Breaking News
Trending Tags

Pemkot Bandung Belum Optimal Menjaga Bangunan 1.770 Cagar Budaya

  • account_circle Admin01
  • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, Mbinews — Anggota Panitia Khusus (Pansus) 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Muhammad Reza Panglima Ulung menyampaikan kepada MBInews.id, Pemerintah Kota Bandung belum optimal dalam menjaga mayoritas Bangunan Cagar Budaya, sehingga jadi salah satu alasan DPRD Kota Bandung melalui Pansus 4, membahas Raperda tentang Pengelolaan Cagar Budaya.

Sebenarnya Pemkot Bandung sudah ada perhatian terhadap bangunan cagar budaya, tapi memang belum maksimal.

Lebih jauh, Anggota Pansus 4 ini mengungkapkan, dibahasnya Raperda ini untuk memberikan perlindungan hukum, pelestarian, dan pengelolaan cagar budaya secara lebih efektif di tingkat daerah.

“Cagar budaya rentan terhadap perusakan, alih fungsi, atau pengabaian, dengan adanya Perda memberikan dasar hukum yang lebih spesifik dibandingkan aturan nasional, disesuaikan dengan kondisi daerah,” ungkapnya.

Pelestarian Identitas dan Warisan Budaya Setiap daerah memiliki sejarah, tradisi, dan benda cagar budaya yang unik. Sehingga dengan adanya Perda membantu memastikan bahwa warisan tersebut tetap terjaga untuk generasi mendatang.

“Disamping mendorong pariwisata dan ekonomi lokal, Cagar Budaya yang terawat bisa menjadi daya tarik wisata dan mendukung ekonomi masyarakat sekitar. Dan dengan adanya Perda, pengelolaannya bisa lebih profesional dan terencana,” tegasnya.

Pansua 4 juga menilai secara umum kondisi cagar budaya di Kota Bandung cukup beragam. Saat ini terdapat sekitar 1.770 bangunan cagar budaya, termasuk kategori Cagar Budaya Kelas A yang memiliki nilai sejarah tinggi.

“Beberapa bangunan seperti Aula Barat dan Aula Timur ITB terjaga dengan baik, namun ada juga yang mengalami kerusakan, seperti Gedung Pusat Kebudayaan yang atapnya roboh pada 2024,” jelasnya.

Tantangan utama meliputi kurangnya perawatan, tekanan pembangunan modern, dan alih fungsi bangunan. Banyak cagar budaya terancam tergeser oleh pembangunan baru. Meski sudah ada regulasi daerah dan apresiasi dari Pemerintah, implementasi dan pengawasan masih perlu diperkuat.

“Komunitas seperti Aleut bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memetakan dan menjaga cagar budaya agar tetap lestari,” kata Reza.

Menurut Reza, masih kurang baik nya kondisi mayoritas bangunan cagar budaya di Kota Bandung, karena kurangnya pengawasan dan perawatan menyebabkan beberapa bangunan rusak, seperti robohnya atap Gedung Pusat Kebudayaan pada 2024.

Selain itu, pesatnya pembangunan modern sering kali mengorbankan cagar budaya, menunjukkan bahwa regulasi belum cukup kuat dalam mencegah alih fungsi atau perusakan bangunan bersejarah.

“Secara keseluruhan, Pemkot Bandung sudah menunjukkan perhatian, tetapi masih perlu pengawasan lebih ketat, penegakan aturan yang tegas, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pelestarian cagar budaya,” ungkap politisi Parlai Golkar ini.

Banyak bangunan cagar budaya di Kota Bandung mengalami alih fungsi dan perubahan struktur, terutama di kawasan Jalan Braga dan Jalan L.L.R.E. Martadinata. Faktor utama perubahan ini adalah pesatnya pembangunan, kebutuhan ekonomi, dan minimnya pengawasan.

Di Jalan Braga, yang dulunya dikenal sebagai pusat perdagangan klasik, kini banyak bangunan bersejarah diubah menjadi pusat bisnis modern, seperti kafe, restoran, dan toko ritel, sering kali dengan modifikasi signifikan pada interior dan eksteriornya.

Sementara itu, di Jalan L.L.R.E. Martadinata, banyak bangunan mengalami perubahan fasad dan elemen arsitektur, menghilangkan nilai otentik cagar budaya.

Meskipun Pemkot Bandung telah mengeluarkan regulasi pelestarian, lemahnya pengawasan menyebabkan banyak bangunan kehilangan keasliannya atau bahkan dihancurkan. Upaya pelestarian perlu diperkuat dengan penegakan aturan yang lebih ketat serta peningkatan kesadaran masyarakat .

