SUKABUMI,MbiNews.id – Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, melontarkan kritik tajam terhadap arah pembangunan daerah dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027. Ia menilai tingginya angka pengangguran dan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum tertangani secara serius.
Dalam forum yang digelar di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Rabu (8/4/2026), Wawan mengungkapkan tingkat pengangguran di Kota Sukabumi saat ini berada di kisaran 8 persen , lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Barat.
“Pengangguran kita masih tinggi, kemiskinan juga belum menunjukkan kondisi yang baik. Ini jadi sorotan serius, dan harus ditangani bersama,” tegasnya.
Menurut Wawan, DPRD telah menyerahkan pokok-pokok pikiran hasil reses masyarakat yang telah disusun sesuai Permendagri Nomor 18 Tahun 2017. Dokumen tersebut, kata dia, menjadi pijakan penting dalam menyusun arah kebijakan pembangunan tahun 2027.
Ia menekankan pentingnya Musrenbang sebagai ruang penyelarasan antara kebijakan pemerintah (top-down) dan aspirasi masyarakat (bottom-up). DPRD, lanjutnya, akan mengawal ketat agar program pembangunan tidak melenceng dari kebutuhan riil warga.
“DPRD akan memastikan arah kebijakan pembangunan tepat sasaran,” ujarnya.
Sejumlah isu krusial turut disorot, mulai dari penguatan ekonomi lokal melalui UMKM, peningkatan kualitas infrastruktur, hingga kesejahteraan sosial dan akses pendidikan serta kesehatan. Infrastruktur, terutama jalan, disebutnya masih menjadi persoalan klasik yang tak kunjung tuntas.
“Infrastruktur masih jadi masalah, khususnya jalan. Ini harus jadi komitmen bersama, apalagi sejalan dengan arah pembangunan provinsi,” kata Wawan.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari megahnya proyek fisik, melainkan dari dampak langsung yang dirasakan masyarakat.
“Jangan hanya bangga dengan gedung-gedung tinggi. Pembangunan itu harus masuk ke rumah-rumah kecil masyarakat, harus dirasakan secara merata,” tandasnya.
Meski mengapresiasi capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sukabumi yang berada di atas rata-rata Jawa Barat, Wawan menilai hal itu belum cukup jika tidak diiringi penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
Ia pun menutup dengan penegasan pentingnya kolaborasi antara eksekutif dan legislatif agar pembangunan berjalan efektif.
“Kita harus buka lembaran baru. Dinamika itu biasa, tapi ke depan kita harus kompak. Pembangunan tidak akan jalan tanpa sinergi,” pungkasnya.ardan/wan/mbi.
Saat ini belum ada komentar