBD tahun 2021 tersebut, perlu ada kesepakatan antara eksekutif dan legislatif. Apalagi lanjut Fahmi, dalam pembahasanya ada perubahan di sektor belanja daerah, dimana awalnya dua kelompok besar yakni belanja langusng dan tidak langusng berubah menjadi empat kelompok. Yakni, belanja operasi, modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer. Sehinga diperlukan kehati-hatian.”Walaupun tidak menggangu sektor lain, namun perlu adanya hati-hati dengan kebijakan empat kelompok tersebut,”tuturnya.

Fahmi menuturkan, KUA-PPAS dipengaruhi oleh dampak pendemi Covid-19, sehingga yang disampaikan berupa asumsi pendapatan dan belanja daerah mengalami penyesuaian dibanding dengan APBD tahun 2020.”KUA-PPAS merupakan bagian dari siklus pembangunan daerah yang tahapanya diatur dalam permendagri nomor 64 taun 2020 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2021,”pungkas Fahmi. (Ardan/MBI)

  • Penulis: mbiredaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngikan Yu, Raras : kalau Nggak Ngikan Ditenggelamkan!!

    Ngikan Yu, Raras : kalau Nggak Ngikan Ditenggelamkan!!

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    BANDUNG, MBInews.id – NGIKAN yu, itulah nama Kuliner yang satu ini di gagas oleh milenial indonesia, berdiri tahun 2019 yang pertama dibuka di Jakarta yaitu di Tebet. dengan sistem franchise terbentuk sebuah usaha kuliner yang berbahan dari ikan nila yang dikemas menjadi sebuah makanan cita rasa yang beda dari kuliner lainnya. NGIKAN YU makan ikan […]

  • HET Minyak Goreng Dicabut, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Pertanyakan Keberpihakan Pemerintah Terhadap Rakyat

    HET Minyak Goreng Dicabut, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Pertanyakan Keberpihakan Pemerintah Terhadap Rakyat

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, resmi mencabut harga eceran tertinggi (HET) sejak tanggal 16 Maret 2022 lalu. Sebelumnya, pada tanggal 1 Februari 2022 lalu, pemerintah menetapkan HET minyak goreng kemasan dan bermerek, di angka 14 ribu Rupiah perliternya, sedangkan untuk minyak goreng curah, ditetapkan di angka 11.500 Rupiah perliternya. Atas […]

  • Dalam Tiga Hari, Harga Cabai Merah TW Terus Naik Harga

    Dalam Tiga Hari, Harga Cabai Merah TW Terus Naik Harga

    • calendar_month Senin, 1 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Harga Cabai merah besar TW awal bulan ini menunjukan kenaikan harga. Padahal, komoditi tersebut belum lama ini alami hal serupa.”Iya, cabai merah besar TW, sekitar tiga hari ini terus naik harganya,”ujar Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi Heri Sihombing. Senin, (1/2/2021). Berdasarkan hasil pengawasan di Pasar Tipar Gede […]

  • Melalaui Diskominfo, Pemkot Sukabumi Berikan Penghagaan Kepada Sembilan Instansi Dalam Ajang Pengaduan Award

    Melalaui Diskominfo, Pemkot Sukabumi Berikan Penghagaan Kepada Sembilan Instansi Dalam Ajang Pengaduan Award

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, melalaui Dinas Komunikasi, dan Informatika (Diskominfo) setempat, memberikan penghargaan kepada sembilan instansi dan dua penghargaan khusus bagi mitra terbaik dalam pengelolaan pengaduan di Kota Sukabumi. Yakni, diberikan kepada PT.Telkom Witel Sukabumi, dan ULP PLN SUkabumi Kota. Penghargaan dalam ajang pengaduan award 2022, diberikan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, […]

  • Kabel Udara Tak Lagi Semerawut, Kawasan Dago Semakin Cantik

    Kabel Udara Tak Lagi Semerawut, Kawasan Dago Semakin Cantik

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Ada yang berbeda di ruas Jalan Ir. H. Juanda. Tak jauh dari Taman Radio, warga Bandung bisa melihat progres dari penurunan kabel udara ke bawah tanah yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. “Kalau seperti ini kan jadi enak dilihatnya ya. Bersih dan lebih segar, bisa lihat langit lebih jelas,” ujar Sekretaris Daerah […]

  • Kota Sukabumi Masih Tunggu Datangnya Vaksin Covid-19

    Kota Sukabumi Masih Tunggu Datangnya Vaksin Covid-19

    • calendar_month Rabu, 20 Jan 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    SUKABUMI,Mbinews.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi masih menunggu datangnya vaksin Covid-19. Namun, Menurut Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, Vaksin tersebut direncanakan akan tiba di Kota Sukabumi sekitar tanggal 22 januari 2020. Sehingga kata Fahmi, mengenai teknis dan pelaksanaan vaksinasinya setelah vaksin tersebut datang.”Nanti akan dikabarai lagi bagaimana teknis dan pelaksanaanya, setelah vaksin itu datang ke Kota Suakbumi,”ujar […]

expand_less