Telah melalukan studi banding ke Jakarta dan Bali. Studi banding di Jakarta dilakukan bersama Dinas Kebudayaan yang membahas mengenai Raperda tersebut. ***

  • Penulis: Admin01

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasatlantas Polres kota Sukabumi, Lakukan Peninjuan Terhadap Sejumlah Armada Angkutan

    Kasatlantas Polres kota Sukabumi, Lakukan Peninjuan Terhadap Sejumlah Armada Angkutan

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2019
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SUKABUMI, MBInews.id – Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota Akp Atik Suswanti mengunjungi terminal tipe A di jalan Lingkar Selatan Baros kota Sukabumi, Kamis (14/11) sekira jam 09.00 Wib. Didampingi oleh kepala terminal, Perwira Menengah Pertama yang baru satu Minggu menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota tersebut melakukan peninjauan terhadap sejumlah armada angkutan, ruang tunggu […]

  • Ludahi Imam Masjid di Kota Bandung, Kantor Imigrasi Kelas 1 Langsung Deportasi WNA Australia

    Ludahi Imam Masjid di Kota Bandung, Kantor Imigrasi Kelas 1 Langsung Deportasi WNA Australia

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Bandung || MBInews.id – Kantor Imigrasi Kelas I Kota Bandung, melaksanakan pemulangan secara paksa/deportasi WN Australia berinial BCAA (47) yang melakukan pelecehan terhadap Imam Masjid di Kota Bandung, sebelumnya Polrestabes Bandung telah melakukan pelimpahan atas perkara yang dilakukan oleh BCAA (47) kepada kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung pada hari Kamis, 4 Mei 2023. Setelah […]

  • Wali Kota Bandung Ajak Orang Tua Edukasi Anak Untuk Tertib Aturan Berlalu Lintas

    Wali Kota Bandung Ajak Orang Tua Edukasi Anak Untuk Tertib Aturan Berlalu Lintas

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    BANDUNG,  MBInews.id – Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengajak para orang tua mengedukasi putra-putrinya untuk taat dan disiplin aturan berlalu-lintas. Hal itu dapat mendukung ketertiban dan kenyamanan di Kota Bandung. “Saya imbau kepada orang tua turut mengedukasi supaya tidak terbawa arus hal yang tidak patut,” kata Oded di Kantor Diskar PB Kota Bandung, Senin […]

  • Wisata Sejarah Dan Literasi Bung Karno Di Gedung Indonesia Menggugat

    Wisata Sejarah Dan Literasi Bung Karno Di Gedung Indonesia Menggugat

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    BANDUNG, Mbinews.id – Ada pameran buku menarik nih di Gedung Indonesia Menggugat. Dibuka sejak 6 Juni 2022, kita bisa menelusur perjalanan sang Bapak Bangsa, Soekarno. Humas Bandung punya kesempatan mampir ke pameran ini, Selasa 9 Juni 2022. Di sini, terdapat 81 buku dan beberapa foto sejarah perjalanan Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Buku-buku tersebut antara […]

  • Expose Ke-26 Bapenda Kab Bandung, Evaluasi Kepatuhan Terhadap Wajib Pajak

    Expose Ke-26 Bapenda Kab Bandung, Evaluasi Kepatuhan Terhadap Wajib Pajak

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle MBI Admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Kab. Bandung, Mbinews.id – Expose OPD Ke -26 berlangsung di ruang rapat Bapenda Kab Bandung dihadiri Sekda, Asisten I, II dan Asisten III, Inspektur, BKAD, Baperida dan Setda terkait (11/2/2025). Kepala Bapenda Kab Bandung, Drs. H. Akhmad Djohara MSi mengatakan, “kunjungan Pa Bupati hari ini, tidak lepas dari mata rantai, setelah kita membentuk Satuan Tugas […]

  • Artis Film Susuk Kutukan Kecantikan Kasih Kejutan Bagi Penonton Moviplex Sukabumi

    Artis Film Susuk Kutukan Kecantikan Kasih Kejutan Bagi Penonton Moviplex Sukabumi

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
    • account_circle mbiredaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    SUKABUMI, Mbinews.id – Para penonton film Susuk Kutukan Kecantikan di Moviplex Sukabumi di kejutkan dengan kehadiran para artis film tersebut, mulai dari pemeran utama Hana Malasan yang berperan sebagai Laras, Ersya Aurelia sebagai Ayu, Jourdy Pranata sebagai Arman dan Muhammad Khan sebagai Prasetyo seorang dukun. Kedatangan mereka setelah pemutaran film Susuk berakhir, teriak histeris para […]

expand_less